Berita Ragam

5 Tradisi Aneh Para Jomblo di Berbagai Negara untuk Mendapat Jodoh

3 menit

Urusan jodoh memang bukan perkara enteng bagi sebagian orang. Namun, negara-negara ini memiliki tradisi aneh untuk menghibur mereka yang berstatus lajang.

Tradisi-tradisi tersebut diselenggarakan untuk membuat si jomblo jadi enteng jodoh dan menemukan tambatan hatinya.

Memang tak dapat dipungkiri, mencari jodoh bukanlah perkara mudah. Apalagi bagi mereka yang sudah cukup berumur dan disibukkan dengan aktivitas yang padat.

Akibatnya, waktu untuk bersosialisasi pun jadi berkurang dan jumlah pria serta wanita lajang semakin bertambah.

Untuk mengatasi hal-hal tersebut, negara-negara ini memiliki tradisi yang mungkin terdengar aneh untuk dilakukan…

Tradisi Aneh Para Jomblo di Berbagai Negara

1. Pebersvends dan Pebermo, Denmark

cinnamon festival

sumber: tribune.com.pk

Denmark memiliki tradisi unik untuk merayakan ulang tahun para jomblo, yakni dengan melempari mereka dengan bubuk kayu manis.

Tradisi ini dilakukan pada pria maupun wanita yang tidak memiliki pasangan pada hari ulang tahun ke-25.

Dalam tradisi ini, pria yang belum menikah akan dijuluki sebagai “pebersvends” atau pepper dudes.

Sedangkan wanita dijuluki sebagai “pebermo” atau pepper maiden.

Saat perayaan tradisi ini, pebersvends dan pebermo akan ditarik ke halaman dan diikat ke tiang atau kursi supaya tidak kabur.

2. Black Day, Korea Selatan

black day

sumber: koreaboo.com

Hari Valentine di Korea Selatan tidak hanya dirayakan oleh mereka yang sedang di mabuk cinta, tapi juga bagi mereka yang tuna asmara.

Namun, pada tanggal 14 Februari itu, para jomblo merayakan hari yang diberi nama Black Day.

Di hari tersebut, mereka mengenakan pakaian serba hitam serta mengonsumsi makanan dan minuman yang juga serba hitam.

Salah hidangan yang disantap para jomblo pada tradisi tersebut adalah jajangmyeon, mie dengan saus kental dari kacang hitam.




3. Gypsy Bride Market, Bulgaria

gypsy bride market

sumber: dafunda.com

Di Bulgaria, para jomblo yang ingin menemukan tambatan hati bisa menghadiri pasar jodoh bernama Gypsy Brides Market.

Gypsy Brides Market merupakan sebuah pasar di Kota Stara Zagora yang ‘memperjualbelikan’ wanita muda sebagai calon istri para pria Roma.

Layaknya sebuah pasar pada umumnya, di pasar jodoh ini juga ada tawar menawar harga.

Biasanya, pasar ini dibuka sebanyak empat kali dalam setahun.

4. Guanggun Jie, Tiongkok

guanggun jie

sumber: dayfinders.com

Beda halnya di Tiongkok, tanggal 11 bulan 11 menjadi tanggal ‘sakral’ bagi mereka yang tak memiliki pasangan.

Tanggal tersebut dikenal dengan hari Guanggun Jie atau Singles’ Day yang merupakan festival untuk merayakan hari jomblo.

Para jomblowan dan jomblowati merayakan hari tersebut dengan berbagai cara, seperti menghabiskan waktu bersama teman-teman, bersosialisasi, sampai bertukar hadiah.

Tradisi ini pertama kali dimulai pada tahun 1993 oleh para mahasiswa dari Universitas Nanjing.

5. Gokon, Jepang

gokon

sumber: allabout-japan.com

Para jomblo di Negeri Matahari Terbit memiliki tradisi aneh dan unik yang jadi usaha mereka untuk melepas status lajang.

Tradisi tersebut dikenal dengan nama Gokon, yakni singkatan dari godo konpa yang artinya kencan buta.

Mereka merayakan tradisi ini dengan ajang pertemuan jomblo untuk saling mengenal satu sama lain.

***

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sahabat 99!

Simak informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari rumah dijual di Pancoran, Jakarta Selatan?

Kunjungi www.99.co/id dan temukan hunian impianmu dari sekarang!




Alya Zulfikar

Penulis 99.co Indonesia

Related Posts