Berita

Wafat dalam Usia 91 Tahun, Semasa Hidup Sang Pendiri IKEA Hidup dalam Kesederhanaan

30 Januari 2018
ikea
2 menit

Pendiri perusahaan ritel perabot rumah tangga IKEA, Ingvar Kamprad meninggal dunia pada Sabtu (27/1/2018). Ingvar wafat dalam usia 91 tahun di kampung halamannya Småland, selatan Swedia. Berita ini pun telah dikonfirmasi oleh perwakilan perusahaan tersebut sehari kemudian.

Dikutip dari situs newsroom.inter.ikea.com, sebelum meninggal pria bernama asli Ingvar Feodor Kamprad ini mengalami sakit. Lantas bagaimana perusahaan ini akan berjalan setelah peninggalan Ingvar?

Disebutkan pada situs tersebut, pada 1988 Ingvar telah memutuskan untuk pensiun dan melepas seluruh perannya dalam operasional perusahaan.

Setelah itu, Ingvar berperan di balik layar untuk memajukan bisnis perusahaan perabot asal Swedia ini sebagai penasihat senior.

Perusahaan ini sendiri sudah berdiri sejak tahun 1943. Ketika itu, Ingvar membuka bisnisnya dari uang hasil bekerja paruh waktu pada ayahnya.

Dituliskan oleh nytimes.com, pada 1953 Ingrav membuka showroom peramanya di Almhult. Lima tahun kemudian, tempat itu pun ditasbihkan sebagai toko pertama IKEA.

Selanjutnya, pada 1960 Ingrav melebarkan sayap perusahannya ke Stockholm, Denmark, dan juga Norwegia.

Berkembang dengan sangat baik, kompetitor pun melakukan serangan dan mengajak para penyedia material untuk memboikot Ingrav. Tak hilang akal, ia pun mencari bahan baku hingga ke Polandia.

Selanjutnya dalam rentang 1970-an hingga tahun 2000-an, perusahaan ini membuka toko-toko di Swiss, Kanada, Amerika Serikat, Rusia, hingga China.

Mayoritas, seluruh toko dimiliki langsung oleh IKEA sementara 10% lainnya dijalankan dengan sistem franchise

Di Indonesia sendiri, perusahaan ini telah membuka gerainya pada Oktober 2014 di Alam Sutera, Tangerang.

Puluhan tahun sudah IKEA eksis. Hal ini pun tentu membuat pundi-pundi kekayaan Ingrav semakin besar.

Disebutkan oleh situs tirto.id, berbagai media setempat menyebutkan bahkwa kekayaan Ingrav mencapai 610 triliun kronor Swedia pada 2016.

Ia juga masuk ke dalam jajaran orang terkaya dunia dengan total aset AS$58,7 triliun.

Biarpun begitu, Ingrav tetap menjaga gaya hidup yang sederhana.Pakaian, tempat tinggal, hingga kendaraan pribadi yang dimilikinya sama sekali tidak mewah.

Ia mengaku, kerap membeli pakaian dari pasar loak sementara mobil yang dikendarainya hanyalah sebuah mobil tua pabrikan Volvo.

Saat harus bepergian untuk urusan bisnis, Ingrav pun tidak segan untuk naik kereta dan pesawat kelas ekonomi.

Bila harus menginap di hotel, ia pun selalu memilih kelas yang murah.

Ia memilih untuk tidak bepergian jauh untuk berlibur, cukup naik sepeda di sekitar kota pun sudah membuatnya puas.

Semoga informasi ini bermanfaat untukmu, Urbanites!

You Might Also Like