Berita Berita Properti

Survei: Sektor Properti di Indonesia Masih Sangat Potensial dan Siap Menggeliat

3 menit

Di tengah kondisi sektor properti yang carut-marut akibat dihantam wabah corona, ternyata industri properti masih tetap menunjukkan potensi yang kian menggeliat. Tercatat, tren positif sektor properti bahkan terus mengalami kenaikan.

Semenjak merebaknya wabah corona, pasar properti adalah salah satu sektor yang mendapatkan dampak terburuk.

Sejumlah pihak terkait mulai dari pengembang, agen, hingga pihak ketiga pun turut merasakan guncangan krisis akibat hantaman pandemi ini.

Namun, siapa sangka, memasuki periode akhir kuartal II tahun 2020, tren di sektor properti justru mengalami perkembangan positif yang cukup signifikan.

Tim analis dari 99 Group yang menaungi portal 99.co dan rumah123.com berhasil merangkum perkembangan positif ini.

99 Group merupakan platform properti terbesar di Indonesia dengan 12 juta traffic bulanan, 160 ribu agen aktif dan 250 ribu permintaan bulanan.

Berdasarkan riset pasar selama masa pandemi ini, tim analis 99 Group mencatat bahwa sebetulnya sektor properti tetap bisa diandalkan.

Hal ini dibuktikan oleh peningkatan tren positif dan permintaan pasar terhadap properti terutama dalam beberapa pekan terakhir.

Hasil survei ini juga bisa dijadikan patokan dalam mengambil keputusan terkait investasi properti baik untuk jenis rumah tinggal, investasi apartemen, ataupun jenis lainnya.

Pencarian Rumah Kian Meningkat, Sektor Properti Kian Menguat

pencarian rumah dijual

Berdasarkan hasil survei tersebut, diketahui bahwa minat pasar terhadap real estate terus mengalami peningkatan.

Salah satu variabel survei yang dikaji yaitu tren pencarian rumah secara online dengan menggunakan kata kunci “rumah dijual”.

Tim analis 99 Group kemudian membandingkan hasil pencarian kata kunci tersebut untuk tahun 2018, 2019, serta 2020.

Seperti terlihat pada grafik, secara sekilas tren pencarian kata kunci “rumah dijual” sepanjang tahun 2018 dan 2019 menunjukkan hasil yang cukup mirip.

Sementara itu, hingga bulan Mei tahun 2020, tren pencarian kata kunci “rumah dijual” menunjukkan hasil dengan perbedaan yang cukup signifikan.

Di awal tahun 2020, terlihat tren pencarian “rumah dijual” mengalami kenaikan yang cukup baik.

Hingga akhirnya, sekitar bulan Januari akhir atau tepat dengan pengumuman kasus pertama positif Covid-19 di Indonesia, tren ini terus mengalami penurunan.

Setelah sektor properti babak belur sekitar periode bulan Maret dan April, tak disangka sejak akhir April tren terus mengalami peningkatan yang signifikan.

Bahkan, berdasarkan perbandingan Year-on-Year, hasil pencarian di bulan Mei 2020 48% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama di tahun 2019.

Memahami Kebutuhan Pasar Jadi Kunci Utama Kebangkitan Sektor Properti

profil responden survey sektor properti

Tim analis 99 Group juga mengkaji variabel lainnya terkait konsumen dan kebutuhan mereka akan properti.

Variabel lainnya yang turut dikaji meliputi aspek demografis, kemampuan finansial, hingga urgensi konsumen atas hunian.

Secara demografis, tercatat 62% di antara peserta survei berasal dari Jabodetabek dan sebanyak 66% dari mereka berusia antara 21 hingga 40 tahun.

Diketahui bahwa ada sekitar 76% calon konsumen yang saat ini tengah mencari properti.

Hasil survei ini juga bisa menjadi patokan bagi pihak-pihak terkait baik terutama pihak pengembang dalam menentukan segmen properti yang ditawarkan.

Salah satunya yaitu terkait dengan rentang harga yang ditawarkan.

Pasalnya, meskipun kebutuhan hunian segmen menengah bawah dan menengah atas cukup serupa, namun pengembang juga perlu mempertimbangkan aspek lainnya.

Misalnya, aspek pendapatan calon konsumen yang secara langsung berkaitan dengan kebutuhan mereka akan hunian.

Seperti terlihat, berdasarkan hasil survei ini juga diketahui bahwa 57% di antaranya memiliki pendapatan di bawah 10 juta rupiah.

Dengan kata lain, hasil survei tersebut menunjukkan bahwa potensi properti di segmen menengah ke bawah jauh lebih besar.

Terlepas dari tujuan konsumen, apakah untuk investasi properti atau untuk hunian pribadi, para pengembang harus bisa menyesuaikan dengan kebutuhan pasar dan konsumen properti saat ini.

Baca Juga:

Prediksi Investasi Properti di Masa Depan Cerah, Namun Ada Tantangannya

Era Kenormalan Baru, Industri Properti Harus Turut Menyesuaikan Diri

catatan bagi pelaku bisnis properti

Tak bisa dipungkiri, pandemi corona telah membawa banyak perubahan besar dalam banyak aspek kehidupan.

Hal ini turut berimbas pula secara bisnis dan investasi di sektor properti.

Sebelumya, konsumen leluasa melakukan survei dengan mendatangi langsung rumah incaran.

Namun, pascapandemi ini survei langsung secara fisik sangat dihindari oleh sebagian besar konsumen.

Hal ini juga dibuktikan oleh survei yang digagas tim analis 99 Group.

Sebanyak 65% responden survei ini mengaku enggan untuk menyurvei langsung rumah incaran, meskipun periode PSBB telah selesai.

Bahkan, sebanyak 96% peserta mengaku bahwa fitur 360° Photos dan Virtual Reality sangat efektif.

Pembaruan-pembaruan tersebut turut diadaptasi oleh 99.co dan rumah123.com sejak dimulainya masa pandemi ini agar bisa semakin memudahkan para konsumen dalam mencari properti.

Hasilnya terlihat cukup signifikan, terbukti dari peningkatan minat konsumen untuk mencari properti dengan memanfaatkan fitur-fitur tersebut.

Aspek terakhir yang juga perlu dipertimbangkan oleh pengembang dan penyedia properti adalah terkait relaksasi pembiayaan.

Remunerasi seperti subsidi atau keringanan DP ternyata sangat diharapkan oleh sebanyak 51% responden ini.

Di sisi lain, sebanyak 29% peserta survei mengharapkan adanya cashback atau diskon pembiayaan rumah.

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sahabat 99!

Daripada disimpan dan dibaca sendiri, mending share artikel ini ke media sosial yuk.

Jangan lupa, baca informasi menarik lainnya hanya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Ingin cari properti? Pastikan untuk mencarinya di www.99.co/id.

Elmi Rahmatika

Scribo ergo sum. I write, therefore I am.
Follow Me:

Related Posts