Berita Berita Properti

Memahami Isi Surat Perjanjian Jual Beli Rumah | Dilengkapi Contoh

3 menit

Pada proses jual beli rumah, surat perjanjian jual beli rumah yang jelas dan lengkap sesuai hukum sangat penting. Isinya memuat perihal apa saja yang harus dilakukan oleh tiap pihak, tata cara pembayaran, lokasi rumah, dan lain sebagainya. Lalu, bagaimana sih seharusnya isi surat perjanjian jual beli?

Surat perjanjian jual beli rumah merupakan surat perjanjian yang dibuat oleh dua pihak yang akan melaksanakan transaksi jual beli rumah.

Surat ini berfungsi untuk menghindari terjadinya sengketa di kemudian hari antara penjual dan pembeli.

Proses penandatanganannya melibatkan notaris agar isi surat perjanjian dan dokumen lainnya sesuai dengan aturan hukum.

Isi Surat Perjanjian Jual Beli Rumah

1. Identitas Penjual dan Pembeli

Identitas penjual dan pembeli harus jelas, dilengkapi dengan alamat, kontak, serta NIK.

Setelah identitas diri, akan ada pemberian label sebagai pihak pertama dan pihak kedua untuk menandakan adanya transaksi yang sah.

Pihak pertama biasanya ditujukan untuk orang yang memiliki rumah atau penjual.

Pihak kedua untuk orang yang hendak membelinya.

2. Identitas Rumah

Poin kedua meliputi informasi lengkap terkait rumah yang menjadi objek transaksi.

Isinya berupa nomor sertifikat, alamat lengkap rumah, gambar dan situasi rumah, luas tanah, dan luas bangunan yang berdiri di atasnya.

Pihak pertama wajib melengkapi informasi ini untuk menandai rumah yang diperjualbelikan

Beberapa surat perjanjian jual beli tanah juga menjabarkan detail batasan objek dari sisi barat, utara, timur, dan selatan.

Baca Juga:

Perhatikan, Ini Cara Mudah Mengetahui Harga Jual Rumah Tahun 2020

3. Pasal-pasal

Kemudian Anda harus menjabarkan dengan jelas kesepakatan antar kedua belah pihak.

Penjabaran ini biasanya berbentuk pasal-pasal.

Berikut pasal-pasal yang harus tercantum dalam surat perjanjian:

  • Harga, harga yang dijelaskan harus rinci mengenai harga dari tanah yang dijual, harga dari bangunan rumah, dan kemudian akumulasi harga keduanya.
  • Cara Pembayaran, entah di bayar tunai, dicicili, atau secara KPR, ini harus tertulis dalam surat perjanjian beserta tanggal pelunasan pembelian tersebut.
  • Uang Tanda Jadi, uang tanda jadi diberikan untuk mensahkan status dimulainya proses penjualan dan mengikat kedua belah pihak.
  • Jaminan dan Saksi, sekurang-kurangnya dibutuhkan dua saksi yang mampu membenarkan status kepemilikan pihak pertama atas objek jual beli.
  • Penyerahan dan Status Kepemilikan, menandai kapan akan dilakukan penyerahan rumah berikut sertifikat dan kunci dari pihak pertama ke pihak kedua.
  • Balik Nama Kepemilikan, mengatur cara mengalihnamakan sertifikat dan mengikat pihak pertama untuk membantu prosesnya.
  • Pajak, Iuran dan Pungutan, menjelaskan bahwa sebelum penandatanganan seluruh biaya tersebut masih tanggungan pihak pertama. Namun setelah penandatanganan menjadi tanggungan pihak kedua.
  • Masa Berlaku Perjanjian dan Hal Lain, mengatur apa yang akan terjadi bila salah satu pihak meninggal dunia serta cara menyelesaikan hal lain-lain yang belum tercantum.

4. Tanda Tangan dan Pengesahan di Atas Materai

Pada akhir surat perjanjian, harus ada nama jelas dan tanda tangan kedua pihak beserta saksi.

Tanda tangan dibubuhkan di atas materai dan disaksikan notaris.

Agar ada legatlitas yang sah dan memiliki kekuatan hukum.

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Rumah

AKTA JUAL BELI RUMAH/ TANAH/ BANGUNAN/ RUKO/ TOKO

Pada hari ini, Kamis tanggal 29  Juli 2019  telah disepakati transaksi jual beli sebidang tanah berikut bangunannya yang terletak di Perumahan Telaga Mas Blok 8A No. 300 Desa Sungai Selo Kecamatan Sengklek Kabupaten Banyumas dengan pihak-pihak sebagai berikut:

Nama            : Yuhan Siregar

Pekerjaan     : Seniman

Alamat          : Jln. Sukamaju No. 16

Selanjutnya disebut Pihak Pertama.

Nama             : Iqbal Sodikin

Pekerjaan      : Pegawai Swasta

Alamat           : Komplek Tentara Blok G No. 7

Selanjutnya disebut Pihak Kedua.

Bahwa kedua belah pihak telah sepakat dalam transaksi dimaksud dengan nilai Rp. 250.000.000,- (Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah) dengan cara pembayaran sebagai berikut :

  • Pembayaran pertama sebesar Rp. 50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah)
  • Pembayaran selanjutnya dilakukan dengan cara dicicil sebesar Rp. 20.000.000,- (Dua Puluh Juta Rupiah )/bulan selama 5 (lima) bulan secara berturut-turut sesudah pembayaran pertama.

Demikian Akta Jual-Beli ini dibuat dan disepakati oleh Kedua belah pihak dan jika terjadi kesalahan administrasi, maka Akta Jual-Beli ini diperbaiki atas persetujuan masing-masing pihak.

Pihak Pertama,                                  Pihak Kedua,

Penjual                                               Pembeli

Yuhan Siregar                                  Iqbal Sodikin

Hal Penting yang Harus Diperhatikan

surat perjanjian jual beli rumah

1. Kondisi Air

Pastikan lokasi rumah yang akan Anda beli memiliki ketersediaan air yang baik dan berkualitas.

Air merupakan komponen penting dalam seluruh aktivitas harian manusia.

Kita menggunakan air untuk mandi, minum, memasak, hingga mencuci.

Tentunya Anda ingin pasokan untuk kebutuhan sehari-hari ini selalu terpenuhi bukan?

Selain itu, beberapa lokasi pembangunan rumah masih menggunakan air tanah sebagai sumber air sehari-hari.

Bila rumah yang Anda incar juga memakai air tanah, pastikan pompa air atau sumur yang digunakan masih berfungsi dengan baik dan airnya layak dipakai.

2. Kondisi Listrik

Selain air, listrik juga sangat penting dan menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Pastikan daerah rumah pilihan jaringan listriknya stabil.

Anda bisa bertanya pada tetangga sekitar untuk mendapat jawaban yang lebih netral.

Bila ternyata listrik di daerah itu sering mati, sebaiknya pertimbangkan kembali keputusan Anda.

Listrik yang sering mati dapat merusak perangkat elektronik yang Anda miliki.

Baca Juga:

Contoh Surat Jual Beli Tanah Untuk Kebutuhan Transaksi Tahun 2020

3. Sejarah Rumah

Rumah baru ataupun seken, Anda harus mengetahui sejarah rumah dan tanah tersebut.

Akan lebih baik bila sertifikat yang dimiliki adalah sertifikat hak milik, bukan hak guna bangunan.

Sebab berarti rumah tersebut bebas perkara.

Jangan sampai Anda terlanjur membeli rumah di atas lahan warisan yang statusnya belum jelas.

Sebab kerugian yang akan Anda terima kedepannya tidaklah sedikit.

***

Semoga bermanfaat, Sahabat 99…

Simak informasi menarik lainnya di Blog 99.co Indonesia.

Jangan lupa, kunjungi 99.co/id dan temukan hunian impianmu sekarang!

Hanifah

Jr. Content Writer for 99.co | Knit & Crochet Enthusiast
Follow Me:

Related Posts