Berita

Bank Dunia: 115 Juta Warga Indonesia Rentan Kembali Jatuh Miskin

2 menit

Dalam laporan terbarunya, Bank Dunia menyebut sekitar 115 juta masyarakat Indonesia rentan kembali jatuh miskin. Apa penyebabnya?

Kabar ini disampaikan lewat sebuah laporan dari Bank Dunia atau World Bank (WB) berjudul Aspiring Indonesia-Expanding the Middle Class.

Masih menurut laporan tersebut, dalam 15 tahun terakhir Indonesia sudah menunjukkan kemajuan luar biasa dalam menurunkan tingkat kemiskinan.

Selama periode tersebut tingkat kemiskinan terus menurun hingga berada di bawah angka 10 persen saat ini.

Tak hanya itu, Indonesia juga berhasil meningkatkan pertumbuhan kelas menengah dari 7% menjadi 20% atau setara dengan 52 juta penduduk.

Sayangnya, kelompok kelas menengah baru ini wajib waspada karena menurut Bank Dunia mereka masih rentan jatuh miskin lagi.

Perlu Kemampuan Bertahan Agar Tak Kembali Jatuh Miskin

Menurut Rolande Pryce, World Bank Acting Country Director untuk Indonesia, 115 juta warga Indonesia calon kelas menengah tersebut wajib waspada.

Pasalnya, tanpa dibekali kemampuan bertahan yang mumpuni, mereka rentan jatuh miskin lagi.

Senada dengan Pryce, Senior Adviser in the South Asian Region World Bank Hassan Zaman menyebut pentingnya peran pemerintah dalam hal ini.

“Perlu kebijakan fokus pada bagian bawah. Di mana kaum miskin dan calon kelas menengah ada.

“Makin timpang masyarakat semakin tinggi pergolakan dan ketidakstabilan sosial,” papar Hassan di Energy Building, Kamis (30/1) sebagaimana diberitakan Tirto.id.

Baca Juga:

Ini Pilihan Investasi Terbaik Tahun 2020 dengan Potensi Untung Tertinggi

Perbaikan Sistem dan Birokrasi Menjadi Kunci

warga miskin indonesia

115 juta calon kelas menengah atau setara dengan 45 persen dari total penduduk Indonesia ini sangat mungkin kembali jatuh miskin.

Oleh karena itu perlu bantuan langsung dari pemerintah salah satunya melalui perbaikan sistem dan birokrasi.

Menurut Pryce, sebagaimana dikutip Detik Finance, Indonesia perlu menyediakan lebih banyak lapangan pekerjaan disertai dengan perbaikan upah.

Selain itu, diperlukan juga adanya sistem yang kuat yang dapat mengakomodasi pendidikan yang berkualitas serta jaminan kesehatan universal.

“Memperluas kelas menengah memerlukan berbagai reformasi untuk meningkatkan lingkungan usaha yang dapat menciptakan lapangan kerja…

“…juga investasi pada keterampilan yang diperlukan serta sistem perlindungan sosial untuk memberi dukungan bila ada guncangan,” tambah Hassan Zaman.

Sri Mulyani Sebut Pemerintah Sudah Berupaya

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku pemerintah sudah memberikan upaya dan perhatiannya kepada kelompok calon menengah ini.

Beberapa langkah pemerintah agar kelompok ini tak kembali jatuh miskin di antaranya Bantuan Langsung Tunai (BLH) di zaman SBY serta Program Keluarga Harapan (PKH).

“Dalam 15 tahun terakhir perjalanan untuk memperkuat calon kelas menengah ini sudah dilakukan.

“Progresnya mungkin kurang seimbang (uneven). Itu perlu dievaluasi,” terang Sri Mulyani dalam kesempatan yang sama seperti dikabarkan Tirto.id.

Sri Mulyani mengaku dalam pelaksanaannya sangat mungkin masih terdapat banyak kekurangan dan perlu banyak evaluasi.

Baca Juga:

10 Daftar Provinsi di Indonesia dengan Tingkat Pertumbuhan Ekonomi Terbaik

Semoga bermanfaat ya, Sahabat 99!

Baca terus informasi-informasi menarik seputar properti dan hunian di Blog 99.co Indonesia

Kunjungi saja 99.co/id untuk segala keperluan propertimu.

Elmi Rahmatika

Scribo ergo sum. I write, therefore I am.

Related Posts