Berita Ragam

Mengenal Tanah Gambut, dari Manfaat hingga Ancaman Keberadaannya

2 menit

Tahukah kamu bahwa tanah gambut memiliki kandungan bahan organik yang tinggi? Hebatnya lagi, gambut bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit tenaga listrik, lo!

Di Indonesia sendiri, gambut diperkirakan memiliki kandungan organik yang bisa mencapai 2 kali lipat dari kandungan gambut pada umumnya, yaitu 30%.

Ternyata, kandungannya terbentuk dari pembusukan sisa-sisa tumbuhan seperti kayu, daun, ranting, dan sebagainya.

Bahkan bukan hanya tumbuhan, seringkali dalam lapisan gambut ditemukan bangkai hewan.

Tertarik untuk mengupas informasi lebih lanjut mengenai tanah gambut?

Langsung saja yuk simak ulasannya di bawah ini.

Apa itu Tanah Gambut?

Gambut adalah lahan basah yang terbentuk atas timbunan bahan organik, seperti sisa-sisa pohon, rerumputan, lumut, dan bangkai hewan.

Timbunan tersebut menumpuk selama ribuan tahun hingga membentuk endapan yang tebal.

Umumnya, gambut ditemukan di area genangan air, seperti rawa, cekungan antara sungai, maupun daerah pesisir.

Nah, gambut sendiri terbentuk ketika bumi menghangat sekitar tahun 9600 Sebelum Masehi.

Seiring permukaan laut meningkat, terbentuklah gambut di daerah delta (daratan sekitar sungai) dan pantai.

Gambut di daerah tersebut mengandung kandungan mineral dari air sungai dan pantai akibat pasang surut air laut dan air sungai.

Apa Saja Jenis Tanah Gambut?

tanah gambut

sumber: bibitbunga.com

Menurut berbagai sumber, tanah gambut di Indonesia terbagi menjadi dua jenis:

1. Topogen

Topogen merupakan lapisan gambut yang terbentuk karena genangan air akibat terhambatnya drainase.

Jenis ini biasa ditemukan di area belakang pantai atau di pegunungan dengan kedalaman tanah sekitar 4 meter.

2. Ombrogen 

Ombrogen sulit dijumpai ketimbang topogen.

Pasalnya, jenis ini memiliki umur yang lebih tua dengan kedalaman mencapai 20 meter dengan jumlah kandungan hara yang terbatas.

Tanah ini berasal dari endapan mangrove yang kemudian mengering dan banyak ditemukan di sekitar pantai Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Baca Juga:

Real Estate Adalah Objek Tanah & Bangunan, Lantas Apa Bedanya Dengan Properti? Ini Jawabannya!

Apa Saja Manfaat dari Tanah Gambut?

Pasti kamu sudah paham bahwa tanah gambut mengandung bahan organik yang tinggi.

Ternyata, kandungan dari gambut bukan cuma itu, lo!

Selain kaya kandungan organik, gambut nyatanya memiliki sifat asam yang tinggi.

Sayangnya, kandungan tersebut membuat tanah menjadi kurang subur.

Dari sifatnya tersebut—tanah dalam kondisi kering—ternyata bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar.

Hal itu terjadi karena kandungan bahan organik dalam gambut membuatnya bisa dijadikan sumber energi.

Bahkan jika kondisinya mendukung dan setelah melewati periode geologis, gambut bisa terbentuk menjadi sejenis batu bara.

Contohnya di beberapa negara, manfaat gambut digunakan sebagai sumber panas dalam memenuhi sumber daya kebutuhan rumah tangga.

Hebatnya di Finlandia, gambut bisa digunakan sebagai bahan bakar pembangkit tenaga listrik, lo!

Apakah Tanah Gambut Bisa Menjadi Ancaman?

lahan gambut

Dewasa ini, tak menutup kemungkinan bahwa tanah gambut bisa menjadi ancaman kerusakan alam.

Pasalnya, gambut menyimpan karbon global dan jadi penampung karbondioksida yang sangat besar.

Menurut sebuah penelitian di awal tahun 2000 di Sumatera, kandungan karbon gambut mencapai lebih dari 18 juta ton.

Banyak sekali, bukan?

Ya, permasalahan ini bisa mengakibatkan efek gas rumah kaca yang kemudian berpengaruh pada perubahan iklim global.

Boleh jadi, ancaman gambut adalah kebakaran dan kekeringan.

Misalnya, dalam kondisi kering, gambut bisa membuat permukaan air tanah turun dan bagian yang tidak basah mengalami dekomposisi.

Baca Juga:

Mengenal Fungsi Dan Jenis Dinding Penahan Tanah, Konstruksi Lahan Miring

***

Semoga informasinya bermanfaat ya, Sahabat 99.

Simak artikel menarik lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Ingin membeli rumah di kawasan perumahan citra raya?

Kunjungi 99.co/id dan temukan beragam pilihan hunian menarik!

Gadis Saktika

Sempat jadi jurnalis politik dan sekarang menjadi content writer 99.co Indonesia. Berpengalaman menjadi fans KPOP hingga grup yang diidolakan semuanya bubar. Who's with me?

Related Posts