Hukum

Saudara yang Numpang Tinggal Harus Buat Surat Keterangan Tamu?

2 menit

Keluarga tentu perlu saling membantu dalam banyak hal. Salah satunya memberi tempat untuk saudara yang numpang tinggal, entah karena merantau untuk kuliah, kerja, atau mencari pengalaman baru. Perlu diingat, mereka harus mengurus surat keterangan tamu bila ingin tinggal menumpang cukup lama.

Surat Keterangan Tamu harus dibuat oleh kerabat Anda agar tidak dianggap sebagai penduduk gelap.

Hal ini diungkapkan dalam “Buku Pintar Pengurusan Perizinan & Dokumen” karya Henry S. Siswosoediro sebagaimana dikutip dari situs hukumonline.com.

Kerabat yang merupakan penduduk wilayah/kota lain harus melakukan wajib lapor bila menumpang dalam hitungan hari.

Kerap kali, hal ini

Sementara itu jika ia tinggal dalam hitungan bulan (kurang dari satu tahun), maka Surat Keterangan Tamu dapat dijadikan keterangan sah domisilinya di rumah Anda.

Persyaratan Mengurus Surat Keterangan Tamu

Instansi yang berwenang untuk mengeluarkan Surat Keterangan Tamu adalah kantor kelurahan setempat.

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkannya, yaitu:

  1. Surat pengantar RT/RW setempat
  2. Keterangan tertulis (surat) berpergian/surat jalan dari daerah asal
  3. Surat keterangan tamu dari kepolisian dan atau surat tanda melapor diri (STMD) bagi kerabat yang merupakan warga asing (WNA).

Nah, jika kerabat berniat untuk menumpang tinggal cukup lama, katakanlah satu tahun, maka lebih baik ia mengurus Surat Keterangan Pindah Datang

Penjelasan lengkapnya simak di bawah ini.

Cara & Syarat Mengurus Surat Pindah

Aturan mengenai Surat Keterangan Pindah Datang ini dituangkan dalam Pasal 15 UU No. 23/ 2006, yang berbunyi:

(1) Penduduk Warga Negara Indonesia yang pindah dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia wajib melapor kepada Instansi Pelaksana di daerah asal untuk mendapatkan Surat Keterangan Pindah.

(2) Pindah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah berdomisilinya Penduduk di alamat yang baru untuk waktu lebih dari 1 (satu) tahun atau berdasarkan kebutuhan yang bersangkutan untuk waktu yang kurang dari 1 (satu) tahun.

(3) Berdasarkan Surat Keterangan Pindah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Penduduk yang bersangkutan wajib melapor kepada Instansi Pelaksana di daerah tujuan untuk penerbitan Surat Keterangan Pindah Datang.

(4) Surat Keterangan Pindah Datang sebagaimana dimaksud pada ayat (3) digunakan sebagai dasar perubahan atau penerbitan KK dan KTP bagi Penduduk yang bersangkutan.

Sementara itu ketentuan pengurusan surat ini dituangkan dan dijelaskan lebih lanjut dalam Pasal 29 Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil (“Perpres No. 25/ 2008”). Pasal tersebut berbunyi:

(1) Penduduk Warga Negara Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28, melaporkan kedatangannya kepada kepala desa/lurah di tempat tujuan dengan menunjukkan Surat Keterangan Pindah.

(2) Pendaftaran penduduk Warga Negara Indonesia di Desa/Kelurahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan tata cara:

  1. Penduduk mengisi dan menandatangani Formulir Permohonan Pindah Datang;
  2. Petugas registrasi mencatat dalam Buku Harian Peristiwa Kependudukan dan Peristiwa Penting;
  3. Petugas registrasi melakukan verifikasi dan validasi data penduduk; dan
  4. Kepala desa/lurah menandatangani dan meneruskan Formulir Permohonan Pindah Datang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a kepada camat.

(3) Pendaftaran penduduk di Kecamatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d dilakukan dengan tata cara:

  1. Petugas melakukan verifikasi dan validasi data penduduk; dan
  2. Camat menandatangani Formulir Permohonan Pindah Datang dan menyampaikan kepada Kepala Instansi Pelaksana sebagai dasar penerbitan Surat Keterangan Pindah Datang.

(4) Kepala Instansi Pelaksana menerbitkan dan menandatangani Surat Keterangan Pindah Datang.

(5) Surat Keterangan Pindah Datang sebagaimana dimaksud pada ayat (4), digunakan sebagai dasar:

  1. proses penerbitan KK dan KTP dengan alamat baru; dan
  2. perekaman ke dalam database kependudukan.

Semoga ulasan mengenai Surat Keterangan Tamu dan Surat Keterangan Pindah Datang di atas bermanfaat untuk Anda dan kerabat ya, Urbanites!

Tiara Syahra Syabani

Seorang jurnalis/editor kemudian beralih profesi menjadi content dan copywriter. Pecinta buku komik Hai, Miiko! Senang traveling dan makan makanan gurih. Beri saya masukan dengan meninggalkan komentar :)
Follow Me:

Related Posts