Rumah Tips & Trik

4 Tips Menghindari Penipuan Rumah Syariah di Indonesia. Jangan Gampang Percaya!

3 menit

Properti syariah kini menjadi tren baru di pasar properti Indonesia. Sayangnya, kondisi ini juga kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Agar tidak menyesal, yuk simak tips menghindari penipuan rumah syariah berikut ini dulu, Sahabat 99.

Properti syariah merupakan konsep jual beli properti yang menerapkan syariat agama Islam di dalamnya.

Ciri khas sistem ini adalah tidak adanya campur tangan bank sama sekali dalam prosesnya.

Bahkan pengembang pun tidak bekerja sama dengan bank syariah, Sahabat 99.

Skema bisnis properti seperti ini tentu menjadi angin segar untuk masyarakat Indonesia.

Pasalnya, ini memberi peluang lebih besar untukmu menghindari riba.

Namun tentu saja, kamu harus cermat dalam memilih pengembang properti syariah.

Jangan sampai merugi akibat bertemu dengan oknum tidak bertanggung jawab.

Sebagai panduan, berikut tips menghindari penipuan rumah syariah menurut Ketua Asosiasi Developer Properti Syariah (DPS) Arief Sungkar.

Tips Menghindari Penipuan Rumah Syariah di Indonesia

1. Jangan Malas Mengecek Legalitas dan Perizinan Pengembang

pengembang properti syariah bodong

Meski melibatkan asas kepercayaan, jangan mudah percaya dengan janji pengembang.

Kamu harus cermat mengecek legalitas dan perizinan pengembang sebelum melakukan transaksi apapun.

Pasalnya, tidak ada bank sebagai pihak ketiga yang bisa turut melakukan pengecekan.

Meski tentu saja, dalam skema transaksi konvensional yang melibatkan bank pun tetap ada peluang kamu bertemu pengembang bodong.

“Bukan hanya di prop syariah tapi di konvensional juga. Kurang fair kalau menstigma properti syariah itu bodong,” tegas Arief dalam sebuah sharing session terkait Developer Properti Syariah bersama 99 Group, Rabu, 10 Maret 2021.

2. Pastikan Pengembang Sudah Mengantongi IMB

Kemudian kamu juga harus mengecek apakah pengembang sudah mengantongi IMB untuk proyek yang ditawarkan.

Jangan sampai di tengah jalan kamu baru menyadari bahwa IMB hunian bermasalah.

Atau bahkan, pengembang sama sekali belum mengurus IMB untuk proyek tersebut.

Sebagai catatan, saat ini Izin Mendirikan Bangunan sudah berganti nama menjadi Persetujuan Bangunan Gedung, Sahabat 99.

3. Cek Status Kepemilikan Lahan

Salah satu hal yang harus kamu pastikan adalah status kepemilikan lahan.

Apakah sudah menjadi milik pengembang atau didapatkan melalui kerja sama.

Jika dari kerja sama, pastikan ada perjanjian atau bukti jelas yang dimiliki pengembang.

Bukti yang ditunjukkan harus memberi kepastian apakah akuisisi lahan tersebut sudah jelas dan selesai.

Langkah ini penting, untuk meminimalisir risiko proyek mangkrak akibat akuisisi bermasalah.

4. Kontak DPS untuk Verifikasi Keamanan Pengembang

tips menghindari penipuan properti syariah

Langkah terakhir, kamu bisa coba menghubungi DPS untuk memverifikasi keamanan pengembang.

Jika pengembang bersangkutan sudah terdaftar sebagai anggota DPS, mereka biasanya sudah memiliki pemahaman bagaimana menjadi pengembang amanah.

Jika belum, sebelum melakukan transaksi sebaiknya lakukan pemeriksaan yang cermat dan teliti mengenai berbagai aspek.

Jangan sampai kamu terjebak akal bulus pengembang bodong dan malah rugi, Sahabat 99.

Perbedaan Anggota DPS dengan Developer Non-Anggota

Lantas, sebenarnya apa yang membedakan anggota DPS dengan developer lainnya?

Menurut Arief, perbedaan utamanya terletak pada pemahaman pengembang dalam menjalankan properti syariah.

Jika pengembang merupakan anggota, biasanya mereka telah mendapat pelatihan selama kurang lebih 3 hari 2 malam.

Pelatihan ini bertujuan untuk menyosialisasikan sistem dan aturan yang harus dipenuhi agar dapat menjadi pengembang nan amanah.

Anggota DPS ada training agar aman dan amanah, ada pendampingan sebelum disahkan. Mereka yang terjerat kasus biasanya tidak belajar atau minta pendampingan. Saat ada masalah baru minta advise ke DPS,” kata Arief. 

Contoh sederhana terkait legalitas pengembang, mereka pasti sudah menyelesaikannya dan tidak keberatan untuk menunjukkan buktinya pada konsumen.

Risiko proyek mangkrak akibat proses akuisisi lahan yang bermasalah pun akan lebih kecil.

Nah, salah satu developer properti syariah terpercaya yang sudah punya nama besar yaitu Royal Orchid Syariah.

Contoh Kasus Penipuan Rumah Syariah

kasus penipuan rumah syariah

Perlu kamu tahu, di awal tahun 2020 lalu Polri sukses membongkar kasus penipuan rumah syariah di Surabaya.

Oknum yang menjadi tersangka adalah PT Cahaya Mentari Pratama.

Mereka sukses meraup uang sekitar Rp3 miliar dari kurang lebih 32 orang korban.

Modusnya, mereka menawarkan proyek perumahan fiktif dengan embel-embel syariah kepada masyarakat.

Sasarannya, masyarakat Indonesia yang baru memahami hukum riba dan berupaya menghindarinya.

Oleh sebab itu, sebagai konsumen kamu sebaiknya tidak mudah percaya dengan segala hal yang dilengkapi dengan slogan ‘syariah’.

Lakukan riset mendalam terlebih dahulu mengenai kredibilitas pengembang agar tidak menyesal di kemudian hari.

***

Semoga informasinya bermanfaat Sahabat 99.

Simak artikel menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari properti untuk investasi masa depan?

Kunjungi 99.co/id dan temukan hunian impianmu.

Ada beragam pilihan properti menarik seperti kawasan Summarecon Bekasi CBD.

Hanifah

Content Writer for 99.co | Knit & Crochet Enthusiast

Related Posts