Rumah, Tips & Trik

7 Tips Menata Rapi Lemari Baju Anak, Cari Baju Enggak Susah Lagi!

14 Juni 2019
lemari baju anak
2 menit

Kamu mulai kesulitan untuk mencari baju kesayangan anak? Ini berarti tandanya lemari baju anak mulai berantakan. Siasati dengan 7 tips ini. Simak, yuk!

Biasanya, anak-anak sering melakukan menarik baju sembarangan saat mengambilnya

Lalu, ditinggalkan saja sambil menutup pintu lemari.

Menata lemari pakaian anak sebaiknya dilakukan rutin, paling tidak setiap minggu agar rapi.

Hal ini jadi tantangan tersendiri buat kamu nih, apalagi kalau koleksi baju anak cukup banyak.

Memang bukan pekerjaan yang mudah, Bunda, tetapi harus tetap dilakukan.

Pekerjaan membereskan baju-baju anak harus tetap dilakukan.

Lumaya itung-itung tubuh kamu jadi banyak bergerak dan membakar kalori.

Nah, agar penataan bajunya efisien dan tidak berantakan lagi, berikut trik membereskan lemari baju anak:

1. Sortir Pakaian yang Sudah Sempit

Langkah pertama dalam membereskan lemari baju anak yaitu, singkirkan atasan, celana, kaus kaki, serta pakaian lainnya yang sudah sempit.

Biasanya pakian-pakaian ketika si kecil masih bayi.

Kegiatan menyortir pakaian ini sebaiknya dilakukan 6 bulan sekali.

Terutama karena pertumbuhan anak cepat sekali.

2. Kategorikan Pakaian Sesuai Fungsinya

Setelah disortir, lakukan pengkategorian pakaian anak berdasarkan fungsinya.

Misalkan, pakaian untuk sekolah seperti seragam sekolah, dan atribut, baju bermain atau sehari-hari.

Untuk pakaian dalam, kaus dalaman, celana dalam serta kaus kaki sebaiknya ditaruh dalam kotak khusus.

Kamu bisa kepadatan tumpukan baju dan celana dengan menyediakan gantungan pakaian.

Beberapa baju seperti, kemeja, sweater, jaket lebih baik digantung saja.

Gantungan pakaian juga dapat melatih anak mandiri dalam hal memilih pakaian.

Dengan begitu kamu dan anak tidak bingung lagi saat mencari pakaian.

Baca Juga:

9 Manfaat Lain Dari Gantungan Baju, Sangat Berguna Untuk Rumah Tangga!

3. Lemari Baju Anak Diisi Sesuai Jenisnya

Contohnya, jenis celana panjang, legging, jeans, dan celana pendek dijadikan satu tumpukan.

Begitu pula dengan blouse, kemeja, kaos, bisa kamu satukan jenisnya menjadi satu tupukan atasan.

Sama dengan jenis pakaian dalam juga aksesoris.

Biasanya hal-hal di atas akan tercecer dan berantakan jika dicampur dalam satu penyimpanan.

Dalam proses pengelompokkan ini sebaiknya libatkan sang anak karena, agar ia bisa belajar bertanggung jawab terhadap barang miliknya.

4. Posisi Penyimpanan

lemari baju anak

Pastikan kamu mengatur posisi penyimpanan dengan baik.

Untuk pakaian bermain atau sehari-hari, tempatkan di bagian paling bawah agar areanya masih terjangkau oleh anak-anak.

Posisi tengah lemari baju anak bisa ditempatkan untuk seragam sekolah atau baju pergi.

Sedangkan posisi paling atas, bisa ditempati dengan benda-benda yang jarang digunakan seperti, sprei dan selimut atau aksesori lainnya.

Khusus untuk pakaian dalam bisa kamu simpan di dalam laci yang tertutup.

Jika posisi ini bertahan lama, maka bisa jadi si kecil akan hafal dan ia bisa mengambil sendiri pakaian yang ia butuhkan.

5. Lipat-Lipat Kecil Baju Anak

Ada dua teknik cara melipat baju yaitu, cara konvensional atau dilipat-lipat kecil.

Umumnya, cara konvensional akan menghasilkan 1 hingga 2 baris baju dalam satu rak.

Lain dengan cara melipat-lipat kecil.

Kamu bisa melipat baju dengan ukuran lebih kecil dari biasanya sehingga dalam satu rak akan muat lebih dari 2 baris.

6. Pakaian Baru vs Pakaian Lama

Hati-hati kalau bepergian ke mal.

Ada baju anak lucu sedikit di ambil, ada diskon langsung serbu.

Beli ini dan itu, enggak sadar deh kalau lemari baju anak sudah penuh.

Kamu boleh saja membeli pakaian baru untuk si kecil

Tetapi, sebelum itu, keluarkan terlebih dahulu baju-baju yang sudah tak terpakai lagi alias sudah sempit.

Gunakan baju tersebut untuk dikasih pada adik, sepupu, atau disumbangkan ke rumah yatim piatu atau orang yang lebih membutuhkan.

Kesannya akan lebih bermanfaat!

7. Pewangi Lemari

Pakaian anak sudah rapi, lemari juga bersih.

Saatnya tambahkan pewangi lemari pakaian di dalamnya.

Pilihlah jenis pewangi dan kamper yang aman juga anti serangga.

Ajak si kecil memilih aroma lemari kesukaannya.

Dengan begitu, pakaian si kecil akan rapi, bersih, tetap segar, wangi, dan aman dari gangguan serangga.

Baca Juga:

Design Interior Ruangan Anak: Lemari Pakaian Warna – Warni Part 2

Bye-bye, lemari berantakan!

Semoga bermanfaat, Sahabat 99

Pantau terus Blog 99.co Indonesia agar lebih tahu informasi seputar properti.

Tak lupa, kunjungi 99.co/id untuk mendapatkan rumah terbaik dengan harga terjangkau!

You Might Also Like