Berita, Berita Properti

Cara Membuat Sertifikat Tanah Warisan dan Balik Nama. Penting!

1 Januari 2020
cara membuat sertifikat tanah warisan
2 menit

Simak panduan lengkap cara membuat sertifikat tanah warisan di bawah ini. Jangan sampai terlewat satu pun langkahnya, bisa gawat!

Setelah sebelumnya membahas mengenai tips membeli dan menjual tanah warisan, pada tulisan kali ini kita akan memberikan informasi mengenai cara dan langkah – langkah sertifikasi tanah warisan.

Walau secara otomatis telah menjadi hak milik, warisan yang ditinggalkan orang tua harus diurus pembagiannya dan legalitasnya agar ke depan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Untuk harta warisan berupa tanah, agar jelas kepemilikannya di masa datang maka akan lebih baik jika dibuatkan sertifikat tanah.

Berikut proses atau langkah-langkah cara membuat sertifikat tanah warisan.

Cara Membuat Sertifikat Tanah Warisan

1. Persiapkan Surat-surat

Sebelum mengurus sertifikasi tanah…

…yang harus dipersiapkan adalah surat-surat penunjang keabsahan Anda sebagai ahli waris yang sah seperti…

…Surat nikah, surat kematian / akte kematian orang tua, kartu keluarga, surat pengantar dari desa, akte kelahiran anda dan para ahli waris, daftar / bukti harta kekayaan pewaris, serta saksi-saksi.

2. Lakukan Balik Nama Sertifikat

Sebelum dibuatkan sertifikat tanah untuk para ahli waris, terlebih dahulu dilakukan proses turun waris atau biasanya disebut balik nama sertifikat tanah.

Kemudian dibuat Akta Pembagian Hak Bersama (APHB) di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Kabupaten/Kotamadya yang berwenang yang wilayah kerjanya meliputi letak tanah dan rumah dimaksud.

Baca Juga:

Ibu Menjual Tanah Warisan, Haruskah Izin Kepada Anak?

Setelah dilakukan proses ini baru dilakukan pemecahan hak tiap pewaris.

Sementara itu menurut Badan Pertanahan Nasional (BPN), syarat-syarat pembuatan sertifikat tanah warisan adalah sebagai berikut :

  1. Formulir permohonan yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon atau kuasanya di atas materai cukup
  2. Surat Kuasa apabila dikuasakan
  3. Fotokopi identitas pemohon/para ahli waris (KTP, KK) dan kuasa apabila dikuasakan, yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket
  4. Sertifikat asli
  5. Surat Keterangan Waris sesuai peraturan perundang-undangan
  6. Akte Wasiat Notariel
  7. Foto copy SPPT PBB tahun berjalan yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket
  8. Penyerahan bukti SSB (BPHTB), bukti SSP/PPH untuk perolehan tanah lebih dari 60 Juta Rupiah bukti bayar uang pemasukan (pada saat pendaftaran hak)

Untuk formulir permohonan sendiri memuat identitas diri, luas dan letak serta penggunaan tanah yang dimohon, pernyataan tanah tidak sengketa, juga pernyataan tanah dikuasai secara fisik.

Cara Balik Nama Sertifikat Tanah Warisan

Cara balik nama sertifikat tanah warisan lebih mudah dibandingkan dengan membuat dari nol

Yang Anda perlu lakukan hanyalah membuat surat pengantar dari RT / RW setempat, mengajukan surat tersebut ke kelurahan, dan…

…Melanjutkannya ke kantor Pemerintah Kota setempat untuk mendapatkan Fatwa Waris.

Setelah sampai di kantor Badan Pertanahan Nasional untuk mengurus surat, Anda perlu melengkapi dokumen dan keperluan di bawah ini.

  • Mengisi formulir permohonan balik nama
  • Fotokopi KTP pemohon atau seluruh ahli wari
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK) pemohon atau seluruh alhi waris
  • Surat Keterangan Waris
  • Sertifikat tanah asli
  • SPPT PBB tahun terakhir
  • Bukti BPHTB, untuk perolehan tanah lebih dari Rp60 juta

Baca Juga:

Ingin Membeli Tanah Warisan dengan Aman? Ini 7 Prosedurnya

Semoga bermanfaat artikelnya ya, Sahabat 99!

Jangan lupa untuk pantau terus informasi penting seputar properti lewat Blog 99.co Indonesia.

Tak lupa, pastikan kamu menemukan properti idaman di 99.co/id.

You Might Also Like