Berita Ragam

Kisah Wanita di Rembang Tinggal Sendirian di Daerah Angker. Tetap Nyaman meski Diganggu “Anak Kecil”

3 menit

Apa ya rasanya tinggal sendiri di sebuah daerah angker? Supaya tidak penasaran, kamu harus menyaksikan kisah dari Sri Haryati (68) yang tinggal di jalur angker perbatasan Kabupaten Rembang dan Blora.

Ketika melewati perbatasan Kabuptaen Rembang dan Blora, kamu bisa menemui hutan belantara yang jauh dari aktivitas manusia.

Di daerah perbatasan tersebut, ada sebuah tikungan tajam yang dikenal sebagai “jalur maut” karena banyak kecelakaan lalu lintas di sana.

Meski kawasan tersebut jauh dari aktivitas warga, ternyata masih ada satu orang yang menempati sebuah rumah di sana.

Dia adalah Sri Haryati, warga Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang.

Apakah dia sering dihantui oleh “penunggu” jalur tersebut?

Simak kisahnya di bawah ini!

Tinggal Sendirian di Daerah Angker

ilustrasi jalur Blora-Rembang

sumber: tajukmuria.com

Secara administratrif, rumah Sri Haryati memang berdiri di atas tanah Desa Kadiwono.

Namun jarak rumahnya dengan pemukiman warga desa cukup jauh, yakni sekira 2 kilometer.

Sosok Sri Haryati sendiri jauh dari kesan misterius dan angker seperti cerita “jalur maut” dekat rumahnya.

Bahkan, Sri Haryati merupakan sosok yang humoris dan sangat ramah.

Melansir iNews.id, Sri Haryati menceritakan, tanah yang ditempatinya saat ini adalah tanah milik kakek dan neneknya.

Kemudian, tanah tersebut dijual kepada seorang warga Kabupaten Blora.

Kemudian, Sri pun ditawari untuk menempati rumah tersebut.

Saat itu, suami dan ibunya telah meninggal dunia.

Sementara, semua anak-anaknya telah berkeluarga dan memiliki tempat tinggal masing-masing.

Maka dari itu, Sri memutuskan menerima tawaran itu, meski harus tinggal sendirian di lokasi terpencil yang dikenal sebagai daerah angker.

Tidak terasa, telah 10 tahun Sri menempati rumah tersebut.

Sri sempat ingin meninggalkan rumah tersebut dan pindah ke rumah salah satu anaknya.

Namun, pemilik tanah meminta Sri tetap tinggal di rumah tersebut.

“‘Ini rumah ditempati ibu saja’, bilangnya gitu. Soalnya sudah cari orang nunggu di sini enggak mau, enggak ada yang berani, “ kata Sri, dikutip dari iNews.id, Kamis (8/4/2021).

Bertemu Sosok “Anak Kecil”

sri haryati tinggal sendiri di daerah angker

sumber: inews.id/Musyafa

Sri mengatakan bahwa memang daerah yang kini ditinggalinya tersebut dikenal warga sekitar sebagai kawasan angker.

Hal ini tidak lepas dari kecelakaan lalu lintas yang memakan korban jiwa di daerah tersebut.

Belum lagi kondisi daerah tersebut yang ditumbuhi banyak pohon rimbun.

Tidak heran, nuansa keangkeran pun begitu terasa ketika kita melintasi daerah ini.

Sri mengaku bahwa sebenarnya dia belum pernah melihat sama sekali sosok hantu yang sering dirumorkan banyak orang.

Hanya saja, dia merasa ada dua sosok anak kecil yang kerap mengikutinya saat terlalu lama meninggalkan rumah.

“Saat ke tempat anak saya, 10 hari gitu sudah didatangi. Seperti ngajak saya lekas pulang, katanya nggak ada yang menemani,” katanya.

Selain itu, dia juga pernah beberapa kali mendengar “ketukan pintu misterius”.

Saat itu, hari sudah malam, tetapi tiba-tiba Sri mendengar suara ketukan diiringi panggilan berbunyi, “Mbah… Mbah…,”.

Mendengar suara itu, Sri pun langsung menghampiri pintu depan rumah.

Namun, ketika pintu telah dibuka, tidak ada siapa pun.

Menurutnya, kejadian tersebut sudah biasa.

“Ibu ya enggak takut, ndak merinding. Lha, mau gimana lagi?” katanya diiringi tersenyum.

Merasa Nyaman dan Tenang

Meski kerap menemui kejadian yang tidak bisa dijelaskan, Sri mengaku sudah kerasan tinggal di rumah tersebut.

Dia merasa bisa hidup tenang dan nyaman tinggal di kawasan yang dikenal sebagai daerah angker itu.

Selain itu, dia juga merasa aman karena jauh dari pelaku kejahatan.

Namun, risikonya, dia kerap kesulitan berbelanja untuk kebutuhan sehari-hari.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dia juga masih rajin bekerja sebagai penjual rempeyek.

Rempeyek tersebut, dia titipkan ke warung-warung dan beberapa dijual di Pasar Medang, Blora.

Meski sudah tua, dia masih bekerja karena tidak ingin merepotkan anak-anaknya.

Dia meyakini bahwa Tuhan akan memberikan rezeki terbaik untuk setiap manusia.

“Misal besok ndak ada yang saya makan, saya ndak susah, karena Gusti Allah ndak tidur. Pasti kasih umatnya yang mau berusaha,” kata Sri.

***

Itulah kisah Sri Haryati yang tinggal sendirian di daerah angker.

Sahabat 99 berani enggak nih tinggal sendirian di kawasan angker?

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya di portal Berita 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari rumah di Rembang?

Cek saja di 99.co/id untuk menemukan rumah idamanmu!

Theofilus Richard

Penulis konten | Semoga tulisanku berkesan buat kamu

Related Posts