Berita, Berita Properti

Menjelang Bulan Puasa, Yuk Kita Kenali Sejarah Ngabuburit!

5 Mei 2019
sejarah ngabuburit
2 menit

Selama bulan puasa, pasti ada masanya kita ngabuburit, tapi tahukah kamu sejarah penting di balik tradisi bulan puasa satu ini? Ayo, kita pelajari sejarah ngabuburit bareng-bareng!

Istilah ngabuburit pasti sudah enggak asing di telinga kita semua.

Ya, tradisi yang dilangsungkan selama bulan puasa ini pasti dilakukan oleh hampir seluruh umat muslim di Indonesia.

Waktu ngabuburit berlangsung dari sekitar jam 4 sampai sebelum adzan magrib berkumandang.

Aktivitas yang dilakukan selama ngabuburit juga banyak, mulai dari mengaji, jalan-jalan di taman, shopping ke mall, main boardgame, dan masih banyak lagi!

Nah, lalu bagaimana sih sejarah ngabuburit dan awal mulanya berkembang di Indonesia?

Daripada nunggu lama-lama, lebih baik kita bahas langsung, yuk!

Sejarah Ngabuburit: Penjelasan Singkat

Istilah ngabuburit berasal dari bahasa Sunda “burit” yang artinya menggambarkan waku di sore hari saat matahari mulai terbenam.

Kata burit sama saja dengan penunjuk hari dalam kurun 24 jam lainnya seperti isuk-isuk (pagi hari), beurang (siang hari), peuting (malam hari).

Jadi, orang Sunda tidak hanya menggunakan kata ngabuburit saja, tetapi juga ngabeubeurang dan istilah lainnya sebagai penunjuk waktu.

Nah, pada bulan puasa, istilah ngabuburit bukan lagi berarti waktu di sore hari, melainkan aktivitas yang dilakukan sambil menunggu adzan magrib.

Tidak ada yang tahu jelas sejak kapan orang-orang di Indonesia mulai menggunakan istilah ini saat bulan puasa.

Namun, seiring berjalannya waktu, masyarakat ramai seakan makin getol untuk ngabuburit, malahan aktivitas ini lah yang dikatakan paling ditunggu-tunggu selain adzan magrib.

Tidak hanya anak-anak muda, para orang dewasa yang sudah berkeluarga hingga lansia pun mengaku lebih senang meluangkan waktu di sore harinya untuk ngabuburit ketimbang diam di rumah.

Baca Juga:

10 Resep Masakan Simpel untuk Sahur & Buka Puasa | Ada Takjil Es Kepal Milo!

Sejarah Ngabuburit: Tradisinya di Indonesia

sejarah ngabuburit

Sumber: sindonews.com

Tradisi ngabuburit sudah memasyarakat di negeri kita sejak lama.

Pada mulanya, orang-orang mengisi waktu ngabuburit dengan mengaji atau mengikuti kegiatan religius lainnya seperti pesantren kilat.

Aktivitas ini biasanya dianjurkan para orang tua untuk anak-anaknya sebagai pengalihan rasa lapar yang biasanya sudah dirasakan anak kecil saat sore hari tiba.

Namun, seiring berjalannya waktu dan mulainya era globalisasi, aktivitas ngabuburit pun mulai bercabang dan tidak lagi terfokus pada kegiatan religius.

Tradisinya mulai berkembang menjadi beragam aktiftas seperti berbelanja, wisata kuliner untuk disimpan nanti setelah magrib, bakti sosial, jalan-jalan, sampai nongkrong-nongkrong cantik bareng teman.

Karena hal ini, tempat-tempat nongkrong atau wisata di Indonesia pasti selalu penuh menjelang magrib, terutama yang lokasinya dekat dengan restoran favorit.

Positif dan Negatif Ngabuburit

Layaknya aktivitas lainnya, ngabuburit juga punya efek positif dan negatifnya, maupun itu dilihat dari sisi sikap atau pun ajaran agama Islam.

Seperti yang sudah dibahas di atas, kegiatan ngabuburit pasti selalu disangkut pautkan dengan aktivitas religius, tapi semakin kesini…

…Tidak sedikit juga orang-orang yang memanfaatkan waktu ngabuburit untuk melakukan hal-hal negatif.

Selama ngabuburit, orang-orang yang berpuasa tentunya tidak boleh melanggar aturan-aturan yang harus dijalankan pada bulan Ramadan.

Contoh aktivitas ngabuburit yang melanggar aturan bulan puasa adalah berjudi, main adu ayam, gibah, atau kegiatan-kegiatan berdosa lainnya.

Nah, jangan sampai kamu menjadi salah satu orang yang terlibat dalam aktivitas negatif di atas ya!

Tradisi Ngabuburit Menurut Ajaran Islam

Menurut ajaran agama, ngabuburit sebenarnya sah-sah saja asalkan dilandasi dengan itikad dan perbuatan yang baik dan tidak melanggar aturan agama Islam.

Hukumnya jawaz atau boleh.

Menurut hadits Nabi, waktu luang adalah salah satu kenikmatan yang bisa mencelakakan.

Itulah mengapa waktu ngabuburit bisa bermanfaat dan juga bisa menjadi sumber dosa dan kesia-siaan bagi yang menjalankan puasa.

Dalam surat Al ‘Ashr disebutkan bahwa:

“والعصر ان الانسان لفي خسر. الا الذين امنوا وعملوا الصالحات. فتواصوا بالحق وتواصوا بالصبر”

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”

Maka dari itu, alangkah baiknya bila waktu ngabuburit kamu diluangkan dengan kegiatan yang berfaedah seperti bakti sosial, membantu membagika takjil untuk orang-orang tidak mampu, atau mengaji.

Selain akan mempercepat waktu di sore hari, kamu juga senantiasa akan mendapatkan pahala!

Baca Juga:

Ini Rasanya Menjalankan Ramadan di 5 Negara dengan Waktu Puasa Terlama

Semoga bermanfaat ya, Sahabat 99!

Jangan lupa untuk pantau terus informasi penting seputar properti lewat Blog 99.co Indonesia.

Selain itu, pastikan kamu menemukan properti idaman di www.99.co/id

You Might Also Like