Berita, Berita Properti

Sewa Rumah Tapak atau Apartemen?

28 Oktober 2015
ewa Rumah Tapak atau Apartemen Properti Indonesia
2 menit

Menempati apartemen maupun rumah tapak (Landed house) memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dalam hal menjadi hunian sewa.

Apartemen memang terkesan modern dan lebih praktis. Namun tidak jarang pula ada orang yang memprioritaskan mencari rumah tapak untuk tempat tinggalnya.

Berbagai alasan dilontarkan. Faktor seperti masalah harga, keamanan, kepraktisan, sosialisasi, serta kebebasan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan akan menyewa rumah tapak atau apartemen.

Sebaiknya Anda pertimbangkan dulu untung ruginya sewa rumah tapak atau apartemen agar tidak menyesal setelah menandatangani kontrak sewa.

Berikut ulasan mengenai berbagai pertimbangan tersebut agar Anda tidak bingung menentukan pilihan antara rumah tapak atau apartemen.

Harga Sewa Rumah Tapak atau Apartemen

Adagium “ada barang ada harga” sepertinya cocok untuk menggambarkan pertimbangan untuk memilih rumah tapak atu apartemen. Ini menjadi  bahan pertimbangkan karena menyangkut anggaran yang Anda miliki.

Kebanyakan harga unit sewa apartemen memang lebih mahal dibandingkan rumah tapak dengan luas bangunan yang sama. Satu unit apartemen model studio bahkan harga sewanya hampir setara dengan mengontrak rumah tapak berkamar dua. Untuk masalah harga sewa ini, kebanyakan orang condong memilih rumah tapak sebab lebih murah. Harga apartemen lebih mahal karena jenis hunian yang satu ini memiliki  berbagai fasilitas lengkap yang dapat digunakan para penghuni, seperti kolam renang, fitness center, sampai mal. Yang sewa apartemen pun harus membayar iuran pengelola perbulanan diatas uang sewa dan listrik serta air. Jadi pikirkan matang-matang ya!

Keamanan Hunian

Semua orang tentu tidak ingin tempat tinggalnya dimasuki maling ataupun perampok. Tentunya keamanan ketika tinggal di rumah tapak ataupun apartemen berbeda satu sama lain.

Apartemen memiliki petugas keamanan khusus yang bertugas memastikan tidak terjadi masalah ataupun tindak kriminal bagi para penghuni unit gedung tersebut.

Para tamu yang berkunjung ke apartemen juga tidak bisa sembarangan masuk ke dalam gedung apartemen. Semua penghuni pun harus memiliki kartu akses atau menggunakan sidik jari mereka untuk masuk ke dalam dan menggunakan lift.

Sebagian apartemen juga  memiliki kartu kunjungan khusus untuk pengunjung. Para tamu mesti menyebutkan unit tujuannya secara jelas sebelum mendapatkan kartu kunjungan. Penyaringan tamu ini membuat keamanan apartemen lebih terjamin.

Berbeda dengan rumah tapak  yang pada umumnya tamu bebas berkunjung. Tidak semua wilayah perumahan tapak memiliki sekuriti khusus.

Apalagi kalau rumah tapak tersebut berada di luar kompleks pengembang alias berada di kampung-kampung. Tidak adanya sistem keamanan khusus ini yang membuat tamu dengan mudah keluar masuk area.

Hal-hal inilah yang membuat keamanan tinggal di rumah tapak kalah dibandingkan apartemen.

Kepraktisan Tempat Tinggal

Kepraktisan dapat menyangkut beberapa hal: kebersihan, kestrategisan, serta perbaikan jika ada kerusakan. Tiga hal ini menjadi pertimbangan dalam menentukan hendak memilih model hunian berbentuk rumah tapak atau apartemen.

Sebagian besar orang menganggap tinggal di apartemen lebih praktis. Anggapan itu muncul karena rata-rata apartemen memiliki petugas khusus yang dapat dipergunakan jasanya untuk membersihkan unit sewaan.

Anda pun cukup menghubungi pengelola gedung jika ada masalah di saluran air ataupun sanitasi. Lokasi apartemen pun umumnya strategis karena dekat dengan perkantoran ataupun fasilitas lainnya seperti mal.

Ditambah lagi banyak apartemen sudah memiliki pusat perbelanjaan, toko waralaba, dan fasilitas publik lainnya di lantai dasar apartemen tersebut sehingga Anda tidak perlu repot-repot keluar kompleks apartemen jika membutuhkan sesuatu.

Berbeda halnya dengan rumah tapak. Kebersihan serta perbaikan saluran air dan sebagainya mesti Anda tangani sendiri atau memanggil tukang. Bisa juga ada menghubungi pemilik rumah untuk mengatasi masalah tersebut.

Lokasi rumah tapak juga tidak selalu strategis. Jarang pula terdapat kompleks rumah tapak yang memiliki fasilitas publik yang lengkap. Sekalinya ada yang demikian harga sewanya jauh lebih tinggi.

Sosialisasi

Anda akan merasa jauh lebih baik tinggal di rumah tapak jika jiwa sosialisasi Anda tinggi. Mengenal tetangga dan lingkungan memang menjadi bagian dari kehidupan seseorang apabila tinggal di perumahan.

Biasanya pula penyewa yang memutuskan menghuni rumah tapak mesti melaporkan diri ke Rukun Tetangga setempat. Ini membuatnya dapat berinteraksi dengan warga lingkungan.

Hal tersebut belum tentu  terjadi jika Anda memilih menyewa unit apartemen. Kehidupan di hunian vertikal ini lebih individualis.

Mencoba mengakrabkan diri ke penghuni unit sebelah kamar Anda bisa saja berujung masalah karena dianggap sebagai tindakan yang mengganggu.

Intinya ketika tinggal di apartemen Anda akan lebih sulit untuk bertemu tetangga.

Kebebasan

Banyak pengelola apartemen yang memberikan aturan untuk tidak mengizinkan penghuni memelihara hewan.Ini untuk menjaga aga keadaan apartemen bersih dan tidak mengganggu tetangga unit sebelah.

Namun Anda dapat memelihara hewan kesayangan di rumah tapak.

Anda  bisa lebih mudah memelihara hewan dengan meminta izin dahulu kepada pemilik  hunian. Saat memelihara hewan Anda harus tetap memperhatikan kebersihan hunian sewa Anda.

Menyewa unit apartemen tidak selamanya lebih menguntungkan dibandingkan memutuskan tinggal di rumah tapak.

Begitu pula sebaliknya. Aspek-aspek pertimbangan penyewaan di atas pada akhirnya akan bergantung pula pada kepribadian dan kenyamanan Anda. Jadi apakah Anda sudah memutuskan? Rumah tapak atau apartemen?

You Might Also Like