Berita

Racunnya 10 Ribu Kali Lebih Mematikan dari Sianida,1 Keluarga di Banyuwangi Tewas dalam Tragedi Ikan Buntal

2 menit

Tragedi ikan buntal kembali terjadi dan memakan korban.

Pada tahun 2019, tragedi tersebut menimpa 2 warga Dusun Lebak, Kecamatan Montong, seperti dilansir dari tribunnews.com.

Menurut kabar terakhir, salah satu dari 2 korban tewas setelah mengonsumi telur ikan buntal.

Tragedi Ikan Buntal di Banyuwangi Menewaskan 3 Orang

Beberapa hari kemarin, 1 keluarga yang terdiri dari 3 orang tewas setelah diduga keracunan ikan buntal.

Ketiga korban tewas tersebut adalah Muhlis Hartono (65), Dewi Ambarwati (50), dan Siti Habsah.

Siti adalah Ibu dari Dewi, sedangkan Muhlis dan Dewi adalah pasang suami istri.

“Memang benar. Tiga orang meninggal diduga karena keracunan,” ungkap Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin, seperti dilansir dari news.detik.com.

Arman membeberkan bahwa ikan yang mereka konsumsi adalah hasil pancingan Muhlis yang kemudian dimasak oleh Dewi untuk lauk selama 2 hari.

Ikan buntal tersebut dimasak dengan bumbu santan dan kemudian digoreng.

“Muhlis memancing pada 9 Maret lalu. Setelah ikan dimasak, ketiganya makan. Saat makan di hari pertama itu, perut mereka mulas. Namun mereka pada hari kedua tetap memakan ikan itu lagi. Mereka merasa pusing dan muntah,” lanjut Arman.

Karena sakit yang berkelanjutan, ketiganya langsung dibawa ke puskesmas, tetapi nyawa mereka tak tertolong.

“Saat ini kami lakukan penyelidikan. Sampel makanan kami akan uji laboratorium untuk mengetahui apakah kematian ketiganya karena ikan buntal ini,” ujarnya.

Baca Juga:

Waspada, 5 Barang di Rumah Sakit Ini Menyimpan Bakteri Penyakit!

Bahaya Ikan Buntal

Endah Nurul Komariyati, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, sudah pernah berpendapat tentang bahaya ikan buntal pada tahun 2019.

“Secara alami, ikan buntal tubuh memang beracun. Racunnya sangat berbahaya,” ujar Endah, melansir dari tribunnews.com.

Endah pun menyebutkan bahwa ikan yang satu ini mengandung zat tetrodotoxin yang 10 ribu kali lebih berbahaya dari sianida.

“Kandungan racun Ikan buntal memang tinggi, 10 ribu kali lebih membahayakan daripada sianida,” lanjutnya.

Dr. Susintowati, MSc, Dosen FKIP/Pendidikan Biologi Universitas Tujuh belas Agustus (Untag) 1945 Banyuwangi pun turut mengemukakan pendapat.

Racun dalam tubuh ikan buntal tergolong neurotoksin atau bereaksi pada sistem saraf.

Dengan kata lain, racun tersebut dapat menimbulkan kelumpuhan.

“Neurotoksin pada ikan Buntal ini terutama terkonsentrasi di dalam ovarium dan hati, meskipun jumlah yang lebih kecil ada di usus dan kulit, serta jumlah jejak di otot. Efek toksisitas ini tidak selalu memiliki efek mematikan pada predator besar, seperti hiu, tetapi dapat membunuh manusia,” ungkapnya.

Baca Juga:

Gaji Menteri Jokowi Lebih Kecil daripada Anggota DPR. Memang Berapa Totalnya Ya?

***

Temukan informasi dan berita terbaru lainnya hanya di portal Berita Properti 99.co Indonesia.

Sedang mencari rumah impian? Cari saja di 99.co/id!

Mukhammad Iqbal

An English Literature graduate. A bibliophile. A midnight gamer. A cinema enthusiast.
Follow Me:

Related Posts