KPR

Jangan Buru-Buru! Ini 7 Untung Rugi KPR Refinancing yang Perlu Diperhatikan

3 menit

Sahabat 99 pernah mendengar istilah KPR refinancing? Meski merupakan salah satu solusi pembayaran menarik untuk membeli rumah, cara ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Simak ulasannya di sini!

Kredit pemilikan rumah (KPR) refinancing adalah pembiayaan ulang dengan cara menggunakan pinjaman baru untuk melunasi pinjaman yang lama.

Besar pinjaman yang baru ini nilainya lebih kecil dibandingkan pinjaman yang lama karena bunganya yang lebih rendah.

Pengajuannya sendiri dapat dilakukan kepada bank yang sama atau di bank yang baru.

Meski memudahkan, cara pembayaran ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan.

Jika kamu tertarik dengan refinancing, simak terlebih dahulu hal-hal berikut!

7 Untung Rugi KPR Refinancing

1. Bunga yang Lebih Rendah

ilustrasi bunga bank

Keuntungan pertama dari KPR refinancing adalah cicilan dengan bunga yang lebih rendah.

Metode pembayaran ini dapat dicoba jika kamu merasa KPR di bank sebelumnya menerapkan bunga yang sangat tinggi.

Hal ini dapat menghemat uang jauh lebih banyak dibandingkan melanjutkan cicilan di bank sebelumnya.

Namun perlu diingat, hal ini bukan membuat cicilan jadi lebih rendah, melainkan bunga angsurannya yang rendah.

Besar cicilannya sendiri tetap tergantung pada tenor yang diambil.

Semakin lama tenornya, semakin rendah angsuran tiap bulannya.

2. Dapat Memilih Bunga Tetap

KPR umumnya menggunakan float rate atau bunga mengambang dalam cicilannya yang cukup memberatkan nasabah.

Namun dengan memanfaatkan KPR refinancing kamu tidak hanya mendapatkan cicilan yang lebih ringan tetapi juga dapat mengganti jenis bunga cicilan.

Misalnya, mengganti float rate ke bunga tetap atau fixed rate.

Dengan menggunakan fixed rate, besaran cicilan akan tetap sehingga kamu tidak perlu khawatir terjadinya kenaikan seperti pada cicilan float rate.

3. Lebih Cepat Lunas

kredit kepemilikan rumah bni

Keuntungan selanjutnya adalah pelunasan yang bisa jadi lebih cepat.

Selain memiliki cicilan yang lebih rendah dibandingkan dengan cicilan sebelumnya, kamu juga dapat melunasi rumah dengan lebih cepat.

Terutama, jika cicilan KPR yang dimiliki tidak terlalu banyak, hal ini membuat kamu berpeluang membayar semuanya sekaligus dan segera melunasinya.

4. Nilai Ekuitas Rumah

Dalam segi pembiayaan, semakin cepat kamu melunasi KPR, semakin tinggi juga nilai ekuitas rumah tersebut.

Nilai ekuitas sendiri adalah selisih nilai jual rumah di pasar properti dengan sisa cicilan yang harus dibayarkan.

Sebagai contoh, nilai jual sebuah rumah dinilai oleh bank B seharga Rp400 juta saat ini dengan harga sebelumnya dari KPR di bank A adalah Rp350 juta.

Dengan demikian, kamu dapat keuntungan Rp30 juta dari rumah tersebut.

Namun, jika setelah mengajukan KPR refinancing ternyata rumah tersebut malah lebih murah dari harga saat ini, kamu diharuskan membayar kekurangannya.

Untuk menghindari hilangnya nilai ekuitas rumah, kamu dapat melakukan renovasi pada rumah agar nilai jual properti tersebut naik.

5. Proses Cukup Rumit

cicilan kpr rumah

Selain keuntungan yang disebutkan di atas, KPR refinancing juga memiliki beberapa kekurangan.

Salah satunya adalah proses pengajuannya yang bisa dibilang cukup panjang dan rumit.

Beberapa tahapan dan persyaratan harus dipenuhi terlebih dahulu, salah satu syaratnya adalah nilai kredit yang bagus.

Seorang nasabah yang disetujui untuk melakukan KPR refinancing adalah nasabah dengan profil kredit yang baik selama 5-7 tahun terakhir.

Jika kamu memiliki catatan kredit yang buruk, hal ini akan mempersulit pengajuan KPR refinancing.

6. Biaya-Biaya Tak Terduga

Sebelum melakukan KPR refinancing, sebaiknya perhatikan kontrak yang akan ditandatangani terlebih dahulu.

Meski terlihat menarik dan dapat membantu keuangan, cara pembayaran ini juga mengharuskan kamu untuk membayar sejumlah biaya di awal perjanjian.

Sebagai contoh, untuk biaya KPR refinancing biasanya perlu membayar sekitar 0,5-3 persen dari jumlah kredit.

Bahkan, ada juga bank yang menerapkan biaya hingga 6 persen dari jumlah kredit.

Biaya-biaya tersebut biasanya digunakan untuk pengajuan aplikasi, appraisal rumah, pembuatan akta, perjanjian dan lainnya.

7. Biaya Asuransi

kpr financing

Jika kamu memilih KPR refinancing, di awal perjanjian kamu diharuskan membayar sejumlah uang untuk asuransi.

Pasalnya, kamu mengajukan KPR refinancing untuk mendapatkan cicilan yang lebih ringan dan mengindikasikan kelemahan dalam keuangan.

Oleh sebab itu, bank harus melakukan perlindungan asuransi untuk mengurangi risiko kredit macet dari nasabah refinancing, yakni sekitar 2 persen dari jumlah kredit.

***

Demikian keuntungan dan kerugian KPR refinancing yang perlu diperhatikan.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk Sahabat 99 yang tertarik dengan sistem pembayaran ini.

Simak juga artikel menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari perumahan impian di Bogor?

Kunjungi 99.co/id dan temukan beragam pilihan perumahan seperti di Grand Central Bogor.

Nita Hidayati

An enthusiastic content writer who loves Scandinavian design
Follow Me:

Related Posts