Tips & Trik

Tips Bernegosiasi dengan Penjual Properti

2 menit

Membeli properti, baik itu rumah maupun apartemen, adalah sebuah komitmen jangka panjang. Bukan hanya itu, Anda pun harus mengeluarkan dana yang sangat besar untuk sebuah properti. Tingginya harga properti di kota-kota besar, terutama Jakarta, membuat sebagian masyarakat melirik properti second atau yang pernah ditempati orang lain.

Salah satu alasan properti second begitu banyak dicari adalah Anda bisa melakukan tawar-menawar dengan si penjual. Ya, tawar-menawar tidak hanya dilakukan saat Anda membeli baju di pusat grosir, melainkan juga saat proses jual beli properti demi mendapatkan harga lebih rendah. Aksi tawar-menawar sulit dilakukan jika Anda berencana membeli properti baru, karena pihak pengembang atau pemilik biasanya sudah mematok standar harga.

Namun, sebelum Anda mulai bernegosiasi dengan penjual properti, pertama-tama Anda harus mendapatkan sejumlah informasi berupa:

  1. Kondisi properti; cek kondisi properti yang akan Anda beli hingga detil. Jika ada yang perlu direnovasi, Anda bisa menjadikannya sebagai alasan agar penjual menurunkan harga.
  2. Berapa lama properti tersebut dipasarkan; cari tahu apakah properti idaman Anda sudah cukup lama ditawarkan ke pasar properti. Informasi ini juga menjadi latar belakang Anda untuk melakukan penawaran harga. Jika properti sudah cukup lama ditawarkan ke publik, bisa jadi penjual ingin propertinya lebih cepat laku. Saat itulah Anda bisa melakukan negosiasi harga.
  3. Harga pasar; cek harga rumah atau unit apartemen serupa di wilayah yang sama. Anda perlu mengetahui apakah properti lain di wilayah yang sama dengan kondisi serupa memiliki harga jual yang tidak jauh berbeda.

Informasi-informasi tersebut bisa membantu Anda mendapatkan gambaran tentang harga standar rumah atau unit apartemen idaman Anda.

Jika sudah mantap memilih properti yang diinginkan, Anda bisa mulai melakukan proses bernegosiasi dengan penjual properti.

Simak beberapa tips yang dapat membantu Anda bernegosiasi dengan penjual properti agar bisa mendapatkan harga yang Anda harapkan:

Mendengarkan dan memahami penjual atau pemilik properti

Pembeli dan penjual membutuhkan kepercayaan dari masing-masing pihak.

Anda sebagai pembeli bisa menciptakan hubungan baik dengan mendengarkan penjelasan pemilik properti mengenai rumah atau unit apartemennya.

Anda juga bisa menanyakan alasan si pemilik menjual propertinya, apakah mereka sedang membutuhkan uang atau berniat pindah ke properti yang lebih besar dan sebagainya.

Ini informasi yang penting agar Anda dapat mengutarakan harga yang cocok.

Selain itu, dengan memahami alasan pemilik melakukan penjualan, Anda juga bisa terhindar dari penyesalan di masa mendatang jika ternyata properti tersebut mengalami kerusakan.

Lakukan secara efektif

Agar proses bernegosiasi dengan penjual properti tidak berlangsung berkepanjangan, ada baiknya Anda melakukan penghitungan yang matang dan menentukan harga yang pas untuk properti tersebut.

Jadi, jika penjual mengajukan tawaran balik, Anda bisa langsung menentukan apakah harga baru yang diajukan susah sesuai atau belum.

Pastikan juga harga hasil penghitungan Anda memang sesuai dengan budget.

Berikan tawaran senilai 75% dari harga jual

Beranikan diri mengajukan tawaran hingga 60% atau 75% dari harga transaksi yang diinginkan. Misalnya, jika Anda ingin membeli properti seharga Rp 900 juta, coba ajukan penawaran di kisaran sekitar Rp 700 juta sehingga ada ‘ruang’ untuk bernegosiasi.

Tentukan batas maksimal penawaran

Ketahui batas kemampuan Anda. Pikirkan batas atas harga properti yang masih sanggup Anda penuhi.

Namun, jika penjual terlihat sulit menerima harga yang diajukan, sebaiknya hentikan proses bernegosiasi dengan penjual properti agar tidak membuang waktu.

Tetap objektif

Meskipun Anda sangat menyukai properti yang dijual, Anda harus tetap melihat rumah atau unit apartemen tersebut secara objektif.

Jika terlalu terbawa perasaan, atau menunjukkan betapa sukanya Anda terhadap apartemen, Anda akan kehilangan kendali atas proses bernegosiasi dengan penjual properti.

Minta tenggang waktu

Selain negosiasi harga, Anda pun bisa menawar batas waktu pembayaran untuk properti yang bersangkutan. Setelah Anda dan penjual menyepakati harga, Anda bisa meminta tenggang waktu lebih lama.

Apalagi jika pembiayaan dibantu oleh pihak bank, karena umumnya membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk pencairan dana.

99.co Indonesia

Blog 99.co Indonesia | Ulasan & Berita Seputar Properti Menyuguhkan berita terkini dan artikel seputar properti. Pengemasan eksklusif dengan konten menarik.

Related Posts