Rumah, Tips & Trik

5 Tips Membeli Tanah Warisan dengan Aman

3 November 2018
Tips Beli Rumah Warisan

Tanah yang telah diwariskan tentu dapat diperjualbelikan. Bila Anda tengah berniat membeli tanah warisan, pastikanlah pada sang penjual mengenai beberapa hal. Jangan sampai karena ada pertikaian internal, tanah yang sudah Anda beli malah jadi sengketa di masa depan.

Agar hal-hal demikian dapat dihindari di masa datang, simak yuk beberapa kiat yang dapat Anda ikuti sebelum membeli tanah warisan.

Penjelasan lengkapnya ada di bawah ini!

#1 Cek Kelengkapan Dokumen

Seperti halnya membeli properti pada umumnya, Anda wajib memeriksa kelengkapan dokumen atau surat-surat tanah warisan.

Beberapa surat tersebut di antaranya ialah ertifikat kepemilikan, Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT), akta jual-beli, surat wasiat, surat hibah, dan surat-surat pendukung lain.

Selain itu, Anda juga wajib mencari tahu benarkah pihak penjual merupakan ahli waris dari pemilik sah tanah tersebut.

Hal ini penting agar Anda tidak tersandung masalah sengketa di kemudian hari.

#2 Bertemu Langsung dengan Ahli Waris

Sebelum memutuskan membeli tanah warisan, ada baiknya Anda bertemu dengan semua ahli waris yang sah untuk mengetahui identitas mereka.

Baca Juga :  7 Cara Cepat Mencari Rumah Impian Melalui Media Online

Selain memastikan keabsahan surat keterangan ahli waris, Anda juga bisa mencari tahu apakah tidak ada ahli waris yang keberatan dengan transaksi jual beli tanah warisan tersebut.

#3 Cek Tanah Warisan secara Langsung

Mengetahui objek jual beli, dalam hal ini tanah yang akan Anda beli, juga harus dilakukan dengan melihatnya secara langsung.

Cara ini dapat membuat Anda mengetahui lokasi dan lingkungan di sekitarnya, serta akses menuju tanah warisan.

Ada baiknya Anda menggali informasi dari tetangga sekitar mengenai status tanah warisan.

Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah tanah tersebut tidak dalam status sengketa atau justru sudah disita pihak bank.

Jika status tanah warisan meragukan, ada baiknya Anda mempertimbangkan kembali keputusan membeli tanah tersebut.

#4 Hadirkan Notaris/PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah)

Ketika Anda sudah melakukan survey dan yakin kalau tanah warisan yang akan dibeli dalam kategori aman, proses selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah menuntaskan akta jual-beli.

Untuk tujuan ini, Anda perlu menghadirkan notaris atau PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah).

Baca Juga :  Hati-hati! Niat Bantu Jual Rumah Malah Bisa Disakiti

Anda juga harus memastikan kalau tanda tangan akta jual beli dilakukan di depan semua ahli waris dan petugas yang sah.

Bila ahli waris berhalangan hadir, ia dapat memberi surat kuasa kepada perwakilan dengan menyertakan akta notaris secara tertulis untuk mengurus proses jual-beli.

Namun, demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di masa mendatang, usahakan agar semua orang yang terlibat dalam proses jual beli tanah warisan ini hadir langsung dan tanpa perwakilan.

#5 Transaksi Pembayaran Jual Beli Dilakukan Secara Terbuka

Undanglah pejabat pemerintahan setempat seperti Ketua RT, RW, lurah atau camat saat melakukan pembayaran jual beli pada ahli waris di depan PPAT.

Anda juga harus memastikan kalau masing-masing ahli waris sudah menerima pembayaran.

Apabila jumlah uang yang dibayarkan banyak dan harus dilakukan dengan transfer bank, Anda harus membuat bukti penerimaan sah.

Ini dilakukan agar dapat diketahui oleh semua yang hadir dalam proses pembayaran tanah warisan.

Selain itu, tidak ada salahnya untuk melakukan dokumentasi seperti foto dan video sejak melakukan proses pembelian tanah warisan sebagai bukti bahwa semua prosedur sudah dilakukan sesuai hukum.

Baca Juga :  Sewa Rumah Tapak atau Apartemen?

Bila semuanya selesai, Anda bisa segera mendaftarkan sertifikat tersebut paling lambat 7 hari setelah akta jual-beli dibuat.

Demikianlah beberapa kiat yang dapat Anda lakukan dalam membeli tanah warisan.

Semoga informasi tersebut berguna dan dapat Anda terapkan dengan mudah.

Kunjungi blog 99.co Indonesia terus ya untuk mendapatkan informasi seputar properti yang tak kalah bermanfaat lainnya!

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

You Might Also Like