Hukum

Telat atau Tak Mampu Bayar Cicilan KPR? Hati-Hati, Ada Hukumannya, lo!

3 menit

Terlambat membayar cicilan KPR bisa bahaya, apalagi kalau menunggak berbulan-bulan! Yuk, kita simak hukumannya di bawah ini!

Memiliki sebuah rumah merupakan impian semua orang.

Sayangnya, dewasa kini, harga rumah semakin melonjak karena lahan yang sempit dan harga properti yang kian meningkat.

Untuk mengatasi problema di atas, pemerintah bekerja sama dengan bank-bank Indonesia untuk menjalankan program KPR, alias Kredit Pemilikan Rumah.

Program ini membantu meringankan penduduk yang hendak membeli rumah dengan cara cicilan.

Walaupun mudah, cicilan yang diambil setiap bulan, jika terlambat bisa kena hukuman, lho.

Bagaimana peraturan cicilan KPR yang tersendat?

Berikut adalah penjelasan selengkapnya.

Hukuman Cicilan KPR yang Tersendat

hukum cicilan kpr

Bank Bisa Menjual Rumah

Ternyata ada peraturan terkait tidak bisa memenuhi kewajiban (wanprestasi) atas perjanjian kredit yang sudah disepakati dengan bank.

Aturan mengenai hal tersebut ada pada Pasal 20 ayat (1) UU Hak Tanggungan.

Di dalamnya tertulis bahwa pihak bank berhak menjual objek tanggungan dan mengambil hasil penjualan rumah untuk melunasi utang kamu.

Supaya lebih jelas, berikut isi dari Pasal 20 ayat 1:

(1) Apabila debitur cedera janji, maka berdasarkan:

  1. Hak pemegang Hak Tanggungan pertama untuk menjual obyek Hak Tanggungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, atau
  2. Titel eksekutorial yang terdapat dalam sertifikat Hak Tanggungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (2), obyek Hak Tanggungan dijual melalui pelelangan umum menurut tata cara yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan untuk pelunasan piutang pemegang Hak Tanggungan dengan hak mendahulu dari pada kreditur-kreditur lainnya.

Harga Rumah Kurang Ketika Dijual, Menjadi Hutang

Dalam pasal yang ada pada poin sebelumnya, dijelaskan nilai jual rumah akan digunakan untuk melunasi utang yang kamu miliki ke bank.

Apabila hasil menjual rumah lebih besar dari utang, maka sisanya dapat kamu ambil karena merupakan hak pribadi.

Lalu bagaimana jika uang dari hasil menjual rumah masih kurang?

Tentunya kamu masih memiliki utang kepada pihak bank dan harus segera melunasinya.

Pihak bank pun tentunya dapat mengajukan gugatan wanprestasi atas utang yang belum dibayarkan.

Termasuk Gugatan Perdata

hukuman perdata KPR

Masih membahas cicilan KPR terlambat, kamu juga bisa digugat bank.

Perlu diketahui terlebih dahulu, kalau gugatan wanprestasi tergolong gugatan perdata.

Maksudnya, sang penggugat yang dalam kasus ini adalah pihak bank, bisa menuntut mengenai penggantian biaya, ganti rugi, dan bunga KPR.




Hal ini memang tercantum dalam Pasal 1243 KUHP, yang berisi…

“Penggantian biaya, kerugian dan bunga karena tak dipenuhinya suatu perikatan mulai diwajibkan, bila debitur, walaupun telah dinyatakan Ialai, tetap Ialai untuk memenuhi perikatan itu, atau jika sesuatu yang harus diberikan atau dilakukannya hanya dapat diberikan atau dilakukannya dalam waktu yang melampaui waktu yang telah ditentukan.”

Masalah terkait perjanjian utang merupakan masalah hukum privat.

Maksudnya, hubungan pribadi antara subjek hukum dengan subjek hukum lainnya.

Di sisi lain, hukuman penjara merupakan salah satu bagian dari hukuman pidana.

Nah, jika kamu terkena masalah utang dengan bank, maka tenang saja.

Pasalnya, pihak bank sesungguhnya tidak bisa membawa masalah tersebut ke ranah hukum pidana.

Solusi Lancar Cicil KPR Rumah

solusi cicilan kpr lancar

1. Menabung

Solusi lancar cicilan KPR yang pertama ini memang terkesan klise.

Namun, merupakan pondasi utama jika kamu ingin memiliki hunian impian dengan segera.

Persiapkan keuangan agar stabil.

Tabungkan uang yang tersisa dan hindari membeli barang atau kebutuhan lain yang kepentingannya belum pasti.

2. Mengenal Jenis KPR

Di Indonesia, KPR sendiri terbagi menjadi berbagai macam.

Sampai sekarang, bank-bank di Indonesia berlomba-lomba menciptakan program KPR yang paling menarik untuk mengundang banyak nasabah.

Setiap KPR yang ditawarkan bank memiliki syarat yang berbeda.

Ketahui dan pelajari dengan benar, lalu sesuaikan dengan keadaan ekonomi kamu.

Salah satu jenis KPR yang terkenal dengan cicilannya yang murah dan ringan adalah KPR Syariah.

3. Mengambil KPR Take Over

Apabila tagihan KPR rumah sudah membengkak, dan kamu tidak sanggup lagi membayar cicilan, mungkin kamu harus pertimbangkan KPR Take Over.

KPR Take Over adalah pemindahan pinjaman cicilan kredit rumah dari bank satu ke bank lainnya.

Prosesnya mudah

Kamu hanya perlu berkonsultasi dengan bank KPR pertama kamu dan tanyakan apabila mereka mendukung program KPR Take Over.

Dengan KPR Take Over, cicilan perbulan kamu dapat lebih rendah dibandingkan dengan sebelumnya.

Intinya, sebelum mengajukan KPR, sebaiknya kamu pikirkan terlebih dahulu apakah bisa membayar dengan lancar atau tidak.

Jika ragu, jangan dulu mengajukan KPR karena nantinya kamu yang akan mengalami kerugian.

***

Itulah hukuman cicilan KPR yang terlambat.

Semoga ulasan di atas tadi dapat bermanfaat!

Simak juga artikel menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari hunian impian di Tangerang?

Kunjungi 99.co/id dan Rumah123.com serta temukan beragam pilihan perumahan seperti di The Jasmine Boulevard.




Samala Mahadi

Content Writer and all things Basquiat connoisseur.

Related Posts