Rumah, Tips & Trik

7 Tips Menata Pencahayaan Rumah agar Hunian Apik dan Hangat

24 Oktober 2019
pencahayaan rumah
4 menit

Simak tips tata pencahayaan rumah agar hunian Anda terlihat lebih hangat, nyaman, dan tentu saja tetap stylish!

Selain interior dan cat dinding, rupanya  penataan cahaya dalam rumah juga sangat penting, Sahabat 99.

Walau rumah semewah apapun, tapi jika penataan cahaya buruk, maka rumah akan tampak tidak menarik lagi.

Tidak hanya itu, pencahayaan pun memengaruhi kegiatan Anda selama berada di rumah.

Oleh karena itu, hendaknya Anda harus pintar mengatur pencahayaan di setiap ruangan.

Seperti apa penataan pencahayaan rumah yang baik?

Berikut tipsnya!

Tips Menata Pencahayaan Rumah

1. Kenali Jenis Lampu

pencahayaan rumah

Sebelum membeli lampu pastikan Anda mengenali dulu jenis lampu yang dijual di pasaran.

Ada beberapa jenis lampu yang biasa ditemui sehari-hari.

Contohnya, lampu pijar atau yang dikenal juga sebagai lampu bolham.

Lampu jenis ini biasanya digunakan untuk ruangan yang tidak membutuhkan intensitas cahaya yang tinggi seperti kamar mandi dan gudang.

Namun, lampu pijar sering meninggalkan bekas hitam pada dinding.

Selanjutnya adalah lampu LED.

Lampu ini bisa dibilang paling awet dan jauh lebih hemat energi dibandingkan lampu pijar.

Lampu ini pun nyaris tidak menghasilkan panas dan lebih nyaman digunakan.

Jenis lampu lainnya adalah Lampu TL atau yang dikenal sebagai lampu neon.

Secara kualitas, lampu neon berada jauh di atas lampu pijar dan berada sedikit di bawah lampu LED.

2. Menyesuaikan dengan Fungsinya

pencahayaan rumah

Tips menata pencahayaan rumah berikutnya adalah menyesuaikan fungsi kerja.

Selain jenis lampu, Anda juga harus menyesuaikan lampu dengan fungsi yang akan ditempatkan pada ruangan rumah.

Misalnya, jika Anda ingin mendapatkan pencahayaan yang kuat untuk keseluruhan ruangan, maka gunakan general lighting yang dapat mengakomodasi cahaya pada ruangan dengan luas.

Selanjutnya bila ingin memasang lampu di ruang kerja atau ruang baca, belilah task lighting yang memang dibuat berdasarkan tujuan khusus.

Sementara, jika Anda hanya ingin memiliki lampu dengan bentuk yang menarik bagi ruangan, decorative lighting bisa dijadikan sebagai alternatif pilihan.

Baca Juga:

7 Desain Rumah Dengan Pencahayaan Alami Ini, Bikin Hemat Energi!

3. Tentukan Color Rendering

pencahayaan rumah

Color Rendering adalah sebuah satuan cahaya yang digunakan untuk menjelaskan tentang kemampuan sebuah sumber cahaya buatan dalam menampilkan warna objek atau benda.

Satuan yang sering dipakai adalah Kelvin (K).

Semakin tinggi angka satuan K yang dimiliki, maka akan semakin putih kebiru-biruan warna cahaya yang akan dipancarkan.

Begitu pun sebaiknya, semakin rendah angka K, maka akan kuning kemerah-merahan warna cahaya lampunya.

Color rendering ini juga berguna dalam penentuan lampu yang akan digunakan di ruangan.

Jika ruangan untuk bersantai, maka gunakan lampu yang berwarna kuning untuk memberikan suasana nyaman dan santai.

Ketika diaplikasikan untuk ruang kerja, pilihlah lampu yang berwarna putih agar memberikan kesan yang serius dan kaku.

4. Intensitas Cahaya

pencahayaan rumah

Intensitas lampu menentukan baik tidaknya pencahayaan rumah.

Ini karena besar-kecilnya konsumsi daya lampu akan sangat menentukan jumlah atau intensitas cahaya yang dapat dihasilkan oleh sebuah lampu.

Seperti suasana terang yang dihasilkan dari intensitas cahaya yang diterima sangat dipengaruhi oleh faktor jarak antara sumber cahaya dengan permukaan benda yang yang diteranginya.

Hal ini juga berlaku pada jika jarak benda dengan posisi lampu berada pada posisi yang jauh.

5. Temani dengan Jendela

pencahayaan rumah

Pencahayaan rumah tidak hanya datang dari lampu, namun juga cahaya natural yang datang langsung dari luar.

Cahaya matahari mampu menambahkan efek hangat pada interior rumah tanpa harus berbuat banyak

Selain itu, cahaya natural sinar matahari terasa lebih natural, membuat rumah terkesan lebih lapang dan luas.

Maka dari itu, untuk beberapa ruangan yang membutuhkan cahaya cukup terang, pastikan Anda membangun jendela yang mencukupi.

Selain dapat membantu menata ruangan, ini juga akan membantu menghemat pengeluaran listrik Anda.

6. Sesuaikan dengan Ruangan

pencahayaan rumah

Beberapa ruangan memiliki fungsi yang berbeda-beda, sehingga berbeda pula pencahayaan yang diperlukan nantinya.

Seperti contoh penataan cahaya pada ruang keluarga seharusnya dilengkapi dengan berbagai jenis lampu karena Anda dan anggota keluarga yang lain banyak melakukan aktivitas di sana.

Lain halnya intensitas cahaya yang digunakan di ruang dapur.

Sebaiknya menggunakan cahaya yang lebih terang dibandingkan ruang keluarga, karena dapur adalah tempat Anda untuk melakukan aktivitas memasak yang membutuhkan ketelitian sendiri.

Penataan cahaya pada ruangan pun juga tergantung pada warna ruangan yang ada. Semakin gelap warna dinding, maka semakin banyak pula cahaya yang diserap oleh dinding.

Hal ini mengakibatkan ruangan akan semakin gelap, dan Anda membutuhkan daya yang lebih besar.

7. Sesuaikan dengan Konsep Rumah

pencahayaan rumah

Langkah terakhir pada tips menata pencahayaan rumah sungguh mudah, yaitu menyesuaikan dengan desain rumah.

Apabila sebelumnya kita sudah berbicara tentang fungsi dan warna ruangan, kini Anda harus tahu lampu mana yang cocok untuk konsep rumah.

Untuk rumah minimalis, lampu yang biasanya digunakan adalah putih, sementara untuk desain vintage, retro, dan lainnya, Anda bisa menggabungkan lampu kuning agar lebih hangat.

Mudah, bukan?

Baca Juga:

6 Variasi Pencahayaan Rumah Berdasarkan Tipe Lampu

Nah, itu tadi 7 hal yang harus Sahabat 99 perhatikan dalam pencahayaan untuk di ruangan.

Apakah tips ini bermanfaat?

Yuk, bagi artikel ini kepada teman-teman Anda.

Jangan lupa untuk pantau terus informasi penting seputar properti lewat Blog 99.co Indonesia.

Tak lupa, pastikan kamu menemukan properti idaman di 99.co/id.

You Might Also Like