Berita

Tolak Hormat Bendera karena Keyakinan yang Dianut, 2 Siswa SMP di Batam Dikeluarkan. Berlebihan?

30 November 2019
anak tak hormat bendera
2 menit

“Aksi” tolak hormat bendera dan bernyanyi lagu Indonesia Raya yang dilakukan oleh 2 siswa SMPN 21 Batam berujung pada keputusan yang pahit.

Akhirnya, diputuskan bahwa keduanya dikembalikan kepada orang tuanya.

Hal ini dilakukan sebab pembinaan dan pendekatan kepada siswa bersama orang tuanya tidak berhasil.

“Mereka pada saat melaksanakan upacara tidak mau hormat bendera dan tidak mau menyanyikan lagu Indonesia Raya. Jadi memang dengan berat hati kita kembalikan ke orang tua,” tutur Kadis Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, seperti dilansir dari detik.com.

Peristiwa tolak hormat bendera dan bernyanyi lagu Indonesia raya sendiri ternyata sudah terjadi sejak satu tahun lalu.

Dinilai Menyalahi Aturan

Dalam rapat yang membahas perilaku kedua murid itu, Hendri mengutip bahwa perbuatan mereka menyalahi aturan.

Tindakan kedua siswa ini pun dikhawatirkan akan membawa pengaruh ke siswa lainnya.

Meskipun akhirnya dikeluarkan, Hendri menyebut bahwa keduanya akan tetap difasilitasi untuk mengenyam pendidikan nonformal.

anak tak hormat bendera

Adapun, kedua siswa tersebut merupakan siswa yang duduk di kelas 8 dan 9.

“Mereka menganut aliran kepercayaan tertentu (Jehovah’s Witnesses). Selama ini sejak kelas 7, sudah 1 tahun lebih setiap upacara tidak mau hormati bendera dan tidak mau nyanyi Indonesia Raya dan kita ambil keputusan itu,” lanjut Hendri.

Baca Juga:

Hore! SPP SMA dan SMK di Jabar Gratis Mulai Tahun 2020

Penganut Saksi Yehuwa

Dalam keyakinan merekan, tidak dianjurkan untuk menghormati apapun selain Tuhan mereka.

Tentunya keyakinan ini bertabrakan dengan kegiatan hormat bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan yang sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan tentang tata cara dalam upacara bendera.

anak tak hormat bendera

Ket: orang tua murid yang tak hormat bendera

Menurut Rohaniawan Kristen yang juga Pendeta Gereja Komunitas Anugerah (GKA) Salemba, Suarbudaya Rahardian, insiden ini merupakan “ekspresi teologis yang bersinggungan dengan ekspresi nasionalisme yang sempit”, seperti dilansir dari bbc.com.

Saksi Yehuwa sendiri merupakan sebuah kepercayaan yang masuk ke Indonesia sejak 1930-an.

Berbeda dengan agama Kristen, Saksi Yehuwa terpisah dengan kepercayaan Kekristenan arus utama.

Meskipun begitu, kepercayaan ini bukanlah sebuah sekte karena para penganutnya tidak pernah memisahkan diri dari gereja atau kelompok besar manapun.

Sebagian hal yang membedakan kepercayaan ini dengan agama Kristen adalah sebagai berikut:

  • Tidak percaya konsep neraka
  • Tidak merayakan natal
  • Memercayai bahwa Yesus adalah Putra Allah, bukan bagian dari Tritunggal

Baca Juga:

Profil 7 Staf Khusus Presiden. Milenial Penuh Prestasi, Bukan Pajangan!

***

Nantikan informasi dan artikel terbaru lainnya hanya di Blog 99.co Indonesia.

Sedang mencari rumah impian? Cari saja di 99.co/id!

You Might Also Like