Berita

Sejahterakan Guru, Pemerintah & Asosiasi Swasta Buatkan Rumah Murah

< 1 menit

Urbanites, walau dianugerahi gelar pahlawan tanpa tanda jasa, ternyata kehidupan segelintir guru di Indonesia masih terbilang memrihatinkan. Masih banyak dari mereka yang belum sejahtera, termasuk tidak memiliki rumah tinggal tetap dan layak, karena pendapatan yang masih rendah.

Namun ternyata ada kabar gembira. Pemerintah pusat yang kini sedang gencar-gencarnya membangun rumah murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah, ternyata menjadi inspirasi bagi beberapa pemerintah daerah bahkan asosiasi pengembang swasta untuk turut menyejahterakan para guru.

Salah satu daerah yang telah mencanangkan pemberian rumah untuk guru adalah, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Disebutkan, pada akhir tahun 2015 mereka telah mengucurkan dana senilai Rp36 miliar untuk pembangunan rumah bersubsidi tersebut.

Rumah ini memang tidak diberikan secara gratis, namun harganya cukup murah yaitu sekitar Rp100 juta dan dapat dicicil selama 10 tahun dengan proses yang tidak memberatkan sama sekali. Untuk melancarkan proses tersebut, Pemkab Kukar pun menggandeng PGRI setempat untuk membantu pendataan serta beberapa bank untuk mitra pemberi modal.

Tidak hanya Pemkab Kukar ternyata, Kota Palembang dan Lampung pun beberapa waktu sebelumnya sudah mencanangkan program serupa. Pemerintah tidak turut serta dalam program ini, melainkan organisasi pengembang swasta yang bekerja sama dengan PGRI setempat. Sebanyak 1000 rumah di Lampung dan 500 rumah di Palembang yang rencananya direalisasikan akhir 2015 tersebut dibandrol dengan harga Rp75 juta hingga Rp110 juta.

Walau terbilang murah, tipe rumah yang diberikan juga cukup memadai, yaitu tipe 36 dengan luas bangunan 8×12 meter. Sementara itu spesifikasi rumah yang akan dibuat untuk para guru tersebut adalah pondasi batu bata keliling, dinding batako diplester dan dicat pada bagian depan, atap konstruksi baja ringan dan genteng mental, kusen kayu kelas III, jendela/pintu kayu kelas III, lantai flur, sanitasi kloset jongkok, listrik PLN 1300 watt, dan sumur.

Program-program penyejahteraan guru dari segi kebutuhan papan tersebut ternyata menginspirasi beberapa pihak di daerah lain seperti Jawa Barat dan Kalimantan. Semoga hal tersebut lekas terealisasi sehingga para guru yang masih berpenghasilan rendah dan belum memiliki tempat tinggal layak, akan terbantu. Kita pantau terus kelanjutan beritanya yuk, Urbanites.

Urbanites, terus kunjungi blog UrbanIndo untuk mendapatkan ulasan mengenai dunia properti serta solusi menangani rumah yang praktis dan menarik.

Tiara Syahra Syabani

Seorang jurnalis/editor kemudian beralih profesi menjadi content dan copywriter. Pecinta buku komik Hai, Miiko! Senang traveling dan makan makanan gurih. Beri saya masukan dengan meninggalkan komentar :)
Follow Me:

Related Posts