Berita

Tak Mau PHK karena Covid-19, Strategi Pengusaha Properti Pertahankan Karyawan Ini Patut Ditiru!

2 menit

Pandemi Covid-19 tak hanya membahayakan kesehatan. Tetapi juga membuat status finansial para pengusaha properti berantakan. Pada akhirnya, beberapa karyawan terpaksa dirumahkan bahkan diputus hubungan kerja.

Iklim bisnis yang tak karuan semenjak pandemi membuat kinerja perusahaan anjlok, terutama yang bergelut di bidang properti.

Hal ini menyebabkan pemutusan hubungan kerja tak terhindarkan oleh perusahaan.

Namun, ternyata tak semua pengusaha properti menggunakan strategi ini untuk bertahan.

Strategi Pengusaha Properti Cegah PHK

Pengusaha asal Indonesia di Australia, Iwan Sunito, menjabarkan cara perusahaan propertinya untuk tetap berjalan tanpa melakukan PHK pada karyawan.

Iwan mengatakan perusahaannya mulai memotong gaji karyawan sebanyak 15% demi menjaga keuangan.

pengusaha properti cegah phk

Iwan Sunito | Sumber: Crown Group

Tak hanya itu, karyawan diberikan jatah libur tambahan sebanyak 9 hari selama 3 bulan.

“Kita berikan holiday leave 9 hari selama tiga bulan untuk karyawan. Tapi kita potong gaji 15%, that’s how mereka bisa membantu mengurangi beban perusahaan,” jelas Iwan dilansir dari finance.detik.com.

Selama libur 9 hari, karyawan diminta untuk mengembangkan diri dengan memelajari hal baru.

Baca Juga:

Nekat Mudik, Pria Sragen Ini Harus Karantina di Rumah Hantu. Kapok Banget, deh!

Pendekatan Personal pada Karyawan

Pemotongan gaji sebesar 15% terntu saja tak akan disambut gembira oleh siapapun.

Namun, hal ini perlu dilakukan untuk menghindari pemutusan hubungan kerja dengan karyawan.

Untuk membujuk karyawan agar mau dipotong gajinya, maka diperlukan pendekatan personal oleh tim HR maupun pemilik perusahaan.

“Yang susah kalau kita bicara soal pay cut ke mereka, itu untuk jelaskan dampaknya kita lakukan pendekatan personal. Jadi kita tetap mau keep mereka meski gajinya dipotong daripada kita buat tambahan orang yang kena PHK,” jelas Iwan lebih lanjut.

Memang jika dipikirkan lebih dalam, pemotongan gaji masih jauh lebih baik ketimbang kehilangan pekerjaan.

Terlebih tak ada yang tau dengan pasti kapan situasi akan membaik di seluruh dunia.

Bantuan Pemerintah Australia untuk Pengusaha

Menariknya, di Australia ada kebijakan pemerintah yang bisa membantu para pengusaha menghadapi ilkim bisnis yang buruk.

Bantuan ini dimaksudkan untuk membantu para pengusaha memenuhi gaji karyawannya.

Bagi pengusaha yang mengalami penurunan pendapatan hingga 30% lebih, pemerintah akan memberikan bantuan 1.500 dollar Australia per pekerja.

Bantuan ini diberikan langsung kepada pekerja yang bersangkutan per dua minggu sekali.

Adanya dana bantuan ini tentu saja sangat membantu para pengusaha untuk tetap mempertahankan karyawannya.

Sehingga PHK massal pun dapat terhindarkan.

Baca Juga:

Belva Devara Mengundurkan Diri dari Jajaran Stafsus Milenial. Benarkah Ada Konflik Kepentingan?

Semoga informasinya bermanfaat Sahabat 99..

Jangan lupa kunjungi situs berita properti 99 Indonesia untuk melihat artikel menarik lainnya.

Temukan hunian impian Anda di 99.co/id!

Hanifah

Jr. Content Writer for 99.co | Knit & Crochet Enthusiast
Follow Me:

Related Posts