Berita

Subsidi Listrik 900 Volt Putus, 20 Ribu Warga Jabar Dapat Hadiah!

16 Juli 2017
Listrik
2 menit

Sejak akhir tahun 2016, wacana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) santer terdengar. Kabar ini pun begitu dikhawatirkan karena, beban pengeluaran rumah tangga pun bisa jadi makin tinggi. Namun, sebagian dari Anda boleh bernafas lega, sebab kenaikan ini hanya berlaku untuk sebagian orang saja.

Dikutip dari portal berita tribunnews.com, Kepala Satuan Unit Komunikasi Korporat PLN, I Mae Suprateka menegaskan bahwa penyesuaian TDL ini sebenarnya bukanlah bentuk penaikan, melainkan penghilangan subsidi. Setelah melakukan serangkaian penilaia, per 1 Januari 2017, 18 juta masyarakat yang berlangganan listrik 900 volt ampere (VA) pun harus membayar tagihan secara penuh.

Keputusan ini dibuat karena PLN menganggap, mereka telah termasuk pada golongan masyarakat mampu dan dapat membayar tagihan dengan penuh. Sebelumnya, mereka hanya diwajibkan untuk membayar Rp605 kwh saja, setelah subsidi dihapuskan biayanya menjadi Rp1452 per kilo watt hour (kwh).

Warga Miskin Jabar Dapat Hadiah

Secara tidak langsung pelanggan yang harus membayar penuh pun membantu PLN untuk menghemat biaya. Dana yang tersimpan tersebut pun dapat dialokasikan untuk masyarakat yang membutuhkan, misalnya pengaliran listrik pada warga miskin dan ke daerah-daerah pelosok Indonesia.

Pembagian listrik yang belum merata hingga ke pelosok Indonesia bukanlah berita baru. Hingga saat ini, masih ada saja beberapa daerah yang masih harus bergelap-gelapan di malam hari karena belum mendapat aliran listrik. Hal ini pun ternyata terjadi di Pulau Jawa yang notabene disebut sebagai daerah paling maju. Salah satu daerah yang juga masih mengalaminya ialah Jawa Barat (Jabar).

Ada kabar gembira untuk warga Jabar! Memasuki pertengahan 2017 ini, PLN Distribusi Jawa Barat (Disjabar) berkomitmen untuk memberantas ketidaksetaraan tersebut. Dilansir dari situs viva.co.id, PLN Disjabar melalui GM Iwan Purwana menyatakan bahwa pihaknya akan menyambung listrik bagi 26.142 warga miskin di pelosok Jabar.

Hal itu ia ungkapkan setelah melakukan penandatanganan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jabar mengenai penyambungan listrik untuk masyarakat miskin dan tidak mampu, Selasa (11/7) di Bandung. Terjalinnya kerja sama antara PLN Disjabar dengan Pemprov Jabar pun menandai komitmen pemerintah untuk mewujudkan “Jabar Caang” (terang).

Masyarakat yang akan mendapatkan aliran ini ialah warga miskin dan tidak mampu serta sudah tercatat dalam Basis Data Terpadu Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (BDT TNP2K). Tenaga listrik yang akan mereka dapatkan ialah sebesar 450 VA. Tarifnya pun akan disubsidi pemerintah agar tidak memberatkan masyarakat di pelosok.

Semoga di waktu mendatang pemerataan listrik untuk masyarakat pelosok lainnya segera terwujud pula Agar hal ini bisa terwujud, jangan lupa untuk membayar tagihan listrik Anda tepat waktu ya!

Urbanites, yuk kunjungi blog UrbanIndo. Banyak ulasan seputar kebutuhan rumah tangga serta seluk beluk dunia properti yang bermanfaat, lho! Nah, jika Anda punya pertanyaan, jangan ragu untuk menanyakan serta mendiskusikannya di Forum Komunitas UrbanIndo.

You Might Also Like