Berita Properti

Transaksi Properti Pakai Mata Uang Asing? Awas Dipenjara!

25 Maret 2017
1 menit

Sudah tahukah Anda bahwa ada peraturan dari Bank Indonesia (BI) mengenai pelarangan transaksi menggunakan mata uang asing? Apabila dilanggar, maka akan terkena sanksi administratif hingga pidana. Berikut penjelasan lengkapnya:

Rupiah Bisa Melemah?

Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa transaksi jual-beli di Indonesia wajib menggunakan mata uang rupiah. Hal ini tercantum dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 17/3/PBI/2015 tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sudah disahkan sejak 31 Maret 2015.

Kenapa wajib menggunakan rupiah? Ternyata hal ini berkaitan dengan melemahnya rupiah yang memang dipengaruhi oleh banyak faktor. Melihat nilai tukar rupiah yang sempat ada di angka Rp13.000 per US Dollar, maka kewajiban menggunakan rupiah saat transaksi pun diberlakukan untuk terhindar dari fluktuasi.

Adanya aturan ini tentunya dapat membantu memperkuat rupiah yang ada di Indonesia. Bukan hanya itu, pemerintah pun meningkatkan penggunaan kas keliling di wilayah perbatasan Indonesia. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan penggunaan rupiah karena di perbatasan masih banyak yang bertransaksi menggunakan mata uang asing.

Sanksi Bagi Pelanggar

Meskipun sudah lama disahkan, masih ada saja pihak yang melanggar peraturan tersebut. Padahal, pada Pasal 18 dalam peraturan yang sama, BI sudah mencantumkan sanksi bagi siapapun yang melanggar. Khusus transaksi tunai, sanksinya pun tak tanggung-tanggung yaitu berupa hukuman pidana penjara selama satu tahun dan denda maksimal Rp100 juta.

Lalu, bagaimana dengan transaksi nontunai? Dalam hal ini, BI akan memberikan teguran tertulis berupa sanksi administrasi. Pelakunya diwajibkan untuk membayar senilai satu persen dari nilai transaksi maksimun Rp1 miliar. Dengan kata lain, akan terkena denda maksimal Rp100 juta.

Ini Langkah Nyata UrbanIndo!

Sebagai situs jual beli properti di Indonesia, UrbanIndo pun turut mendukung peraturan BI tersebut. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan tidak mencantumkan harga properti dalam satuan mata uang asing.

Sebelumnya, agen properti bisa beriklan di UrbanIndo menggunakan satuan mata uang asing, namun kini hal tersebut sudah tidak diberlakukan lagi. Cara ini dinilai menjadi salah satu tindakan nyata untuk menghindari adanya transaksi menggunakan mata uang asing terkait jual-beli properti di Indonesia.

Seperti yang kita tahu bahwa transaksi di bidang properti tentu bernilai tinggi. Jika bertransaksi menggunakan mata uang asing, maka negara tidak akan mendapatkan pajak dan rupiah menjadi semakin lemah.

Kini sudah tahu kan bahwa tidak boleh bertansaksi apapun menggunakan mata uang asing di Indonesia? Semoga bermanfaat!

Jangan lupa untuk selalu mendukung pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang lebih baik lagi!

You Might Also Like