Berita Properti

Mengenal Teknologi CMP: Bikin Flyover dalam Waktu Sekejap!

2 Juli 2018
teknologi cmp
3 menit

Belakangan ini, teknologi CMP sedang ramai dibicarakan oleh masyarakat. Katanya, teknologi yang satu ini canggih dan menawarkan konsep baru dalam membuat jalan layang alias flyover.

Urbanites pasti sudah tahu ‘kan, bahwa pemerintah Indonesia sedang gencar-gencarnya melakukan pembangunan infrastruktur tahun 2018 ini?

Ya, fitur unik ini diaplikasikan di sejumlah jalan layang alias flyover di Indonesia.

Pengaplikasian teknologi CMP ini baru saja dilakukan di Flyover Manahan, Kota Solo, Provinsi Jawa Tengah.

Sebelum itu, ia telah diterapkan untuk pertama kalinya di Jalan Layang Pelangi Antapani, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Memang, seperti apa sih keunggulan teknologi yang satu ini? Yuk, simak bersama-sama!

Teknologi CMP = Efisiensi Waktu

teknologi cmp

Teknologi CMP, atau memiliki kepanjangan dari Corrugated Mortarbusa Pusjatan, adalah fitur unik dengan kemampuan mempercepat waktu pembangunan flyover.

Canggihnya, ia mampu mempersingkat waktu pembangunan jalan layang hingga 50 persen.

Wah, cepat sekali ya!

Konstruksi beton sendiri, biasanya memakan waktu 12 bulan alias setahun.

Berarti dengan teknologi CMP, pembangunan infrastruktur berupa jalan layang bakal menghemat waktu hingga setengahnya.

Teknologi CMP baru pertama kali diterapkan di Indonesia pada pembangunan Jalan Layang Pelangi Antapani.

Kecepatan pembangunan kontruksi juga didukung lewat prosesnya yang melibatkan seratus orang pekerja/

Kecepatan waktu konstruksi pun didukung oleh proses pembuatan yang melibatkan hingga seratus orang pekerja.

Bagaimana tidak cepat, Urbanites…

Sudah teknologinya ampuh, pekerja yang turun tangan juga mencapai ratusan.

Sebagai informasi, penerapann teknologi CMP ini berasal dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jalan (Pusjatan) Balitbang Kementerian PUPR.

Pemerintah Kucurkan Dana Puluhan Miliar untuk Teknologi CMP?

teknologi cmp

Mengapa pembahasan teknologi CMP pada pembangunan infrastruktur kembali marak?

Hal ini terjadi karena penerapan fitur tersebut pada pembangunan infrastruktur baru, yakni Fylover Manahan yang telah dijelaskan sebelumnya.

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII, Ditjen Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merupakan lapisan yang terlibat dalam pembangunan ini.

Dilansir dari Kompas.com, teknologi yang diterapkan pada pembangunan flyover ini merupakan pengembangan teknologi timbunan ringan mortar busa dengan struktur baja bergelombang.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, menyebut kalau perkembangan konstruksinya sudah mencapai 26 persen saat ini.

Rencananya, Flyover Manahan ditargetkan selesai pada bulan Oktober 2018.

Kini saatnya kita bicara dana, Urbanites

Pembangunan flyover dengan panjang 600 meter dan lebar 9 meter tersebut, katanya menelan biaya hingga puluhan miliar rupiah Rp43,05 miliar.

Tak hanya soal kecepatan waktu, teknologi CMP juga lebih efisien untuk pembiayaan.

Sebab menurut penjelasan dari sumber yang smasih ama, konstruksi CMP tidak harus menutup jalur kendaraan…

Sehingga dampaknya sangat kecil terhadap kemacetan di sekitar lokasi konstruksi.

Selain itu, ia memiliki nilai estetis yang bikin lebih enak dipandang dan mampu menjadi ciri khas di wilayah sekitar bahkan Indonesia.

Potensi Teknologi CMP di Masa Depan

teknologi cmp

Masih banyak keunggulan teknologi yang bisa dirasakan oleh masyarakat…

Salah satunya lebih ramah lingkungan.

Perlu diketahui bahwa konsumsi bahan alam dari teknologi ini masih jauh lebih sedikit daripada menggunakan teknologi standar seperti beton.

Singkat kata, teknologi ini sanggup mempercepat pembangunan infrastruktur berupa jalan layang namun dalam waktu yang lebih singkat.

Saat pembangunan terdahulu seperti beton menyita waktu sekitar 1 tahun, maka teknologi CMP dapat mempersingkat itu.

Tak tanggung-tanggun lho, Urbanites

Pihak pembangun bisa mengirit estimasi waktu hingga 6 bulan atau setengahnya dari proses biasa.

Bentangan konstruksi yang panjang pun, dsisebut mampu  mempermudah 8 hingga 10 lajur kendaraan sekaligus di bawah jembatan.

Bisa dibayangkan, bagaimana nantinya jika teknologi CMP diterapkan di berbagai pembangunan infrastruktur lainnya kawasan Indonesia…

Indonesia bisa menyerupai negara futuristik dengan kecanggihan yang mendukung.

Menarik, ‘kan? Yuk, pahami pengertian teknologi ini dengan benar!

Sampai bertemu di kesempatan selanjutnya, Urbanites.

Semoga bermanfaat untuk Anda!

Nantikan informasi selanjutnya seputar pembangunan infrastruktur Tanah Air, hanya di UrbanIndo.

You Might Also Like