Gaya Hidup Kesehatan

5 Tanaman Obat Stroke yang Dapat Ditanam di Rumah. Yuk, Tanam Sekarang!

3 menit

Tanaman obat stroke ternyata mudah untuk ditanam di halaman rumah, lo. Selain itu, beberapa tanaman ini juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur. Apa saja?

Stroke merupakan salah satu penyakit yang sangat dihindari oleh setiap orang.

Penyakit yang satu ini muncul ketika pasokan darah ke otak terganggu lantaran adanya penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah.

Untuk diketahui, tanpa darah, otak tak akan memperoleh asupan oksigen dan nutrisi sehingga sel pada beberapa bagian otak akan mati.

Tindakan penanganan yang cepat bisa meminimalisir kerusakan otak yang lebih parah.

Sejumlah faktor penyebab stroke bisa diakibatkan karena masalah kesehatan, gaya hidup, dan lain sebagainya.

Adapun gejala yang perlu kamu ketahui di antaranya;

  • Tak mampu mengangkat salah satu lengan karena merasa lemas atau mati rasa.
  • Pelafalan atau ucapan yang tidak jelas.
  • Salah satu sisi wajah akan terlihat menurun dan tidak bisa tersenyum.
  • Mual dan muntah.
  • Sakit kepala yang datang tiba-tiba.
  • Penurunan kesadaran
  • Hilangnya penglihatan.

Maka dari itu, patut kiranya untuk melakukan konsultasi lebih lanjut apabila mengalami gejala-gejala seperti yang telah disebutkan.

Nah, melansir beberapa sumber, berikut adalah tanaman obat stroke yang bisa kamu tanam di rumah untuk mencegah adanya gejala atau penyakit stroke.

5 Tanaman Obat Stroke

1. Bawang Putih

 

tanaman obat bawang putih

Sebuah penelitian mengungkapkan jika mengonsumsi bawang putih bisa melebarkan pembuluh darah.

Hal ini bisa mencegah terjadinya stroke iskemik, yakni salah satu jenis stroke yang terjadi karena adanya gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah otak.

Tak hanya itu, kandungan bawang putih juga baik untuk kesehatan serta mampu mengatasi beragam penyakit lainnya.

Kamu bisa mulai untuk menanam bawang putih di halaman rumah mulai dari sekarang, Sahabat 99.

2. Kunyit

kunyit tanaman obat stroke

Selain bawang putih, kunyit, yang biasa menjadi bumbu masakan di dapur, juga bermanfaat sebagai obat stroke.

Tanaman bernama latin curcuma longa ini mempunyai manfaat menurunkan kadar kolesterol dan membantu mencegah penyumbatan di arteri.

Dalam penelitian lainnya, kunyit juga bisa memengaruhi mekanisme yang melindingi serta membantu regenerasi sel-sel otak setelah stroke.

Namun, perlu pengawasan dokter jika kamu ingin mengonsumsi kunyit yang khusus dalam menyembuhkan stroke.

3. Ginseng

ginseng tanaman obat stroke

Selanjutnya, tanaman obat stroke yang bisa mencegah akan hadirnya penyakit berbahaya ini adalah ginseng.

Penelitian Frontiers in Cellular Neuroscience mengumumkan jika ginseng cukup efektif mengatasi masalah kesehatan pada otak dan saraf.

Salah satu penyakit yang bisa diobati dengan ginseng adalah stroke.

Mengonsumsi ginseng bisa pula memberikan perlindungan terhadap otak dan saraf dalam menjaga berbagai fungsi otak.

4. Jahe

gambar jahe

Selain berkhasiat guna menghangatkan tubuh, ternyata jahe juga bisa menurunkan tingkat kolesterol jahat.

Tak hanya itu, jahe bisa pula membantu sirkulasi darah ke seluruh tubuh, termasuk ke bagian otak.

Manfaat lain dari jahe yaitu dapat mengencerkan darah sehingga bisa mencegah penyumbatan pada pembuluh darah

5. Ginkgo Biloba

ginkgo biloba

Berbeda dengan tanaman obat sebelumnya, Ginkgo Biloba tergolong mulai sulit ditemukan.

Akan tetapi, bukan berarti kamu tidak bisa menanamnya di sekitar rumah, lo.

Tanaman yang satu ini mampu mencegah penyumbatan pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah ke otak.

Tak hanya itu, Ginkgo Biloba berkhasiat pula untuk mencegah serangan radikal bebas pada tubuh.

Dalam mengonsumsi 5 tanaman obat stroke yang telah disebutkan, ada baiknya tetap berkonsultasi dengan dokter agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

***

Semoga bermanfaat, Sahabat 99.

Pantau terus informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Kunjungi www.99.co/id untuk menemukan ragam hunian idaman.

Salah satunya yakni Andar River Park!

Hendi Abdurahman

Selain menulis, juga menikmati jalan-jalan dari satu gang sempit ke gang sempit lainnya.

Related Posts