Berita

Tren Micro Living: 9 Rumah Ini Luasnya Tak Lebih dari 25 Meter Persegi

4 Maret 2016
3 menit

Tak bisa dipungkiri lagi, harga tanah dan rumah di Indonesia kian mahal dari waktu ke waktu. Namun ternyata, hal tersebut sudah berlangsung sejak lama di kota-kota negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang. Hal ini lah salah satunya yang membuat timbulnya tren micro living atau tinggal di hunian yang ukurannya super mini. Berikut ini ulasannya:

1. Hori no Uchi HouseDi Jepang, hunian mikro sudah tak asing lagi dimiliki karena harga tanahnya yang sangat mahal. Rumah yang berada di Suginami, Tokyo ini salah satunya. Luas tanahnya tak lebih dari 17 meter dan bentuknya seperti sebuah pekarangan atau halaman parkir sebuah rumah normal. Walau begitu, di dalam rumah bernama Hori no Uchi ini dapat ditinggali sebuah keluarga kecil dengan nyaman.

2. Niche House

Rumah mini yang berada di Oregon, Amerika Serikat ini dimiliki Lina Merland. Ia mendesain dan membuat hunian sepanjang 6 meter ini karena mengidamkan hidup yang simpel dan sederhana. Sebelum menetap di sebuah komplek yang berisikan rumah-rumah mini, Lina membawa rumah beroda ini berkeliling dari satu tempat ke tempat lainnya.

3. Flying Bed House

Rumah mini dengan luas 18 meter persegi ini dirancang sekumpulan desainer muda asal Australia. Terletak di Kota Brisbane, rumah ini tampak terlihat lebih lega karena ranjangnya berada melayang di atas ruangan. Jika ingin dinaiki, tempat tidur dapat diturunkan dengan menggunakan sebuah remote control.

4. Vina’s Tiny House

Memiliki rumah kecil dengan segala kesederhanaannya ternyata bisa jadi tujuan hidup seseorang, salah satunya Vina Lustado. Rumah kecil ini ia desain dan buat sendiri menggunakan material yang ramah lingkungan. Setelah berhasil membuat rumah ini, ia pun membuka jasa pembuatan rumah dengan konsep yang sama.

5. Rumah Mini Muji

Sebuah perusahaan retail asal Jepang, Muji mengembangkan sayap bisnisnya dengan memproduksi rumah mungil yang desainnya khas. Luas rumah ini sekitar 25 meter persegi dan dibangun dengan material kayu serta ornamen kaca. Disebut-sebut rumah ini akan dipasarkan pada tahun 2017.

6. Bayside Bungalow

Sebuah rumah kecil beroda ini dibangun sang pemilik, Brittany setelah ia pulang berjalan-jalan ke suatu daerah. Sejak itu ia mendambakan memiliki rumah mungil dan kemudian direalisasikan. Selain ditinggalinya, rumah yang terletak di pinggiran danau tersebut juga ia sewakan bagi orang-orang yang ingin merasakan sensasi tinggal di rumah tersebut.

7. Nano House

Seorang arsitek Afrika Selatan Clara da Cruz Almedia mendesain sebuah rumah persegi yang luasnya hanya 17 meter persegi. Agar ruangan di dalam rumah terasa lega, ia sengaja mengaplikasikan cat warna putih pada tembok ruangan. Sementara itu untuk mendapatkan listrik, Clara menggunakan solar panel di jendela.

8. Rumah Darurat

Rumah kecil ini dirancang sebagai tempat tinggal darurat ketika terjadi bencana alam seperti tsunami. Rumah yang dirancang perusahaan asal Australia GRID, Carter Williamson Architects ini dilengkapi dengan solar panel dan tangki air penadah air hujan. Rumah ini pun dapat dibangun tak lebih dari empat jam.

9. Rumah Mini di Tengah Hutan

Rumah mini ini berada di tengah hutan Finlandia,  namun sangat nyaman. Rumah rancangan Arsitek Robin Falk asal Finlandia ini terbuat dari kayu dengan tujuan menyuguhkan kesan natural. Uniknya rumah ini dibangun tidak lebih dari 15 hari.

Unik bukan Urbanites?. Apakah Anda juga terinspirasi untuk membangun rumah mini seperti rumah-rumah di atas?. Semoga informasi tersebut dapat bermanfaat bagi Anda. Terus kunjungi blog UrbanIndo untuk mendapatkan tips serta info seputar properti lainnya.

You Might Also Like