Berita

Ternyata Ini Dia Kendala Program Sejuta Rumah

< 1 menit

Sebagian dari kita tentu bertanya-tanya seperti apa perkembangan program sejuta rumah. Ternyata program pemerintah yang satu ini mengalami kendala. Wah, apa ya kendalanya? Lalu sudah sampai mana perkembangannya? Yuk, baca dan sebarkan informasi berikut!

Terhitung sampai bulan kemarin, tepatnya Juni 2016, program sejuta rumah belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Pasalnya, total rumah yang dibangun baru mencapai angka 114.102 unit yang terdiri dari 75.456 unit rumah MBR dan 38.648 unit rumah untuk non MBR.

Angka tersebut memang tergolong banyak, namun masih ada 885.889 unit rumah yang belum dibangun. Total unit tersebut terdiri dari 624.544 unit rumah untuk MBR dan 261.354 unit rumah untuk non MBR. Meskipun demikian, sebagian rumah yang telah dibangun sudah berhasil terserap oleh masyarakat.

Pihak pemerintah sesungguhnya sudah sering memberikan stimulus kepada masyarakat bahwa memiliki rumah adalah hal yang mudah. Namun kenyataannya, para pengembang belum mampu memenuhi jumlah permintaan. Hal inilah yang menyebabkan suplai rumah masih kurang.

Lalu, apa sebenarnya kendalanya?

Salah satu di antaranya mulai dari sulitnya mencari lahan bangun yang sesuai. Misalnya begini, program sejuta rumah yang ditujukan bagi MBR tentu sudah dipastikan harganya tidak terlalu mahal. Masalahnya, ketika harga lahan yang ada tergolong tinggi, maka pengembang pun tidak bisa membangunnya.

Tak hanya itu, berbelitnya aturan di Indonesia pun menjadi salah satu penyebabnya. Dalam hal ini, Kementerian PUPR masih berupaya untuk bisa menyederhanakan izin dan regulasi mengenai pembangunan rumah. Tentunya dengan tujuan agar lebih banyak rumah yang bisa dibangun, sehingga kebutuhan masyarakat akan segera terpenuhi.

Wah, ternyata itu dia masalahnya. Semoga ke depannya, program sejuta rumah di Indonesia bisa lancar, ya. Apa pendapat Anda mengenai hal ini? Yuk, berikan komentar dan bagikan atau share artikel ini di media sosial Anda!

Pamella Fricylia

Salah seorang Writer di UrbanIndo.com. Pada akhirnya lebih memilih menjadi penulis daripada jurnalis. Selalu yakin bahwa aksara dan logika dapat membentuk rangkaian kata penuh makna. Berikan komentar dan mari berdiskusi!
Follow Me:

Related Posts