Rumah, Tips & Trik

15+ Tips Membeli Rumah Bekas Secara Sukses dan Bikin Untung

17 September 2019
tips membeli rumah bekas
7 menit

Membeli rumah bekas ternyata tidak segampang yang Anda pikirkan. Ini dia tips membeli rumah bekas yang dapat membuat Anda makin untung!

Sekilas, membeli rumah second atau rumah bekas tampaknya tidak terlalu berbeda dengan membeli rumah baru.

Namun, dibutuhkan pertimbangan dan waktu lebih banyak untuk mencari rumah second yang sesuai untuk Anda.

Bukan hanya pemeriksaan lebih detil terhadap kondisi rumah, Anda juga harus mempertimbangkan sejumlah biaya ekstra yang harus dikeluarkan ketika membeli rumah bekas.

Berikut adalah tips membeli rumah bekas yang perlu Anda pertimbangkan sebelum mengambil keputusan!

5 Tips Membeli Rumah Bekas

1. Cermati Anggaran Hunian

tips membeli rumah bekas

Tips membeli rumah bekas yang pertama adalah memastikan Anda tahu benar kondisi keuangan Anda, seperti sumber pemasukan serta kewajiban-kewajiban yang harus dilunasi.

Pasalnya, selain membutuhkan dana untuk membeli rumah…

…Anda juga harus menghitung biaya renovasi rumah jika kondisi rumah tidak lagi sempurna.

Belum lagi beberapa biaya tambahan yang akan dibahas lebih detil di bawah.

2. Pastikan Dokumen Rumah Lengkap

Jika Anda berencana memakai KPR dari bank untuk membeli rumah bekas…

…Pastikan rumah tersebut memiliki dokumen lengkap seperti Sertifikat Hak Milik (SHM) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Selain memastikan rumah masih memiliki dokumen lengkap, Anda juga perlu mengecek apakah dokumen tersebut bermasalah.

Biasanya pengecekan ini dilakukan di kantor pertanahan setempat.

Namun, jika Anda melihat adanya ketidaksesuaian pada dokumen, seperti perbedaan nama yang tertera di SHM dengan KTP pemilik, Anda bisa langsung menanyakannya.

3. Cari Gambaran Rumah Ideal

tips membeli rumah bekas

Tentunya Anda ingin memiliki rumah yang nyaman untuk ditempati.

Meskipun membeli rumah bekas memang memiliki pilihan yang terbatas dibandingkan jika membeli rumah baru…

…Setidaknya rumah yang akan Anda beli memenuhi sebagian kriteria Anda.

Contohnya, lokasi yang strategis atau akses angkutan umum yang mudah, begitu juga lingkungan rumah yang aman untuk keluarga.

Baca Juga:

Wow, 7 Rumah Bekas Artis ini Dijual dengan Harga Ratusan Miliar Rupiah!

4. Periksa Kondisi Rumah

tips membeli rumah bekas

Membeli rumah yang sudah pernah ditempati sebelumnya memang memiliki lebih banyak risiko dalam hal kualitas bangunan.

Bawalah orang yang paham mengenai kondisi bangunan seperti tukang atau kontraktor.

Periksa fondasi, struktur bangunan, lantai dan atap, apakah kondisinya masih bagus dan aman jika rumah ditempati hingga bertahun-tahun ke depan.

Anda juga harus memastikan usia bangunan dan kelengkapan fasilitas rumah.

Periksa apakah rumah memiliki cukup sirkulasi udara atau apakah WC masih lancar digunakan.

5. Hitung Biaya Ekstra yang Harus Dikeluarkan

tips membeli rumah bekas

Selain pembelian rumah dan biaya renovasi, ada sejumlah pengeluaran lain yang perlu Anda lakukan setelah membeli rumah second.

Biaya tersebut antara lain:

  • Biaya Pengecekan Sertifikat

Pengecekan sertifikat perlu dilakukan guna memastikan sertifikat rumah tidak ada catatan seperti blokir, sita atau catatan lainnya.

Anda bisa melakukan pengecekan di kantor pertanahan setempat sebelum proses jual beli dilakukan.

Biaya pengecekan sertifikat tergantung pada kebijakan kantor pertanahan setempat, namun biasanya sekitar Rp25 ribu hingga Rp100 ribu.

  • Pajak Penghasilan (PPh)

PPh harus dibayarkan sebelum akta jual beli ditandatangani dan dilakukan di bank penerima pembayaran. Besarnya PPh adalah 5% dari nilai transaksi.

  • Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB)

Seperti halnya PPh, BPHTB juga dibayarkan sebelum AJB ditandatangani.

Perlu diketahui, BPHTB dikenakan bukan saja saat terjadi jual beli…

…Namun terhadap setiap perolehan hak atas tanah dan bangunan, misalnya hibah, waris atau pemasukan tanah ke dalam perseoran dan sebagainya.

  • Akta Jual Beli (AJB)

Umumnya, Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) menarik biaya sekitar 1% dari nilai transaksi.

Namun, harga ini sebenarnya tidak kaku sehingga Anda masih bisa melakukan tawar-menawar harga.

Anda dan penjual juga bisa melakukan kesepakatan, apakah biaya AJB dibayarkan secara proporsional antara penjual dan pembeli, atau ditanggung satu pihak saja.

Secara hukum, AJB dibuat jika transaksi jual beli telah lunas pembayarannya.

Pihak PPAT berhak menolak AJB yang transaksinya belum lunas karena berdasarkan Keputusan Menteri Negara Perumahan Rakyat No. 09 Tahun 1995…

…AJB harus ditandatangani oleh pembeli dan penjual di hadapan PPAT jika pembeli telah membayar seluruh harga tanah dan pajak serta biaya-biaya lain yang terkait dengan transaksi.

Pembeli juga wajib memperlihatkan surat-surat asli beserta kwitansinya.

  • Biaya Balik Nama

Proses balik nama diajukan oleh PPAT di mana biayanya ditanggung oleh pembeli.

Biaya balik nama bervariasi tergantung luas tanah dan pajak, namun Anda bisa memperkirakannya dengan menghitung 1% dari harga jual.

Umumnya, setelah 14 hari kerja Anda sudah dapat mengambil sertifikat baru yang telah berganti nama.

  • Biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)

PNBP dibayar sekaligus saat proses pengajuan balik nama.

Jumlah PNBP adalah satu per seribu dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) ditambah Rp 50.000 (di tiap daerah bisa berbeda).

6. Berikan Waktu Sebelum Memutuskan

Jika Anda menemukan rumah yang sesuai dengan kriteria dan anggaran, ada baiknya meluangkan waktu setidaknya satu minggu sebelum mengajukan penawaran kepada penjual.

Ini agar Anda bisa lebih meyakinkan diri bahwa rumah tersebut cocok untuk Anda tinggali jangka panjangnya.

Setelah Anda memutuskan rumah mana yang akan dibeli dan telah mencapai kesepakatan dengan si penjual…

…Maka langkah berikutnya yang harus Anda lakukan adalah mencari notaris atau PPAT yang sudah berpengalaman dan memiliki reputasi baik.

Anda bisa meminta referensi dari saudara atau relasi Anda.

7. Perhatikan Lokasi Rumah

tips membeli rumah bekas

Tips membeli rumah bekas berikutnya adalah memastikan lokasi rumah bekas Anda sudah nyaman dan tidak terisolasi dari dunia luar.

Hal ini tidak hanya akan bermanfaat disaat Anda akan bepergian, tetapi juga dari segi harga jual rumah kelak.

Lokasi rumah sangatlah menentukan harga jual rumah, karena seiring berjalannya waktu, hunian yang dibangun di tempat-tempat strategis kerap memiliki harga jual yang lebih mahal.

Hunian yang letaknya dekat dengan jalan tol utama, sekolah, universitas, rumah sakit, dan akses utama ke kota besar lebih sering dicari banyak orang juga…

…Jadi Anda tidak usah khawatir kalau rumah bekas yang akan Anda beli nanti tidak bisa dijual kembali.

Selain itu, mengetahui letak hunian juga akan membekali Anda berbagai macam informasi seperti area mana saja yang rawan banjir, longsor, dan bencana alam lainnya.

8. Riset Lingkungan Sekitar

Setelah Anda tahu lokasi rumah bekas yang akan Anda beli, ada baiknya kalau Anda melakukan riset kecil tentang lingkungan di sekitarnya.

Periksalah apakan rumah bekas yang akan Anda beli berada di lingkungan yang nyaman untuk ditempati.

Anda juga bisa langsung survey ke daerah sekitar rumah dan bertanya-tanya pada masyarakat setempat tentang lingkungan calon rumah Anda.

Tiga hal yang harus dipastikan dalam tips ini adalah keamanan lingkungan sekitar, pencahayaan jalan…

…Dan kedekatan rumah Anda dengan bangunan pertolongan pertama seperti rumah sakit dan kantor polisi.

Dengan membekali diri Anda sendiri oleh 3 informasi di atas, Anda akan merasa lebih nyaman dan leluasa untuk tinggal di rumah baru Anda.

9. Perhatikan Usia Rumah

tips membeli rumah bekas

Selain memperhatikan kondisi rumah dan segala yang ada di dalamnya, Anda juga harus memperhatikan usia rumah bekas yang akan dibeli.

Sebagai penghuni rumah yang bijak, Anda harus tahu usia rumah dan resiko apa yang akan Anda hadapi saat menyinggahi rumah bekas tersebut di masa depan.

Selain karena alasan keamanan, mengetahui usia rumah akan berdampak pada harga jual rumah bekas.

Harga rumah bekas yang usianya sudah tua akan mematok harga jual yang lebih murah dibandingkan dengan rumah-rumah baru.

Cara Menghitung Usia Rumah:

Lalu, bagaimana cara menghitung harga rumah apabila dilihat dari usianya?

Gampang, Sahabat 99!

Hunian bekas yang berusia 10 tahun kebawah masih bisa dibilang rumah baru.

Rumah bekas yang berusia sekitar 10 sampai 25 tahunan tergolong sedang, sementara rumah yang usianya sudah di atas 25 tahun sudah dianggap rumah tua.

Ingat, membeli rumah tua, walaupun harganya murah masih tergolong rugi karena Anda harus membayar biaya renovasi kelak.

10. Perhatikan Sumber Air

Dalam kehidupan sehari-hari, seorang manusia membutuhkan kiranya 10 galon air bersih untuk beraktifitas…

…Untuk dikonsumsi, mencuci baju dan piring, mandi, membersihkan rumah, mobil, dan masih banyak lagi.

Karena hal di atas, sumber air bersih sangatlah penting untuk dipikirkan sebelum kita membeli rumah, maupun itu yang baru ataupun bekas.

Periksalah sumber air terdekat dari calon rumah Anda.

Pastikan sumber air ini memang mengalirkan air bersih yang layak pakai dan dikonsumsi sehari-hari.

Lokasi sumur artesis atau pompa yang baik adalah yang berjarak sekitar minimal 10 m dari septic tank di rumah.

Apabila sumber air untuk rumah Anda terletak kurang dari 10 meter maka airnya tidak akan layak pakai dan konsumsi karena akan terkontaminasi oleh kotoran tanah dan limbah WC.

Tak hanya itu, apabila rumah bekas yang akan Anda beli memiliki sumber air berjenis PAM, pastikan si pemilik rumah tidak memiliki masalah tagihan air.

11. Perhatikan Ketersediaan Listrik

tips membeli rumah bekas

Sebelum setuju membeli rumah bekas, periksa terlebih dahulu apakah daya listrik di rumah tersebut cukup untuk memenuhi segala peralatan elektronik.

Apalagi bila Anda berencana menginstal cukup banyak barang elektronik.

Jika dirasa tidak cukup, lakukan upgrade alias tambah daya secara online lewat pln.co.id.

Selain itu, pastikan instalasi kabel listrik dalam kondisi baik, untuk menghindari terjadinya korslet listrik yang dapat menyebabkan kebakaran.

Tips Negosiasi dalam Membeli Rumah Bekas

tips membeli rumah bekas

Dalam proses pembelian rumah, tentunya kita akan melewati proses negosiasi harga terlebih dahulu.

Prosesnya tidak jauh berbeda dengan saat kita hendak membeli rumah baru, hanya saja ada beberapa hal yang mesti diperhatikan lebih jauh.

Jika Anda sedang mencari rumah bekas, seni negosiasi adalah ilmu yang harus Anda miliki.

Tujuannya tentu untuk mendapatkan rumah dengan harga terbaik serta kualitas hunian yang masih tergolong berkelas.

Agar proses negosiasi Anda lancar, simak 5 trik negosiasi untuk membeli rumah bekas di bawah ini.

1. Jangan Menggunakan Emosi

Saat sedang bernegosiasi membeli rumah bekas, pastikan Anda tidak terbawa emosi dan buru-buru.

Ini tidak akan membantu sama sekali, karena penjual rumah dapat memanfaatkan emosi Anda untuk menaikan harga rumah dengan mudah.

Pastikan Anda benar-benar mengerti rumah seperti apa yang ingin Anda beli.

Jangan terburu-buru ingin langsung menempati hunian baru Anda.

Cek surat-surat dan dokumen-dokumen legal rumah tersebut (IMB)

Tak cuma itu, Anda juga harus memerhatikan struktur rumah.

Mana saja kekurangannya sehingga Anda dapat menentukan harga terbaik

2. Tahu Harga Pasar

Hal ini adalah salah satu yang terpenting: Mengetahui harga pasar.

Jangan sampai Anda ingin membeli rumah bekas, tapi tidak tahu harga pasar di rumah itu.

Cari perbandingan lain dengan properti sejenis di lokasi yang sama.

Anda bisa melakukan riset melalui Google atau terjun langsung ke lokasi untuk mewawancara penduduk sekitar rumah.

Dengan begitu, Anda dapat memberi penawaran atau harga terbaik.

Bernegosilah secara perlahan, tunjukan pada penjual bahwa Anda sudah tahu harga rumah bekas di pasaran tahun ini sehingga si penjual pun tidak akan berani meningkatkan harga rumah.

3. Tawar Lebih Rendah

tips membeli rumah bekas

Tips memberli rumah bekas dan bagaimana cara negosiasi yang berikutnya adalah memulai menawar dengan harga rendah.

Nah, hal ini harus Anda lakukan setelah Anda mengetahui harga pasaran rumah bekas tersebut.

Sebagai contoh, harga rumah bekas yang akan Anda beli pada pasaran adalah Rp200 juta, mulailah nego pada harga Rp150 juta.

Hal ini sama halnya jika Anda membeli pernak-pernik atau baju di grosir atau pedagang kaki lima.

Tawar dengan harga yang lebih rendah sehingga Anda dapat menemukan harga wajar rumah seken yang sedang Anda incar.

Dengan begini, Anda bisa menghemat puluhan juta yang bisa Anda simpan untuk keperluan renovasi apabila dibutuhkan.

4. Biarkan Penjual yang Menyebut Harga Lebih Dulu

Trik berikutnya adalah membiarkan penjual menyebut harga terlebih dahulu.

Mengapa hal ini penting? Agar Anda tahu niatan baik dan buruk si penjual rumah.

Biarkan penjual rumah yang menyebut harga rumah seken yang ia tawarkan, jangan malah Anda yang menyebutkan harga duluan.

Apabila si penjual menawarkan harga yang terlalu jauh dari harga rumah bekas yang sudah Anda ketahui, sebaiknya urungkan niat Anda untuk membeli rumah tersebut.

Bernegosiasi dengan orang yang serakah tidak akan pernah berakhir baik, jadi pastikan si pemilik rumah atau agen penjual rumah Anda memang berniat menjual dengan harga yang tepat dan rasional.

Setelah memastikan, Anda sudah bisa mulai menawar rumah tersebut.

Ingat, seperti trik di atas, mulailah menawar dengan harga paling rendah terlebih dahulu.

5. Siapkan Selang Waktu dalam Bernegosiasi

Tips satu ini tidak kalah pentingnya dengan tips negosiasi membeli rumah bekas.

Layaknya saat Anda sedang mencari rumah dan tidak berburu-buru saat menentukan, begitupun dengan harga final jual beli rumah.

Jangan langsung setuju dengan harga akhir yang ditentukan penjual atau agen rumah.

Misalnya, dalam sehari, Anda bertemu dengan penjualnya selama satu kali dan Anda sudah langsung mengiyakan untuk membeli.

Ini sangatlah ceroboh, karena Anda masih bisa mendapatkan harga yang lebih baik apabila Anda mau menunggu.

6. Terapkan Teknik ‘Pergi Dulu Sampai Dipanggil’

Bagaimana saya Anda melakukan tawar-menawar di pasar, teknik ‘pergi dulu sampai si penjual memanggil kembali’ memang selalu terbukti berhasil, lho!

Siapkan selang waktu kira-kira selama 4 sampai 5 hari.

Dalam masa ini, Anda bisa memikirkan kembali, negosiasinl tarik-ulur sehingga Anda benar-benar yakin dan harga terbaik sudah Anda dapatkan.

Baca Juga:

Simak Langkah Berikut Ini Sebelum Beli Rumah Bekas dengan KPR

Semoga bermanfaat artikelnya ya, Sahabat 99!

Jangan lupa untuk pantau terus informasi penting seputar properti lewat Blog 99.co Indonesia.

Tak lupa, pastikan kamu menemukan properti idaman di www.99.co/id

You Might Also Like