Berita Berita Properti

Teknologi ABSAH, Membuat Penampungan Air Hujan Bisa Digunakan

Advertisement
2 menit

Tahun ini, teknologi ABSAH nuntuk penampungan air hujan akan diterapkan melalui program padat karya tunai. Selanjutnya baca di sini.

Pada tahun ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menerapkan inovasi Akuifer Buatan Simpanan Air Hujan (ABSAH).

Penampungan air hujan ini akan digunakan sebagai sumber air baku masyarakat.

Rencananya teknologi ABSAH ini akan dibuat di 94 lokasi yang disalurkan melalui Program Padat Karya Tunai (PKT).

Anggaran yang dialokasikan Kementerian PUPR yaitu sebesar Rp38 miliar.

Teknologi Penampungan Air Hujan ABSAH Bisa Membantu Masyarakat Selama Pandemi Covid-19

Melansir dari Bisnis.com, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengatakan bahwa program infrastruktur kerakyatan atau PKT ini penting untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Apalagi di saat-saat pandemi Covid-19 yang sedang mewabah ke Indonesia.

Teknologi ABSAH sebagai penampungan air hujan ini bisa mendukung mitigasi dampak pandemi Covid-19 terhadap masyarakat.

Khususnya mengurangi angka pengangguran dan mempertahankan daya beli.

penampungan air hujan

Sumber: kompas.com

“Setiap tahapan pelaksanaan program padat karya dilakukan sesuai dengan protokol Covid-19, seperti menjaga jarak fisik, menggunakan masker, dan menghindari kerumunan,” kata Basuki melalui siaran pers yang diterima Bisnis.com, Senin (20/4/2020).

Rencananya masa pelaksanaan pembuatan ABSAH sebagai penampungan air hujan ini dilakukan selama 60 hari.

Dengan melibatkan masyarakat untuk setiap lokasi sebanyak 10 tenaga kerja sehingga total program ini berkontribusi menyerap tenaga kerja sebanyak 940 orang.

Bangunan ABSAH merupakan infrastruktur penyediaan air baku mandiri dengan prinsip kerja menampung air hujan dalam tampungan yang disaring dengan media akuifer buatan.

Seperti kerikil, pasir, bata merah, batu gamping, ijuk, dan arang.

ABSAH sudah banyak diterapkan oleh Kementerian PUPR di daerah kering, kawasan sulit air karena faktor geologi dan iklim, pulau-pulau kecil, dan daerah berair asin.

Misalnya, Pulau Miangas, Pulau Hiri, Pulau Pasi, dan Pulau Lombok.

Baca Juga:

Mengenal SPAH, Cara Memanfaatkan Air Hujan yang Bisa Kamu Lakukan di Rumah

Kementerian PUPR Pernah Mengembangkan Tenologi ABSAH Modular

Sebelum teknologi penampungan air hujan yang sekarang sedang digencarkan Kementerian PUPR, ternyata mereka sudah pernah mengembangkan teknologi ABSAH Modular.

Teknologi ini membuat volume dan tampungan air dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan sehingga bisa dipindahkan sesuai lokasi yang dibutuhkan.

ABSAH Modular sendiri merupakan bangunan konservasi yang bisa menirukan aliran air di dalam sungai, mata air, dan air tanah.

Kemudian, diproses melalui ilmu fisika, biologi, dan hidrologi yang mana atap bangunannya merupakan daerah aliran tangkapan hujan.

penampungan air hujan

Sumber: kagama.co

Teknologi ABSAH Modular tersebut telah dibangun di berbagai daerah, misalnya Kabupaten Serang, Banten dan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Penerapan teknologi ini juga sangat membantu penyediaan air bersih dan air minum masyarakat dari air hujan yang memenuhi baku mutu untuk melayani standar kebutuhan air baku di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Sehingga, masyarakat yang tinggal di daerah kering atau susah air akan dibantu secara sosial maupun ekonomi karena tidak harus membeli air.

Kemudian, dukungan inovasi dan teknologi diperlukan dalam pembangunan infrastruktur menjadi lebih baik, cepat, dan murah.

Baca Juga:

5 Tips Membuat Penampungan Air Hujan Sederhana Untuk di Rumah

Semoga informasi di atas bermanfaat untukmu, ya!

Temukan artikel menarik lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari situs jual rumah murah? Temukan pula hanya di 99.co/id!

Follow Me:

Related Posts