Berita

Ternyata! KPR Masih Menjadi Pilihan Utama Konsumen

18 Agustus 2016
1 menit

Semakin tingginya harga properti membuat sebagian besar orang kesulitan dan kebingungan untuk memiliki rumah. Satu-satunya cara yang dapat dilakukan untuk memiliki rumah dengancepat yaitu dengan mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Ya, program KPR memang menjadi andalan bagi sebagian besar orang, terutama masyarakat yang masih memiliki dana terbatas. Cukup melengkapi dan mengajukan berkas KPR ke bank, Anda bisa memiliki rumah impian dengan sangat cepat.

KPR Jadi Pilihan Utama

Berdasarkan data survei yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI), sebagian besar konsumen tetap menjadikan KPR sebagai pilihan utama ketika melakukan transaksi pembelian properti. Jumlahnya sendiri bahkan mencapai angka 75,68%.

Besarnya jumlah konsumen ternyata mendominasi tipe rumah jenis tertentu, yaitu tipe kecil dan tipe menengah. Angka tersebut ternyata mengalami penurunan 2,14% dari periode survei sebelumnya yang mencapai 77,82%.

Padahal seperti yang kita ketahui bersama, bunga KPR yang ditawarkan oleh masing-masing kelompok bamk bersero angkanya cukup tinggi. Ya, bunga yang harus ditanggung oleh seseorang yang mengajukan KPR bisa mencapai 9-12%.

Jika dibandingkan dengan pembayaran tunai bertahap, angka tersebut tergolong sangat jauh. Berdasarkan data BI pada triwulan II tahun 2016, komsumen yang menggunakan tunai bertahap hanya sebesar 16,44%. Meskipun kecil, angka tersebut menunjukkan kenaikan karena pada periode sebelumnya hanya 15,01%.

Penyaluran Kredit Bank Meningkat

Ternyata terjadi pula peningkatan penjualan properti di Indonesia. Hal ini tercermin dari meningkatnya penyaluran kredit yang dberikan oleh bank. Kredit yang dimaksud di sini tentunya tidak hanya berasal dari satu jenis properti.

Masih berdasarkan data dari survei BI, tercantum bahwa pengajuan KPR dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) pada triwulan II tahun 2016 mengalami pertumbuhan sebesar 2,39% atau senilai Rp350,34 triliun. Angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan sebesar 2,01% dari triwulan sebelumnya yang hanya 0,38%.

Sementara itu, pencairan KPR bersubsidi atau FLPP sampai dengan triwulan II tahun 2016 mencapai Rp0,69 triliun dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) FLPP sebesar Rp10,58 triliun. Seperti yang pernah dibahas beberapa waktu lalu, FLPP dapat memungkinkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bisa mengajukan cicilan rumah dengan bunga tetap dengan jangka cicilan maksimal 20 tahun.

Bedasarkan penjelasan di atas, terdapat kemajuan dari sisi konsumen karena angka pengajuan KPR telah menurun dan angka pembayaran tunai bertahap semakin meningkat. Semoga ke depannya akan lebih banyak orang yang dapat memiliki rumah, ya!

Yuk, kita sebarkan informasi singkat dari BI ini di media sosial!

You Might Also Like