Berita Ragam

Struktur Teks Laporan Hasil Observasi dan Contoh Lengkapnya. Perhatikan Kaidah Bahasa Juga, ya!

3 menit

Setelah menyelesaikan sebuah penelitian, tentu kita harus membuat teks yang berisi temuan selama penelitian. Lalu, bagaimana sih, struktur teks laporan hasil observasi yang baik? Yuk, simak panduan langkah-langkahnya di artikel ini!

Teks laporan hasil observasi adalah sebuah teks yang berisi informasi mengenai objek penelitian.

Dalam teks tersebut, kita harus mendeskripsikan semua situasi pada subjek dan objek yang kita teliti.

Kemudian, kita juga harus melaporkan apakah hasil observasi tersebut sesuai dengan hipotesis yang telah kita buat atau justru malah sebaliknya.

Karena sifatnya sangat penting untuk penelitian dan menambah literasi keilmuan yang kita geluti, laporan pun harus dibuat secara terstruktur.

Apakah Sahabat 99 sudah tahu cara membuat teks laporan ilmiah ini?

Nah, kali ini 99.co Indonesia akan membagikan informasi mengenai struktur teks laporan hasil observasi yang baik dan benar.

Yuk, simak uraian lengkapnya di bawah ini!

Ciri-Ciri Teks Laporan Hasil Observasi

Sebelum membahas struktur laporan observasi secara rinci, kita harus mengetahui ciri-cirinya terlebih dulu.

Berikut adalah ciri-ciri laporan observasi:

  1. Penelitian mengangkat isu yang hangat atau relevan dengan kehidupan sehari-hari
  2. Deskripsi hasil penelitian ditulis lengkap
  3. Bersifat objektif, global, dan universal
  4. Objek yang dibahas adalah objek tunggal
  5. Teks berisi informasi hasil penelitian terbaru
  6. Isi laporan tidak mengandung prasangka
  7. Penulis tidak boleh menulis opininya sendiri karena akan membuat penelitian bersifat subjektif
  8. Hasil penelitian dituturkan dalam bahasa yang lugas dan logis

Struktur Teks Laporan Hasil Observasi

ciri ciri laporan penelitian

Sebenarnya struktur laporan observasi sangat sederhana.

Berikut adalah struktur laporan observasi yang harus kamu tahu!

1. Pernyataan Umum

Teks harus dibuka oleh pernyataan umum yang menjelaskan kondisi subjek dan objek penelitian secara umum.

Kondisi yang dimaksud adalah bentuk, sifat, dan informasi tambahan lainnya tentang subjek serta objek jenis penelitian.

Biasanya pernyataan umum dimulai dengan menjelaskan definisi dari objek penelitian.

2. Deskripsi

Kemudian, setelah menjelaskan subjek dan objek penelitian secara umum, kamu bisa mendeskripsikan penelitian kamu.

Kamu bisa memulainya dengan apa saja yang kamu lakukan terhadap subjek penelitian.

Lalu, catatlah reaksi yang terjadi pada subjek penelitian.

Laporkan juga situasi di sekitar subjek penelitian saat kamu sedang mengobservasi.

Pasalnya, situasi dan lingkungan sekitar juga terkadang mempengaruhi subjek penelitian.

Ingat, kamu harus menjelaskan temuan kamu dalam observasi tersebut secara rinci dengan bahasa yang lugas!

3. Kesimpulan

Hal paling penting dalam sebuah observasi adalah hasil yang menunjukkan apakah reaksi subjek penelitian sesuai hipotesis atau tidak.

Panjang bagian kesimpulan memang tidak ditentukan, tetapi harus kamu buat secara ringkas agar pembaca mudah memahami hasil penelitian.

Kaidah Kebahasaan

kaidah kebahasaan penelitian

Selain melakukan prosedur yang tepat selama penelitian, hal yang tidak kalah penting adalah memperhatikan struktur bahasa.

Nah, berikut ini adalah panduan kebahasaan yang baik dan benar saat membuat laporan hasil observasi.

1. Verba Nomina

Saat akan menjelaskan subjek dan objek penelitian, gunakanlah kata kerja atau verba relasional.

Beberapa contoh verba rasional di antaranya yaitu, adalah, digolongkan, termasuk, meliput, terdiri atas, disebut, dan lain-lain.

2. Mendeskripsikan Perilaku Subjek Penelitian

Untuk menjelaskan perilaku subjek penelitian, gunakanlah verba aktif.

Contoh verbak aktif di antaranya adalah bertelur, melahirkan, menerbangkan, menendang, dan lain-lain.

3. Menggunakan Frasa Nomina

Frasa nomina adalah gabungan kata benda dan kata sifat untuk mendeskripsikan sebuah objek.

Contoh frasa nomina adalah sebagai berikut:

4. Menggunakan Kata Penghubung

Ada beberapa kata penghubung untuk menyatakan hubungan antara beberapa variabel penelitian.

Berikut adalah contoh kata penghubung yang biasa digunakan:

  • Tambahan: dan, serta
  • Perbedaan: berbeda dengan
  • Persamaan: demikian halnya, sebagaimana dijelaskan, seperti halnya
  • Pertentangan: sementara, sedangkan, tetapi, melainkan, padahal, berbanding terbalik dengan
  • Pilihan: atau

5. Istilah Ilmiah

Terakhir, kamu juga harus memperkaya perbendaharaan kata kamu dengan istilah ilmiah untuk mendeskripsikan subjek dan objek penelitian.

Beberapa contoh istilah ilmiah yang bersifat teknis di antaranya adalah omnivora, mutualisme, liberalisme, pembuluh vena, phobia, degeneratif, degradasi, dan lain-lain.

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi

Sebagai gambaran, berikut adalah beberapa contoh teks laporan hasil observasi yang baik dan benar.

Contoh 1

contoh teks laporan hasil observasi

sumber: penerbitdeepublish.com

Contoh 2

contoh teks laporan hasil observasi 2

sumber: pahamify.com

***

Itulah stuktur teks laporan hasil observasi dan contohnya.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Sahabat 99, ya!

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya di portal Berita 99.co Indonesia.

Jika sedang mencari rumah di Tangerang, bisa jadi Kiara Payung Barat Residence adalah jawabannya.

Cek saja di 99.co/id untuk menemukan rumah idamanmu!


Theofilus Richard

Penulis konten | Semoga tulisanku berkesan buat kamu

Related Posts