Berita

THR PNS Sudah Cair, Kalau Karyawan Kontrak Kapan?

26 Mei 2019
thr pns
2 menit

Ada perbedaan mengenai pengeluaran dan besar yang didapat antara THR Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan karyawan kontrak. Coba pahami lebih dalam lagi di sini.

Pembagian upah Tunjangan Hari Raya pada semua karyawan dari PNS hingga kontrak merujuk pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomer 20 tahun 2016 Pasal 1 angka 1 yang berbunyi:

“Upah adalah hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan, atau peraturan perundang-undangan, termasuk tunjangan bagi pekerja/buruh dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan/atau jasa yang telah atau akan dilakukan.”

Selain itu Permenaker 6/2016 juga menyatakan bahwa pengusaha wajib memberikan THR kepada karyawan dengan masa kerja 1 bulan secara terus menerus atau lebih.

Pembagian THR PNS

Dalam Peraturan Pemerintah (PP) yang ditandatangani Presiden Joko Widodo, Senin (6/5) lalu, THR yang diberikan pada PNS sebesar penghasilan satu bulan yang diterima pekerja.

Paling sedikit, besarannya meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, dan tunjangan jabatan.

Aturan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) ini juga tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 58 Tahun 2019.

thr pns

Sementara untuk pensiunan PNS, meliputi pensiun pokok, tunjangan keluarga, dan tambahan penghasilan.

Berdasarkan aturan tersebut, pembagian THR PNS harus dibayar paling lambat 10 hari sebelum tanggal hari raya.

Bila pembayaran tersebut belum dapat dibayarkan, maka THR dapat dibayarkan setelah tanggal hari raya.

Menteri keuangan Sri Mulyani dalam Tagar.id mengungkapkan, jadwal pembayaran THR PNS sudah bisa dicairkan pada tanggal 24 mei 2019.

Baca Juga:

Menang Banyak, Thr Pns 2019 Memakai Kebijakan Gaji Baru

Hak THR Karyawan Kontrak

Setelah membahas hak THR PNS, sekarang mari kita bandingkan dengan perolehan THR dari karyawan kontrak.

Tercantum dalam pasal 3 Ayat 1 Permenaker 6/2016 berikut cara menghitung THR Karyawan Kontrak, yakni:

  • Pekerja/buruh dengan masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih akan diberikan 1 bulan upah; dan
  • Pekerja/buruh dengan masa kerja 1 bulan secara terus menerus namun kurang dari 12 bulan, maka akan diberikan upah secara proporsional sesuai dengan masa kerja dengan perhitungan: masa kerja: 12 x 1 bulan upah.
  • Jika masa kerja seorang karyawan dengan gaji Rp6 juta adalah 5 bulan, maka perhitungan THRnya adalah sebagai berikut:

5 (masa kerja): 12 x Rp6 juta (upah bulanan) = Rp2,5 juta

Nah, bila kamu termasuk karyawan kontrak, maksimal pemberian THR dari perusahaan adalah seminggu sebelum hari raya tiba.

Jika, perusahaan tidak membayarkan THR yang menjadi milik kamu ada sanksi administratif yang didapat, yaitu:

  1. Teguran tertulis;
  2. Pembatasan kegiatan usaha;
  3. Penghentian sementara sebagian atau seluruh alat produksi; dan
  4. Pembekuan kegiatan usaha.

Hal ini sudah tercantum dalam Pasal 5 Ayat 3 dan Ayat 4 Permenaker 6/2016 dan Pasal 1 angka 2 Permenaker 6/2016, THR harus dibayarkan 7 hari sebelum Hari Raya.

Baca Juga

Inilah Cara Perhitungan THR Karyawan Kontrak

Semoga informasi ini bermanfaat bagi kamu, ya!

Temukan hunian impian yang kamu cari hanya di 99.co/id

Kunjungi pula Blog 99.co Indonesia untuk lebih tahu informasi-informasi seputar properti.

You Might Also Like