Berita Berita Properti

8 Tahapan Proyek Desain Interior yang Harus Kamu Tahu. Ternyata Kerjanya Detail Banget!

3 menit

Mengaplikasikan konsep desain interior idaman kita ternyata bukan pekerjaan yang mudah. Pasalnya, ada sejumlah tahapan proyek desain interior yang harus kita ikuti untuk mendapatkan hasil yang sesuai keinginan.

Menciptakan desain interior ternyata tidak cukup bermodal gambar desain estetik di Pinterest.

Lebih dari itu, kita harus mengukur kesesuaian desain dengan ruangan, bujet, dan lain-lain.

Maka dari itu, untuk mendesain interior ruangan yang memukau, diperlukan tenaga profesional yang sudah ahli di bidangnya.

Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai tahapan proyek desain interior, beberapa waktu lalu 99.co Indonesia menghubungi seorang desainer interior dari Bandung, Adhi Rinaldi.

Selain sebagai praktisi, dia juga seorang dosen desain interior di Institut Teknologi Nasional di Bandung.

Dalam sesi sharing session 99.co Indonesia, Jumat (11/6/2021), Adhi juga menjelaskan sejumlah tahapan proyek desain interior yang biasa dia kerjakan.

Kamu penasaran apa saja tahapan yang harus dikerjakan seorang desainer interior?

Yuk, cek uraian lengkapnya di bawah ini!

8 Tahapan Proyek Desain Interior

1. Feasibility Study

tahapan feasibilty study dalam proyek desain interior

sumber: Freepik.com/master1305

Feasibility study atau studi kelayakan adalah proses mengevaluasi sebuah proyek.

Di tahap ini, desainer menganalisis objek proyek dari berbagai sektor, di antaranya adalah:

  • Manfaat ekonomis bagi proyek tersebut;
  • Fungsi ekonomis bagi negara;
  • Manfaat sosial bagi masyarakat di sekitar proyek.

Namun, analisis mendalam ini hanya dilakukan pada proyek-proyek pemerintah atau proyek skala besar.

2. Briefing

briefing proyek desainer

sumber: Freepik.com/pressfoto

Setelah melakukan analisis terhadap objek proyek, langkah selanjutnya adalah briefing.

Di tahap ini, calon klien akan mengungkapkan masalah dan keinginannya.

Setelah itu, desainer interior dan calon klien akan sama-sama brainstorming mengenai gambaran umum interior rumahnya.

3. Perancangan Desain

tahapan merancang desain interior

Setelah mengetahui kemauan klien, langkah selanjutnya adalah merancang desain.

Perancangan desain pun dibagi dalam dua tahap, yaitu membuat sketsa dan menggambar detailnya.

Elemen yang harus terdapat dalam sketsa, di antaranya adalah:

  • Outline plan;
  • Preliminary design;
  • Pengembangan desain.

Sementara, pada tahap penggambaran detail, seorang desainer harus mencantumkan informasi detail dari sebuah gambar.

4. Memperhitungkan Biaya

tahapan bujeting proyek desain interior

sumber: Freepik.com/pressfoto

Selain menggambar desain ruangan, desainer interior juga harus secara detail memperhitungkan alokasi biaya total untuk mengaplikasikan desainnya.

Biaya tersebut mencakupi beberapa hal seperti cat, partisi, kebutuhan material, furnitur yang digunakan di rumah, dan lain-lain.

Daftar perkiraan biaya ini penting agar desainer interior dan klien tidak merasa dirugikan karena sama-sama tahu berapa bujet yang harus dipersiapkan.

5. Lelang Proyek

presentasi lelang tender desainer interior

Setelah menyiapkan desain yang akan diajukan kepada calon klien, desainer interior pun bisa mengikuti lelang yang dibuat calon klien.

Untuk mengikuti lelang, ada beberapa dokumen yang harus dipersiapkan seorang desainer interior:

  • Surat penawaran kerja;
  • Penjelasan kondisi umum;
  • Gambar desain;
  • Perkiraan biaya pengaplikasian desain;
  • Kontrak kerja

Sementara, untuk jenis lelang yang biasa diikuti desainer interior di antaranya adalah:

  • Lelang umum atau terbuka;
  • Lelang terbatas;
  • Pengadaan langsung;
  • Pemilihan langsung;
  • Penunjukkan langsung;
  • Pengadaan barang/jasa khusus;
  • Swakelola.

6. Tahap Pelaksanaan

tahap pelaksanaan proyek desainer interior

Setelah memenangkan tender, desainer biasanya akan mendapat surat perintah kerja dari klien.

Surat perintah kerja tersebut mencakup beberapa elemen, di antaranya adalah:

  • Lingkup pekerjaan;
  • Jadwal pekerjaan;
  • Nilai imbalan jasa;
  • Tahap pembayaran imbalan jasa.

Kemudian, klien dan desainer interior pun akan sama-sama menandatangani kontrak kerja.

Setelah itu, barulah proyek masuk ke tahap pengerjaan.

7. Test & Operation

test and operation desainer interior

sumber: Freepik.com/pvproductions

Setelah proyek selesai pun, desainer interior pun tidak bisa lepas tangan begitu saja.

Dia masih bertanggung jawab memastikan pengerjaan proyek berjalan sesuai rencana.

Test and Operation dilakukan ketika proyek masih berjalan. Misalnya pengetesan saluran air, listrik, dan lain-lain,” ujar Adhi.

8. Maintenance & Operation

tahapan maintenance proyek desain interior

sumber: Freepik.com/pressfoto

Bahkan, saat proyek selesai pun, desainer masih memiliki beberapa tanggung jawab.

Maintenance and Operation dilakukan setelah proyek diserahterimakan, biasanya ada maintenance selama tiga sampai enam bulan,” kata Adhi.

Maka dari itu, biasanya setelah proyek selesai, pembayaran jasa tidak dilakukan secara penuh.

Masih ada sisa sekira 10% dari total biaya jasa interior yang akan dibayarkan setelah masa maintenance and operation selesai.

***

Itulah 8 tahap proyek desainer interior yang harus kamu ketahui.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Sahabat 99 ya!

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya di portal Berita 99.co Indonesia.

Jika sedang mencari rumah di Bandung, bisa jadi Podomoro Park Bandung adalah jawabannya.

Cek saja di 99.co/id untuk menemukan rumah idamanmu!

Theofilus Richard

Penulis konten | Semoga tulisanku berkesan buat kamu

Related Posts