Berita Berita Properti

Tren Pusat Belanja Selama Pandemi Diprediksi Berubah, dari Tempat Tertutup ke Area Terbuka. Setuju?

2 menit

Tren pusat belanja diprediksi bakal berubah selama pandemi, dari bentuk tertutup ke open space atau area terbuka. Hal ini disinyalir akan memengaruhi pusat belanja di sekitar perumahan.

Pernyataan tersebut dikemukakan oleh Wakil Ketua Umum Koordinator DPP Rei bidang Tata Ruang dan Pengembangan Kawasan, Hari Ganie.

“Saat ini buktinya pemerintah memperbolehkan tempat makan yang di luar ruangan atau outdoor dapat beroperasi,” katanya seperti dikutip bisnis.com.

“Kalau tempatnya tertutup, full AC dan penuh, mereka takut. Tapi kalau enggak, lokasinya terbuka, lebih berani,” lanjutnya.

Masih menurut Hari Ganie, dengan diberlakukannya PPKM darurat, pusat belanja yang berada di lokasi dekat perumahan bakal diuntungkan, terutama yang mengusung open space.

Apalagi, kini masyarakat kerap mendatangi lokasi yang sekiranya aman.

“Saat ini banyak yang stay di rumah jadi pusat perbelanjaan yang ramai dikunjungi ya yang di dekat rumah. Terlebih saat ini banyak kompleks perumahan yang juga memiliki fasilitas pusat perbelanjaan,” terangnya.

Kategori Pusat Belanja

tanah abang

sumber: merdeka.com

Hari Ganie menyebut terdapat beberapa kategori pusat perbelanjaan, mulai dari tingkat nasional, tingkat regional, dan wilayah tempat tinggal.

Ia pun memberikan contoh seperti, misalnya, Bintaro Jaya.

Orang yang tinggal di sekitar Bintaro tentu saja akan datang ke sana.

Sementara untuk tingkat nasional, contohnya seperti Tanah Abang.

“Kondisi PPKM ini memang sangat berat bagi pusat perbelanjaan. Yang masih banyak dikunjungi ya pusat perbelanjaan yang ada di wilayah masing-masing tempat tinggal,” ucapnya.

Untuk diketahui, sejak diberlakukannya Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 24/2021 mengenai PPKM Covid-19, kegiatan pusat perbelanjaan seperti mal/pusat perdagangan ditutup sementara.

Pengecualian diberlakukan untuk pegawai toko yang melayani penjualan online, itu pun berlaku untuk wilayah yang masuk kategori Level 4.

Pusat Perbelanjaan Tagih Insentif

pusat belanja

sumber: kontan.co.id

Di sisi lain, Asosiasi Pusat Belanja Indonesia meminta dukungan insentif fiskal berupa relaksasi Pajak Penghasilan (PPh).

Ini dilakukan agar mereka bisa terus bertahan dalam situasi pandemi, sekaligus kala diberlakukannya PPKM.

Saat ini, pemerintah telah memberikan dukungan dalam bentuk insentif pajak bagi pemilik toko yang tutup selama periode PPKM darurat berupa insentif PPN sewa.

Akan tetapi, insentif PPN sewa tersebut hanya dinikmati oleh penyewa toko di pusat perbelanjaan, sementara pengelola dan pemilik pusat perbelanjaan tidak mendapatkan insentif pajak.

“Kami telah mengusulkan, tapi usulan itu belum mendapatkan lampu hijau dari otoritas fiskal,” ucap Alphonzus Widjaja selaku Ketua Asosiasi Pusat Belanja Indonesia (APPBI).

***

Semoga bermanfaat, Sahabat 99.

Ikuti terus informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari rumah dijual di Jakarta?

Cek selengkapnya di www.99.co/id.

Hendi Abdurahman

Selain menulis, juga menikmati jalan-jalan dari satu gang sempit ke gang sempit lainnya.

Related Posts