Berita Berita Properti

Cara Membuat dan Contoh Surat Perjanjian Sewa Apartemen yang Benar agar Bisnis Lancar

4 menit

Jika apartemen yang telah kamu beli tidak ditempati, sebaiknya disewakan saja supaya kamu bisa mendapat penghasilan tambahan. Sebelum menyewakan apartemen, jangan lupa membuat surat perjanjian sewa apartemen supaya pemilik dan penyewa apartemen sama-sama tidak dirugikan!

Selain sebagai alternatif tempat tinggal, apartemen juga bisa menjadi aset investasi properti yang menguntungkan lo!

Semakin sulitnya mencari sewa rumah yang layak huni di kota besar, menjadikan sewa apartemen sebagai pilihan terbaik.

Jika memiliki apartemen, kamu bisa memanfaatkan tingginya minat masyarakat akan sewa apartemen sebagai lahan mencari penghasilan tambahan.

Namun, saat disewakan, kamu tidak ingin apartemen yang kamu sewakan menjadi rusak karena perilaku penyewa, kan?

Nah, karena itu, kamu harus membuat surat perjanjian yang mengatur semua hak dan kewajiban pemilik dan penyewa.

Isi dari surat perjanjian itu pun bisa kamu diskusikan dengan pihak penyewa.

Buat kamu yang masih bingung, 99.co Indonesia akan membagikan informasi mengenai cara membuat dan contoh surat perjanjiwan sewa apartemen untuk kamu.

Tips Membuat Surat Perjanjian Sewa Apartemen

membuat surat perjanjian sewa apartemen

Mendapat uang dari menyewakan hunian merupakan salah satu keuntungan dari investasi properti.

Maka dari itu, sangat penting untuk kamu mengetahui cara membuat surat kontrak sewa apartemen.

Supaya investasi kamu menguntungkan, yuk ikuti tips membuat surat kontrak sewa apartemen berikut ini:

1. Hukum Surat Perjanjian Sewa Apartemen

Ternyata, perjanjian mengenai sewa tempat tinggal telah diatur secara hukum.

Kamu bisa mempelajari Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1994 tentang Penghunian Rumah oleh Bukan Pemilik.

Di dalam PP tersebut, dijelaskan mengenai perjanjian sewa yang harus memuat jangka waktu dan harga sewa.

Selain itu, perjanjian sewa juga harus memuat hak dan kewajiban antara pemilik dan penyewa apartemen.

2. Kalimat Mudah Dipahami

Untuk menghindarkan kamu dan penyewa dari masalah, gunakanlah bahasa yang lugas dan mudah dipahami dalam surat perjanjian sewa apartemen.

Dengan bahasa yang sederhana, akan memudahkan penyewa memahami aturan dari kamu sebagai pemilik apartemen.

3. Ketentuan Deposit

Uang deposit biasanya digunakan sebagai bukti komitmen seseorang bahwa dia akan menyewa apartemen kamu.

Selain itu, uang deposit bisa kita gunakan jika ke depannya ada kerusakan di apartemen kita.

Keberadaan uang deposit sebenarnya tidak wajib, tetapi tentu dapat membuat kamu sebagai pemiliki apartemen merasa lebih aman.

4. Buat Peraturan secara Detil tetapi Sederhana

Isi perjanjian sewa apartemen haruslah lengkap dan rinci, namun diungkapkan dengan bahasa sederhana.

Beberapa detil yang harus kamu cantumkan di antaranya adalah:

  • Boleh atau tidaknya melakukan pengecatan ulang;
  • Boleh atau tidaknya penyewa memasang paku. Jika boleh, di titik mana saja yang diizinkan;
  • Boleh atau tidaknya penyewa membawa hewan peliharaan;
  • Pemasangan alat elektronik;
  • Denda keterlambatan pembayaran sewa apartemen;
  • dll.

Syarat Surat Perjanjian Sewa Apartemen

syarat membuat surat sewa apartemen

Secara umum surat perjanjian ini hampir sama dengan surat perjanjian sewa tanah.

Namun, objek serta hak dan kewajiban pihak-pihak yang terlibat berbeda.

Sebelum membuat surat perjanjiwan sewa, perhatikan ketentuan berikut ini:

1. Diskusi Pemilik dan Penyewa Apartemen

Untuk menciptakan perjanjian sewa apartemen yang adil, kamu harus berdiskusi dengan penyewa apartemen.

Dalam diskusi, ketahuilah kebutuhan penyewa dan apa yang bisa kamu tawarkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Selain itu, penyewa pun tahu aturan apa saja yang tidak boleh dilanggar olehnya.

2. Mengumpulkan Identitas Penyewa

Setelah calon penyewa menunjukkan keseriusan untuk menyewa apartemen kamu, pintalah data identitas pribadinya.

Kamu dapat memintanya menunjukan KTP, SIM, atau Paspor yang asli, tetapi tidak perlu kamu simpan.

Dokumen yang kamu simpan cukup berupa salinan atau fotokopinya saja.

3. Deskripsi Hunian dalam Perjanjian Sewa Apartemen

Untuk menciptakan surat perjanjian yang valid, kamu juga harus mencantumkan spesifikasi apartemen kamu.

Spesifikasi yang harus tercantum adalah luas unit, jumlah kamar, fasilitas, nomor unit, dan terletak di lantai berapa.

Jika diperlukan, cantumkan juga kondisi apartemen sebelum disewakan.

Misalnya, jumlah lubang pada dinding yang bekas dipaku, perabotan apa saja yang masih terawat, dan lain-lain.

Kamu juga harus mencantumkan sanksi yang dikenakan jika penyewa merusak fasilitas dalam apartemen tersebut.

Sebagai “jaring pengaman”, sebelum terjadi kemungkinan terburuk pada apartemen kamu, ikutilah program asuransi hunian.

3. Harga Sewa dan Metode Pembayaran

Dalam surat perjanjian harus dicantumkan secara jelas mengenai biaya dan durasi sewa.

Cantumkan juga metode pembayaran yang disepakati, apakah tahunan atau bulanan.

Kamu juga harus secara jelas mencantumkan tanggal jatuh tempo setiap bulannya.

Lalu, cantumkan juga denda yang dikenakan ketika penyewa telat membayar.

Sekalipun kamu tidak menerapkan denda, sebaiknya cantumkan juga pada surat kontrak sewa apartemen bahwa kamu tidak menerapkan denda.

4. Tagihan pada Surat Perjanjian Sewa Apartemen

Kamu dan penyewa apartemen juga harus mendiskusikan pembayaran listrik, air, dan lain-lain.

Cantumkanlah nama pihak yang membayar dalam surat perjanjian tersebut, apakah penyewa akan membayar sendiri atau membayar melalui kamu sebagai pemilik apartemen.

5. Saksi

Meski kamu dan penyewa apartemen sudah saling percaya, sebaiknya kamu menghadirkan saksi saat penandatanganan surat perjanjian.

Saksi juga dapat berperan sebagai mediator jika suatu hari nanti ada konflik antara kamu dengan penyewa.

6. Materai

Untuk memperkuat perjanjian tersebut, kamu dan pihak penyewa harus menandatangani surat perjanjian sewa apartemen yang telah dibubuhi materai.

Format Surat Perjanjian Sewa Apartemen

format dokumen penyewaan apartemen

Sebuah surat kontrak sewa apartemen yang baik, tentu harus menggunakan format perjanjian yang rapi.

Nah, berikut ini adalah bagian surat perjanjian sewa yang harus kamu perhatikan.

1. Pembuka

Bagian pembuka ini berisi identitas kamu sebagai pemilik apartemen, identitas penyewa apartemen, dan spesifikasi apartemen.

Luas unit, jumlah kamar, dan perabotan yang tersedia di dalam apartemen harus ada dalam bagian pembuka surat perjanjian.

2. Isi

Isi merupakan bagian penting dari surat kontrak sewa apartemen.

Di bagian ini, kamu akan menuliskan pasal-pasal dan peraturan mengenai sewa apartemen.

Bagian isi juga membahas secara detil hak dan kewajiban antara pemilik dan penyewa apartemen.

3. Penutup

Bagian penutup merupakan bagian pengesahan surat kontrak sewa apartemen.

Di bagian inilah pemilik apartemen, penyewa, dan saksi membubuhkan tanda tangan sebagai wujud kesepakatan atas perjanjian sewa.

Contoh Surat Perjanjian Sewa Apartemen

Kalau masih bingung, kamu bisa meniru beberapa contoh surat perjanjian sewa apartemen di bawah ini.

Contoh Perjanjian Sewa Menyewa Apartemen 1

contoh surat perjanjian sewa apartemen

Contoh Perjanjian Sewa Menyewa Apartemen 2

contoh bukti penyewaan apartemen

Contoh Surat Perjanjian Sewa Apartemen 3

perjanjian kontrak apartemen

***

Itulah seluk-beluk surat penyewaan apartemen, mulai dari tips, syarat, sampai contohnya.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu yang berencana menyewakan unit apartemennya.

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya di portal Berita 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari apartemen di Tangerang?

Bisa jadi apartemen di Transpark Bintaro adalah jawabannya!

Cek saja di 99.co/id untuk menemukan apartemen idamanmu!

Theofilus Richard

Penulis konten | Semoga tulisanku berkesan buat kamu

Related Posts