Berita Ragam

Mengenal Sejarah Candi Borobudur, Salah Satu Warisan Dunia yang Ada di Indonesia

3 menit

Sejarah candi Borobudur masih menjadi hal menarik untuk diperbincangkan hingga saat ini. Pasalnya, candi satu ini termasuk salah satu keajaiban dunia yang dikenal sebagai monumen Buddha terbesar di dunia. Berikut informasi selengkapnya!

Candi Borobudur berlokasi di Magelang, Jawa Tengah.

Bangunan ini merupakan salah satu warisan kekayaan budaya Indonesia yang terkenal hingga ke mancanegara.

Bahkan, candi Borobudur resmi dinyatakan sebagai warisan dunia (word heritage) oleh UNESCO.

Yuk, simak sejarah candi Borobudur dan strukturnya dalam artikel di bawah ini, Sahabat 99.

Sejarah Singkat Candi Borobudur

1. Asal Usul Candi Borobudur

potret candi borobudur di magelang

Menurut catatan, candi Borobudur dibangun pada masa pemerintahan dinasti Syailendra.

Pembangunan ini terjadi sekitar abad ke 8 hingga 9 ketika mayoritas masyarakat menjadi pengikut ajaran Buddha.

Bangunan ini diperkirakan rampung di masa pemerintahan Raja Samaratungga di tahun 825-an.

Namanya merupakan gabungan dari kata bara yang artinya ‘komplek biara’ dan budur yang artinya ‘atas’.

Jika digabungkan, kata ‘Borobudur’ mengandung makna ‘komplek biara di atas’.

Ini merujuk pada posisinya yang memang berada di atas bukit dan fungsinya sebagai tempat ibadah serta rumah bagi penganut agama Buddha.

Bangunan ini kabarnya dikenal sebagai bangunan Buddha terbesar di dunia, lo.

Meski begitu, tidak ada yang tahu pasti mengenai siapa sosok yang membangun candi tersebut.

Para peneliti hanya berhasil memperkirakan waktu serta proses pembangunannya saja.

2. Sejarah Proses Pembangunan Candi Borobudur

Perkiraan waktu dan proses pembangunan candi didasarkan pada prasasti yang ditemukan oleh para peneliti.

Setidaknya, pembangunan candi ini disebut memakan waktu sekitar 75-100 tahun lamanya.

Masa pembangunan ini menurut para arkeolog setidaknya terbagi menjadi empat tahap.

Pada tahap pertama, dilakukan pembangunan pondasi dasar untuk candi.

Ini dilakukan dengan cara memadatkan dan meratakan tanah pada bagian bukit.

Kemudian area tersebut ditutup dengan material struktur batu sehingga menyerupai cangkang yang membungkus bukit tanah.

Sisa lahan yang ada lalu ditutup dengan struktur batu lapis demi lapis.

sejarah pembangunan candi borobudur

Berlanjut ke tahap kedua, terjadi penambahan dua undakan persegi, pagar langkan, dan satu undakan melingkar.

Di atasnya kemudian dibangun sebuah stupa induk sebagai mahkota puncak candi Borobudur.

Namun di tahap ketiga undakan dan stupa induk dibongkar untuk diganti menjadi tiga undakan lingkaran kecil.

Pada undakan ini lah kemudian dibangun stupa-stupa kecil candi.

Sementara di pelataran undak-undak tersebut dipasang stupa induk yang menjadi mahkota puncak baru.

Perubahan ini juga menyebabkan terjadinya perluasan pondasi candi dan pembangunan kaki tambahan untuk menutup relief Karmawibhangga.

Memasuki tahapan akhir, pembangunan yang dilakukan hanya bertujuan untuk finishing.

Ini meliputi penyempurnaan relief, penambahan pagar langkan, perubahan tangga, pelengkungan atas gawang pintu, hingga pelebaran ujung kaki bangunan.

3. Struktur Bangunan Candi Borobudur

arca buddha di candi borobudur

Hasil akhirnya, candi Borobudur memiliki tiga barisan stupa berukuran kecil dengan satu stupa induk di tengahnya.

Struktur bangunannya terdiri dari 10 tingkat berbentuk punden berundak yang terbagi menjadi tiga tingkatan.

Setiap tingkatan mengandung makna filosofis dalam ajaran Buddha, yakni:

  • Kamadhatu, bagian terbawah yang melambangkan alam bawah atau perilaku manusia yang terikat nafsu duniawi
  • Rupadhatu, bagian tengah yang melambangkan alam antara atau perilaku manusia yang mulai meninggalkan keinginan duniawi
  • Arupadharu, bagian teratas yang melambangkan alam atas atau perilaku manusia yang sudah sepenuhnya lepas dari nafsu duniawi

Di dalamnya juga ada enam teras berbentuk bujur sangkar dengan bagian atas berupa pelataran melingkar.

Uniknya, seluruh permukaan dinding candi dihiasi dengan kurang lebih 2.672 panel relief.

Kamu juga bisa melihat sekitar 504 arca Buddha di candi Borobudur.

Arca terbesar ada di dalam stupa utama candi, bentuknya berupa Buddha yang duduk bersila di tengah bunga teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) dharmachakra mudra (memutar roda dharma).

***

Semoga informasi ini bermanfaat ya, Sahabat 99.

Simak artikel menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari properti untuk investasi masa depan?

Kunjungi 99.co/id dan temukan hunian impianmu.

Ada beragam pilihan properti menarik seperti kawasan malang Citraland Puri Serang.

Hanifah

Jr. Content Writer for 99.co | Knit & Crochet Enthusiast
Follow Me:

Related Posts