Berita, Berita Properti

Vasanta Innopark Bangun Taman Multilayer Pertama di Indonesia

14 September 2017
Vasanta Innopark Bangun Taman Multilayer Pertama di Indonesia
2 menit

Vasanta Innopark, sebuah kawasan hunian terpadu seluas 100 hektare di Cibitung, Bekasi memiliki satu kelebihan yang tidak dimiliki superblok lainnya di Indonesia. Kelebihan itu bernama Multilayer Park, sebuah taman yang menghubungkan seluruh fasilitas melalui jalur taman di dalamnya. Konsep ini merupakan yang pertama ada di Indonesia.

“Taman ini bakal memudahkan setiap orang untuk berinteraksi dan berpindah dari satu fasilitas ke fasilitas lainnya melalui taman-taman di dalamnya,” tutur Reggy Widjaya, President Director PT Sirius Surya Sentosa kepada media saat acara konferensi pers beberapa waktu silam.

Taman seluas 2 hektare ini merupakan bagian dari tahap pertama pengembangan Vasanta Innopark yang mencapai 12 hektare. Di tahap pertama, mereka bakal membangun dua tower apartemen dan ruko dengan total investasi mencapai Rp15-20 triliun, termasuk Multilayer Park tersebut.

Vasanta Innopark Bangun Taman Multilayer Pertama di Indonesia

Vasanta Innopark Bangun Taman Multilayer Pertama di Indonesia

Dalam beberapa tahun ke depan, kawasan Vasanta juga bakal memiliki 17 tower baru yang terdiri atas apartemen, serviced apartment, condominium, mall, shop houses, office tower, dan hotel bintang empat.

Di area superblok ini nantinya juga akan bergabung Insitut Teknologi Bandung (ITB) yang telah melakukan signing ceremony pada 27 Juli lalu. Kala itu, ITB yang diwakili Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi DEA selaku rektor, dan jajaran direksi Vasanta bersepakat untuk membangun kawasan bernama ITB Technopark dalam superblok mewah di wilayah Cibitung ini.

ITB Technopark ini merupakan perwujudan kerja sama ITB dan Pemerintah Bekasi yang dilandasi visi masa depan untuk meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan yang terintegrasi di daerah industri Bekasi.

“Kami rasa kerja sama ini sangat cocok, mengingat ITB sebagai lembaga pendidikan sangat membutuhkan lokasi strategis dan terintegrasi dengan kawasan industri sehingga aplikasi teknologinya bisa terlaksana,” ungkap Reggy.

Ke depan, program ITB Technopark tidak hanya melibatkan ITB saja, tetapi juga melibatkan perguruan tinggi berstandar internasional lain di Indonesia.

Sebagai informasi, ITB Technopark sendiri bakal dibangun di lahan seluas 12.000 m2. Di sana nantinya akan terdapat pusat penelitian unggulan dan program studi S2 serta S3 Vokasi. Pusat penelitian itu antara lain, Nanotechnology and Advance Science, Automotive and Transportation Industry, serta Bio-Energy and Environment Managament.

Rencananya bangunan terdiri atas 10 lantai dan dua basement. Sebanyak 7.500 – 10.000 orang yang terdiri atas tenaga pengajar, mahasiswa dan penunjang lain diramalkan bakal memenuhi kampus tersebut.

You Might Also Like