Hukum

Hati-Hati, Tidak Mampu Bayar Cicilan KPR Rumah Ada Hukumannya!

25 September 2019
sanksi tak bayar kpr
3 menit

Anda sedang mengajukan atau telah memiliki cicilan KPR rumah? Sudah merasa tak sanggup bayar atau takut di kemudian hari tak mampu lagi membayarnya? Wah, Anda harus membaca artikel ini sampai selesai karena akan ada penjelasan mengenai hal tersebut.

Memiliki sebuah rumah merupakan impian semua orang.

Sayangnya, dewasa kini, harga rumah semakin melonjak karena lahan yang sempit dan harga properti yang kian meningkat.

Untuk mengatasi problema di atas, pemerintah bekerja sama dengan bank-bank Indonesia untuk menjalankan program KPR, alias Kredit Pemilikan Rumah.

Program ini membantu meringankan penduduk yang hendak membeli rumah dengan cara cicilan.

Walaupun mudah, cicilan yang diambil setiap bulan, jika terlambat bisa kena hukuman, lho.

Bagaimana peraturanya?

Berikut adalah penjelasan selengkapnya.

Hukuman Cicilan KPR Rumah yang Terpendat

Bank Bisa Menjual Rumah

Ternyata ada peraturan terkait tidak bisa memenuhi kewajiban (wanprestasi) atas perjanjian kredit yang sudah disepakati dengan bank.

Aturan mengenai hal tersebut ada pada Pasal 20 ayat (1) UU Hak Tanggungan.

Di dalamnya tertulis bahwa pihak bank berhak menjual objek tanggungan dan mengambil hasil penjualan rumah untuk melunasi utang Anda.

Supaya lebih jelas, berikut isi dari Pasal 20 ayat 1:

(1) Apabila debitur cedera janji, maka berdasarkan:

  1. Hak pemegang Hak Tanggungan pertama untuk menjual obyek Hak Tanggungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, atau
  2. Titel eksekutorial yang terdapat dalam sertifikat Hak Tanggungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (2), obyek Hak Tanggungan dijual melalui pelelangan umum menurut tata cara yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan untuk pelunasan piutang pemegang Hak Tanggungan dengan hak mendahulu dari pada kreditur-kreditur lainnya.

sanksi tak bayar kpr

Baca Juga:

Tips Memilih Cicilan KPR yang Cocok untuk Anda, Patut Dicoba!

Harga Rumah Kurang Ketika Dijual, Menjadi Hutang

Dalam pasal yang ada pada poin sebelumnya, dijelaskan bahwa nilai jual rumah akan digunakan untuk melunasi utang yang Anda miliki ke bank.

Apabila hasil menjual rumah lebih besar dari utang, maka sisanya dapat Anda ambil karena merupakan hak pribadi.

Lalu bagaimana jika uang dari hasil menjual rumah masih kurang?

Tentunya Anda masih memiliki utang kepada pihak bank dan harus segera melunasinya.

Pihak bank pun tentunya dapat mengajukan gugatan wanprestasi atas utang yang belum dibayarkan.

Termasuk Gugatan Perdata

Perlu diketahui terlebih dahulu kalau gugatan wanprestasi tergolong gugatan perdata.

Maksudnya, sang penggugat yang dalam kasus ini adalah pihak bank, bisa menuntut mengenai penggantian biaya, ganti rugi, dan bunga.

Hal ini memang tercantum dalam Pasal 1243 KUHP, yang berisi…

“Penggantian biaya, kerugian dan bunga karena tak dipenuhinya suatu perikatan mulai diwajibkan, bila debitur, walaupun telah dinyatakan Ialai, tetap Ialai untuk memenuhi perikatan itu, atau jika sesuatu yang harus diberikan atau dilakukannya hanya dapat diberikan atau dilakukannya dalam waktu yang melampaui waktu yang telah ditentukan.”

sanksi tak bayar kpr

Masalah terkait perjanjian utang merupakan masalah hukum privat, yaitu hubungan pribadi antara subjek hukum dengan subjek hukum lainnya.

Di sisi lain, hukuman penjara merupakan salah satu bagian dari hukuman pidana.

Nah, jika Anda terkena masalah utang dengan bank, maka tenang saja karena pihak bank sesungguhnya tidak bisa membawa masalah tersebut ke ranah hukum pidana.

Solusi Lancar Cicil KPR Rumah

1. Menabung

Solusi lancar cicilan KPR rumah yang pertama ini memang terkesan klise, namun merupakan pondasi utama jika kamu ingin memiliki hunian impian dengan segera.

Persiapkan keuangan agar stabil.

Tabungkan uang yang tersisa dan hindari membeli barang atau kebutuhan lain yang kepentingannya belum pasti.

2. Mengenal Jenis KPR

Di Indonesia, KPR sendiri terbagi menjadi berbagai macam.

Sampai sekarang, bank-bank di Indonesia berlomba-lomba menciptakan program yang paling menarik untuk mengundang banyak nasabah.

Setiap KPR yang ditawarkan bank memiliki syarat yang berbeda.

Ketahui dan pelajari dengan benar, lalu sesuaikan dengan keadaan ekonomi Anda.

Salah satu jenis KPR yang terkenal dengan cicilannya yang murah dan ringan adalah KPR Syariah.

3. Mengambil KPR Take Over

Apabila tagihan KPR rumah sudah membengkak, dan Anda tidak sanggup lagi membayar cicilan…

…mungkin Anda harus pertimbangkan KPR Take Over.

KPR Take Over adalah pemindahan pinjaman cicilan kredit rumah dari bank satu ke bank lainnya.

Prosesnya mudah, Anda hanya perlu berkonsultasi dengan bank KPR pertama Anda dan tanyakan apabila mereka mendukung program KPR Take Over.

Dengan KPR Take Over, cicilan perbulan Anda dapat lebih rendah dibandingkan dengan sebelumnya.

Baca Juga:

Mau Cicilan Rumah Jadi Ringan? KPR Take Over Solusinya!

Intinya, sebelum mengajukan KPR, sebaiknya Anda pikirkan terlebih dahulu apakah bisa membayar dengan lancar atau tidak.

Jika ragu, jangan dulu mengajukan KPR karena nantinya Anda yang akan mengalami kerugian.

Semoga artikel ini dapat membuka wawasan Anda, ya!

You Might Also Like