Berita Ragam

Ilmuwan Stephen Hawking Sebut Surga Tidak Ada, Katanya Cuma Dongeng dan Bohong!

2 menit

Sosok Stephen Hawking tak pernah lepas dari sorotan publik karena sang ilmuwan kerap memicu kontroversi. Salah satunya adalah pengakuan surga tidak ada dan cuma cerita dongeng!

Sahabat 99, siapa yang tidak kenal Stephen Hawking?

Hawking adalah seorang ilmuwan fisika teoretis terkenal asal Inggris yang lahir pada Januari 1942.

Semasa hidupnya, tak sedikit penemuan-penemuan besar dari sang ahli kosmologi tersebut.

Tidak cuma itu, pria yang meninggal pada 2018 silam tersebut juga kerap mengundang kontroversi.

Satu kontroversi Hawking yang mungkin masih jadi perdebatan adalah tentang surga dan kehidupan setelah kematian.

Dalam wawancara eksklusif dengan The Guardian pada beberapa tahun lalu, dia berbagi pemikirannya tentang kematian.

Menurut dia, surga tidaklah ada dan kehidupan setelah kematian cuma angan-angan.

Kira-kira, apa alasannya?

Stephen Hawking: Surga Itu Bohong

stephen hawking surga bohong

Sumber: Theguardian/Discovery Channel

Melansir The Guardian dalam artikel berjudul Stephen Hawking: ‘There is no heaven; it’s a fairy story‘, dia menyatakan kalau surga adalah rekaan.

Dalam agama Islam, surga adalah tempat bagi kaum muslim yang menjalankan amal baik semasa hidup.

Namun, Hawking bilang keyakinan terkait surga atau kehidupan setelah kematian adalah “cerita dongeng” bagi orang-orang yang takut mati.

Dengan kata lain, Stephen Hawking menyatakan bahwa surga itu bohong.



Penulis A Brief History of Time itu mengatakan bahwa tidak ada masa setelah otak manusia berhenti bekerja.

Oleh karena itu, Hawking yang menderita penyakit motor neuron pada usia 21 lebih menikmati hidup.

Terlebih, dia memahami bahwa penyakitnya itu tidak bisa disembuhkan dan di kemudian hari bakal membunuhnya.

“Saya telah hidup dengan ancaman kematian dini selama 49 tahun terakhir. Saya tidak takut mati, tetapi saya tidak buru-buru mau mati. Ada banyak hal yang ingin saya lakukan terlebih dahulu,” ujar Hawking ketika itu.

Otak Manusia seperti Komputer, Tidak Ada Surga!

Hawking mengibaratkan otak manusia sebagai sebuah komputer.

Komputer akan berhenti ketika komponennya rusak.

“Tidak ada surga atau kehidupan setelah mati bagi komputer-komputer yang rusak. Itu hanya dongeng (cerita bohong) bagi orang yang takut,” katanya.

Melansir Tempo.co, komentar Hawking tersebut sejalan dengan pendapat di bukunya, The Grand Design (2010).

Pada buku itu, salah satu orang tercerdas tersebut menegaskan bahwa tidak perlu Sang Pencipta untuk menjelaskan keberadaan alam semesta.

Alhasil, buku tersebut memicu kecaman dari para pemimpin agama salah satunya Rabbi Lord Sack yang menuding Hawking memiliki logika mendasar keliru.

Meski demikian, dia mempersilakan setiap orang mempercayai keyakinan yang dirasa benar.

Namun, pandangan Hawking dan perjalanan panjang dalam bidang sains membuatnya yakin kalau tidak ada kehidupan setelah kematian.

Kehidupan setelah kematian sulit dipercaya bagi seorang yang rasional.

Maka tak heran kalau Hawking juga adalah sosok yang tidak percaya Tuhan dan yakin tidak ada yang menciptakan alam semesta.

“Tidak ada surga, tidak ada akhirat. Saya berpandangan, kepercayaan pada akhirat adalah angan-angan,” ujar Hawking.

Bagaimana menurutmu, Sahabat 99?

***

Semoga bermanfaat, ya!

Simak artikel menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Jangan lupa, kunjungi www.99.co/id untuk menemukan rumah terbaikmu!




Ilham Budhiman

Penulis

Related Posts