Berita

Tradisi Mudik Lebaran, Saatnya Rekalibrasi Diri Secara Sosial dan Spiritual

31 Mei 2019
tradisi mudik lebaran
2 menit

Tradisi mudik lebaran bukanlah sekadar tradisi tahunan khas Indonesia. Lebih jauh lagi, ini adalah saat di mana kita mulang ke udik untuk rekalibrasi diri secara sosial dan spiritual.

Bagi banyak masyarakat Indonesia, terutama kaum muslim, mudik lebaran adalah sebuah momen puncak dan ritus paling suci yang menandai berakhirnya momen bulan Ramadan.

Siapapun, dari manapun asalnya, kemana pun tujuannya, dan bagaimanapun kondisinya tak pernah ingin melewatkan setiap momen mudik lebaran.

Tak peduli meskipun harus berdesak-desakan, menempuh perjalanan panjang yang melelahkan, dan menghabiskan cukup banyak uang tabungan.

Semua rela dilakukan demi melaksanakan “ibadah” puncak dari rangkaian ibadah sebulan penuh selama bulan Ramadan.

Memahami Makna Mudik Sebenarnya

Tak ada penjelasan yang cukup akurat mengenai apa makna mudik yang sebenarnya.

Bahkan mungkin setiap orang, setiap golongan, dan setiap daerah memiliki cara pemaknaan masing-masing mengenai tradisi mudik lebaran ini.

Apakah mudik lebaran adalah tradisi religius, tradisi spiritual, ataukah sekedar tradisi komunal khas Indonesia?

Beberapa argumen mengenai asal usul istilah mudik muncul dan dianggap sebagai penjelasan paling representatif untuk memahami makna mudik yang sebenarnya.

Ada yang mempercayai argumen bahwa istilah mudik berasal dari frasa mulang ke udik alias pulang ke kampung halaman.

Baca Juga:

Menikmati Nuansa Mudik, Ini 10 Kampung Unik di Indonesia

Adapun yang menyatakan bahwa istilah mudik berasal dari frasa bahasa Jawa mulih dilik, yang artinya pulang sebentar.

Satu hal yang mungkin akurat ialah bahwa mudik bagi masyarakat Indonesia dimaknai sebagai sebuah perjalanan religius, spiritual, sekaligus komunal untuk kembali ke asal.

Sejarah Tradisi Mudik Lebaran di Indonesia

tradisi mudik lebaran

Sama seperti soal makna mudik, tak ada referensi yang cukup akurat soal sejarah mudik di Indonesia.

Namun, salah satu pendapat yang paling terkenal menyebutkan bahwa sejarah mudik telah ada sejak zaman Majapahit dahulu kala.

Disebutkan, tradisi mudik adalah salah satu tradisi primordial yang berasal dari masyarakat petani Jawa.

Para pekerja yang telah merantau pulang ke kampung halamannya untuk berziarah dan membersihkan makam leluhurnya.

Dari tradisi primordial tersebut, perlahan-lahan budaya mudik mulai berkembang seiring dengan berkembangnya kemajuan zaman.

Kemudian, dengan merebaknya tren urbanisasi yang membanjiri kota-kota besar, istilah mudik mulai dipergunakan untuk menjelaskan ritual perjalanan lebaran.

Lalu, di tahun 1970-an istilah mudik mulai berasimilasi dengan tradisi mudik lebaran yang kita lihat saat ini.

Tren Mudik Lebaran di Indonesia

Melihat tren mudik di Indonesia memang sangat menarik karena hampir setiap tahun selalu saja dipenuhi macam-macam warna dan cerita.

Misalnya soal tren transportasi yang digunakan untuk mudik yang masih saja didominasi oleh kendaraan pribadi.

Bahkan, meskipun banyak alternatif transportasi lainnya, banyak yang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi, terutama motor.

Menurut data dari Kementrian Perhubungan, penggunaan motor untuk mudik ternyata tiap tahun selalu mengalami peningkatan.

Pada tahun 2015 terncatat ada 2,52 juta unit motor yang digunakan mudik, lalu meningkat dua kali lipatnya pada 2016 menjadi 5,6 juta unit.

Terakhir, pada tahun 2018 kemarin diperkirakan jumlah motor yang digunakan mencapai angka 8,5 juta unit.

Transportasi paling populer kedua untuk mudik yaitu kereta api.

Saat ini banyak orang yang mulai beralih menggunakan moda transportasi ini karena fasilitas dan pelayanannya semakin hari semakin membaik.

Lalu pilihan transportasi paling populer terakhir adalah menggunakan bis.

Meskipun agak merepotkan, namun menggunakan bis untuk mudik jauh lebih murah dan lebih mudah dijangkau.

Apalagi saat ini pun banyak yang menyediakan mudik gratis dengan bus, sehingga semakin banyak juga orang yang memanfaatkan penawaran menarik ini.

Meskipun fasilitas dan moda transportasi terus diperbaiki, namun diperkirakan hingga beberapa tahun ke depan kendaraan pribadi masih akan tetap mendominasi.

Baca Juga:

10 Destinasi Populer Wisata Religi Mudik Lebaran di Jawa Timur

Semoga artikel ini dapat mencerahkan ya, Sahabat 99!

Simak informasi yang kamu butuhkan mengenai properti hanya di Blog 99.co Indonesia.

Tak lupa, cek 99.co/id bila kamu sedang mencari properti idaman.

You Might Also Like