Berita

Stasiun Kereta Merak, Batas Rel Ujung Barat di Pulau Jawa

31 Juli 2019
stasiun kereta
2 menit

Stasiun kereta Merak menjadi batas rel paling ujung barat di pulau Jawa sejak tahun 1912. Sudah tahukah kamu, Sahabat 99?

Stasiun kereta api Merak berlokasi di Pulo Merak, Cilegon,Banten.

Ada keunikan tersendiri dari stasiun ini.

Stasiun Merak berada di dalam area Pelabuhan Merak yang dikelola PT ASDP Indonesia Ferry.

Namun, kini stasiun Merak sudah dikelola PT KAI , hanya saja kamu yang ingin masuk area pelabuhan harus membayar sebesar Rp2500.

Batas Stasiun Rel Kereta Api di Ujung Barat Pulau Jawa

Dalam sejarah, stasiun Merak ini dibangun pada tahun 1912 oleh Hindia Belanda dan menjadi akhir dari rute rel kereta di ujung barat pulau Jawa.

Dibangunnya stasiun ini karena untuk menyambungkan dan memudahkan masyarakat yang akan menggunakan transportasi laut untuk menyeberang ke Pulau Sumatera.

Batas rel yang berada di stasiun Merak saat ini memiliki 4 jalur kereta dan setiap harinya memiliki rute yang berbeda-beda.

Jalur 1 dan 3 untuk jalur depo, yakni tempat parkir rangkaian kereta sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Sedangkan jalur 4 sebagai jalur lurus atau digunakan sebagai lintasan kereta api dan jalur simpan.

Stasiun Merak masuk dalam kelas II yang memiliki ketinggian +3 meter.

Baca Juga:

Rumah Kamu Jauh dari Stasiun Kereta? Sayang Banget Tahu!

Sebelum Stasiun Kereta Merak ada Labuan

Bila ditanya, stasiun mana yang aktif di ujung paling barat Pulau Jawa? Jawabannya adalah stasiun Merak, lantaran stasiun Labuan sudah berstatus non-aktif.

Melansir dari Kabar Penumpang, stasiun Labuan dibangun tahun 1906 oleh Staatsspoorwegen (SS), salah satu perusahaan kereta api Hindia Belanda.

Batas rel kereta pertama di Stasiun abuan ini berlokasi di desa Labuan, Kecamatan Labuan, Pandeglang, Provinsi Banten.

Sempat dikelolah oleh PT KAI namun, stasiun Labuan akhirnya berhenti beroperasi tahun 1982 karena kalah saing oleh transportasi lainnya.

Dulu stasiun Labuan merupakan stasiun yang sibuk karena melayani naik dan turun penumpang sebanyak 53 ribu hingga 136 ribu penumpang per tahunnya.

Selain itu untuk barang hampir tujuh ribu ton per tahun dan merupakan salah satu komoditi yang membawa ikan untuk dijual ke Tanah Abang serta mengangkut garam.

Meski sudah 37 tahun tak beroperasi, stasiun ini masih terlihat bentuk jelas stasiun karena terpasang papan nama Stasiun Labuan di depannya.

Namun, sayangnya kini bangunan itu tidak terlalu terawat.

Tetapi, di belakang stasiun dekat bekas rel jalur Labuan-Rangkasbitung terdapat sebuah rumah tinggal penjaga stasiun tersebut.

Baca Juga:

Perumahan Rp150 Juta-An Dekat Stasiun Kereta yang Menarik Dipilih

Siapa nih yang pernah ke stasiun Merak?

Semoga informasi di atas bermanfaat untukmu ya, Sahabat 99!

Jangan lupa pantau terus informasi terbaru seputar properti di Blog 99.co Indonesia!

Dapatkan pula properti idaman dengan harga terjangkau dalam situs 99.co/id .

You Might Also Like