Keuangan, Tips & Trik

Tips Cerdas Investasi Properti di Jabodetabek

29 September 2017
1 menit

Investasi properti di Jabodetabek? Bisnis properti tak pernah renta dimakan usia.

Cuan yang dihasilkan selalu bikin orang terpikat lantaran harga tanah yang tak pernah turun-malah selalu naik.

Namun, bukan berarti bisnis properti itu mudah. Banyak faktor yang perlu diperhatikan terlebih bagi para investor pemula. Bisa jadi kalau salah langkah, bisa jadi malah fatal.

Properti khususnya di Jabodetabek saat ini memang terus berkembang. Lantas, bagaimana tips berinvestasi properti di Jabodetabek? Simak tips berikut ini.

1. Cari di Jalur LRT

Pembangunan LRT (Light Rail Transit) dan kini kian pesat. Untuk mengejar target perampungan LRT tahap 1 yakni Cibubur-Cawang di tahun 2019, kini pemerintah terus menggeber infrastruktur. Karena itu, jalur-jalur properti yang dilewati LRT tentu memendam cuan tersendiri dan akan merekah pada waktunya nanti.

2. Cari di Jalut MRT

Jika LRT dibangun oleh pemerintah pusat, MRT (Mass Rapid Transit) kini juga sedang gencar dibangun oleh Pemprov DKI. Untuk tahap 1, MRT akan menghubungkan Bundaran HI dengan Lebak Bulus.

Nah, titik-titik stasiun MRT pun menjadi sangat potensial untuk investasi properti. Jika nanti MRT sudah beroperasi, tentu kenaikannya juga berpotensi berkali-kali lipat.

3. Akses Tol Baru

Selain sarana transportasi, kamu juga perlu cermat melihat infrastruktur baru apa yang akan dibuka. Contoh paling gampang tentu adanya pembukaan tol baru.

Seperti kita ketahui saat ini Jalan tol Cicago hingga ke arah tol Cibitung sedang dalam prosea pembangunan. Ke Barat, ada pula tol Serpong-Balaraja yang kini juga tengah dikerjakan. Nah, adanya akses-akses tol baru ini tentu akan signifikan kenaikan harga properti. Untuk itu, adanya pembukaan pintu tol baru menjadi pertimbangan penting.

4. Kawasan yang Akan Berkembang

Rencana pembangunann kawasan ke depan juga menjadi pertimbangan yang krusial. Untuk itu, kamu harus tahu masterplan pengembang untuk jangka pangjang. Boleh jadi kawasan saat ini masih sepi, harga tanah masih murah,  fasilitas masih terbatas.

Namun, jika rencana jangka panjang kawasan itu akan menjadi kota mandiri, tentu harga tanah di kawasan tersebut akan meroket jika kawasan tersebut sudah hidup. Seperti yang kita ketahui saat ini koridor timur dan barat Jakarta terus berkembang dengan kota-kota mandirinya.

You Might Also Like