Eksterior Rumah Anda

Mudah Dirawat, Ini 16 Tanaman Anti Virus yang Wajib Ada di Rumah. Tak Kalah Indah dan Cantik!

4 menit

Bagi kamu yang sedang mencari tanaman ajaib untuk ditanam di rumah, sejumlah tanaman berikut ini wajib dipertimbangkan karena termasuk sebagai tanaman anti virus. Apa saja? 

Sejak zaman dulu, sejumlah tanaman tersebut dikenal memiliki kemampuan untuk mencegah segala macam penyakit.

Maka tak heran jika tanaman-tanaman ini digunakan sebagai ramuan dan pengobatan tradisional di berbagai negara.

Hanya saja, belum banyak yang tahu daftar tanaman anti virus yang sebetulnya bisa ditanam di rumah.

Dengan menanamnya di rumah, kamu bisa memanfaatkan tanaman tersebut jika diperlukan sewaktu-waktu.

Keampuhan tanaman ini tak perlu diragukan lagi karena telah diteliti oleh sejumlah penelitian di berbagai negara.

Berikut adalah tanaman anti virus yang bisa kamu tanam di rumah.

Tak sulit untuk menanamnya, kok!

16 Tanaman Anti Virus yang Bisa Ditanam di Rumah

tanaman anti virus rumah

yates.com.au

1. Oregano

Dikutip healthline, oregano adalah tanaman populer di keluarga mint.

Senyawa tanaman ini termasuk carvacrol menawarkan sifat antivirus.

Minyak oregano dan carvacrol mengurangi aktivitas murine norovirus (MNV) dalam waktu 15 menit setelah terpapar.

MNV sangat menular dan penyebab utama flu perut pada manusia.

Minyak oregano dan carvacrol juga telah terbukti melawan virus herpes simpleks tipe-1 (HSV-1).

Virus lain yang dapat diatasi adalah rotavirus dan virus pernapasan syncytial (RSV), yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan.

2. Sage

Sage juga merupakan anggota keluarga mint.

Sage adalah ramuan aromatik yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati infeksi virus.

Sifat antivirus sage sebagian besar dikaitkan dengan senyawa yang disebut safficinolide yang ditemukan di daun dan batang tanaman.

Tanaman ini dapat melawan virus human immunodeficiency tipe 1 (HIV-1), yang dapat menyebabkan AIDS.

Dalam sebuah penelitian, ekstrak sage secara signifikan menghambat aktivitas HIV dengan mencegah virus memasuki sel target.

Sage juga telah terbukti memerangi HSV-1 dan Indiana vesiculovirus, yang menginfeksi hewan ternak seperti kuda, sapi, dan babi.

3. Basil

tanaman anti virus

Sumber: gardenzeus

Senyawa seperti apigenin dan asam ursolat dalam daun ini menunjukkan efek kuat terhadap virus herpes, hepatitis B, dan enterovirus.

Tanaman herbal basil telah terbukti meningkatkan kekebalan yang dapat membantu melawan infeksi virus.

Kamu bisa menanam basil dari biji menggunakan pot atau langsung di halaman rumah.

4. Adas

Adas adalah tanaman beraroma licorice yang dapat melawan virus tertentu.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ekstrak adas menunjukkan efek antivirus yang kuat terhadap virus herpes dan parainfluenza tipe-3 (PI-3).

Terlebih lagi, trans-anethole atau komponen utama minyak esensial adas telah menunjukkan efek antivirus yang kuat terhadap virus herpes.

5. Bawang Putih

Menanam bawang putih di rumah memiliki ragam manfaat.

Bawang putih memiliki aktivitas antivirus melawan influenza A dan B, HIV, HSV-1, pneumonia virus, dan rhinovirus.

Bawang putih juga meningkatkan respons sistem kekebalan dengan merangsang sel kekebalan pelindung, yang dapat melindungi dari infeksi virus.

6. Lemon Balm

tanaman antivirus

Sumber: thespruce

Lemon balm adalah tanaman lemon yang biasa digunakan dalam teh dan bumbu.

Ekstrak lemon balm adalah memiliki aktivitas antivirus terhadap avian influenza (flu burung), virus herpes, HIV-1, dan enterovirus 71.

Masih ragu menanam lemon balm di rumah?

7. Peppermint

Peppermint adalah tanaman hias yang dikenal memiliki kualitas antivirus yang kuat.

Daun dan minyak esensial daun mint mengandung komponen aktif, termasuk mentol dan asam rosmarinic yang memiliki aktivitas antivirus dan anti-inflamasi.

Antivirus dalam tanaman herbal yang satu ini juga manjur melawan virus pernapasan syncytial (RSV).

8. Rosemary

Tanaman anti virus lainnya adalah rosemary.

Rosemary memiliki banyak senyawa termasuk asam oleanolic.

Asam oleanolic pada resemary menunjukkan aktivitas antivirus terhadap virus herpes, HIV, influenza, dan hepatitis.

Rosemary juga ampuh sebagai tanaman pengusir kecoa.

9. Echinacea

tanaman herbal

Sumber: americanmeadows

Tanaman hias bunga yang satu ini sangat cantik.

Tak sedikit bagian tanaman termasuk bunga, daun, dan akarnya yang digunakan untuk pengobatan alami.

Faktanya, echinacea purpurea yaitu salah satu varietas digunakan oleh penduduk asli Amerika untuk mengobati berbagai infeksi virus.

Varietas echinacea tertentu termasuk E. pallida, E. angustifolia, dan E. purpurea  sangat efektif dalam memerangi infeksi virus seperti herpes dan influenza

10. Sambucus

Sambucus masih sangat jarang ditanam di halaman rumah.

Padahal, tanaman yang disebut elderberry ini kerap menjadi berbagai olahan untuk mengobati infeksi virus seperti flu dan pilek.

Jus elderberry dapat menekan replikasi virus influenza dan merangsang respons sistem kekebalan.

11. Licorice

Siapa yang belum tahu licorice?

Tumbuhan yang satu ini telah digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok selama berabad-abad.

Glycyrrhizin, liquiritigenin, dan glabridin hanyalah beberapa zat aktif dalam licorice yang memiliki sifat antivirus yang kuat.

Ekstrak akar licorice efektif melawan HIV, RSV, virus herpes, dan coronavirus terkait sindrom pernapasan akut (SARS-CoV), yang menyebabkan jenis pneumonia serius.

Luar biasa, bukan?

12. Astragalus

Astragalus adalah tanaman berbunga yang populer dalam pengobatan tradisional Tiongkok.

Penelitian menunjukkan bahwa astragalus memerangi virus herpes, hepatitis C, dan virus flu burung H9.

Tertarik menanamnya di rumah?

13. Jahe

Jahe sudah dikenal sebagai tanaman antivirus terbaik.

Jahe telah terbukti memiliki aktivitas antivirus yang mengesankan berkat konsentrasi tinggi pada senyawa tanaman.

Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak jahe memiliki efek antivirus terhadap flu burung, RSV, dan feline calicivirus (FCV), yang sebanding dengan human norovirus.

Selain itu, senyawa spesifik dalam jahe seperti gingerol dan zingerone telah ditemukan dapat menghambat replikasi virus dan mencegah virus memasuki sel inang.

Cara menanam jahe juga cukup mudah, lo!

14. Ginseng

Selain jahe, ginseng juga sudah dipercaya menangkal efek signifikan terhadap RSV, virus herpes, dan hepatitis A.

Selain itu, senyawa dalam ginseng yang disebut ginsenosides memiliki efek antivirus terhadap hepatitis B, norovirus, dan coxsackievirus.

15. Dandelion

tanaman dandelions

Sumber: gardeningknowhow

Dandelion atau randa tapak adalah tanaman bunga yang berkhasiat untuk menangkal antivirus.

Penelitian menunjukkan bahwa dandelion dapat memerangi hepatitis B, HIV, dan influenza.

Selain itu, ekstrak dandelion menghambat replikasi demam berdarah, virus yang dibawa nyamuk yang menyebabkan demam berdarah.

16. Pegagan

Dikutip Kompas, tanaman pegagan bermanfaat sebagai imunomodulator pada penyakit yang membutuhkan pertahanan sistem imun seluler maupun humoral.

Kandungan senyawa glikosida triterpenoid dan asiaticoside dapat mempercepat perbaikan sel-sel kulit dan meningkatkan daya tahan tubuh non spesifik.

***

Demikianlah 16 tanaman anti virus yang bisa kamu tanam di rumah.

Semoga informasi ini bermanfaat untuk Sahabat 99.

Cek artikel menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Kamu sedang cari rumah dijual di Mampang Prapatan Jakarta Selatan?

Temukan ragam hunian menarik hanya di www.99.co/id!

Ilham Budhiman

Penulis

Related Posts