Berita Berita Properti

Cape Kebanjiran Terus, Warga Tangerang Ini Terpaksa Jual Rumah. Kisahnya Mengharukan!

2 menit

Seorang warga Gembor, Periuk, Kota Tangerang terpaksa jual rumah lantaran bosan selalu kebanjiran terus tiap tahun. Bahkan, ia mesti merogoh kocek hingga Rp50 juta untuk biaya perawatan.

Wong, begitu ia kerap disapa, mengaku cape melihat rumah miliknya yang ia kontrakan selalu dilanda banjir tahunan.

Ketimbang mengontrakkannya lagi, ia pun akhirnya mengambil keputusan untuk menjualnya.

“RUMAH DIJUAL. Tanpa perantara. Type: 36/72. PLN: 2.200 Watt. Air: Satelit,” tulis poster pengumuman yang tertera.

Ketika ditemui tim kompas.com yang mengunjungi rumah tersebut, pria berusia 56 tahun itu tengah memperbaiki sisi luar kontrakannya yang berada di Garden City Blok H5, Gembor.

Langganan Banjir

banjir di perumahan

sumber: kompas.com

Menurut penuturan Wong, rumah yang ia kontrakan itu memiliki luas 72 meter persegi.

Pada 2016 lalu, ia membelinya dari pengembang dengan harga Rp375 juta.

Sebelumnya harapan membuncah dalam diri Wong karena berniat mengontrakan rumah tersebut guna menambah penghasilan keluarga.

Akan tetapi, apa yang ia harapkan jauh panggang dari api.

“Banjir tiap tahun, kan. Setahun bisa 2-3 kali kebanjiran. Di sini sudah 5 tahun, ya bisa dihitung sendiri aja berapa kali kebanjiran. Memang di sini tempat buangan air,” papanya.

Atas alasan itulah orang yang hendak mengontrak rumah Wong selalu berpikir dua kali.

Pasalnya, permukiman itu juga terkenal sebagai kawasan banjir, bahkan ketinggian air bisa mencapai 2 meter.

Dalam 5 tahun terakhir saja, telah ada 5 keluarga yang telah menempati rumah Wong itu.

“Di sini, kan, enggak ditinggalin. Dikontrakin, tapi ganti-ganti yang menyewa. Setahun sekali ganti orang yang menyewa,” kata Wong.




Biaya Perawatan Sampai Rp50 Juta

jual rumah karena banjir

sumber: sindonews.com

Tak hanya Wong yang mengeluh, beberapa penyewa kontrakan pun selalu mengutarakan hal yang sama.

Pasalnya, barang-barang milik penyewa acap kali rusak karena banjir.

Sementara itu, Wong juga mengaku akibat dari seringnya banjir tersebut cat dinding rumah, tegel, dan material lainnya mengalami kerusakan.

Bahkan, kontur tanah di area rumahnya pun amblas.

“Banjirnya dua meter. Ancur semua yang ada kalau banjir. Pada turun tanahnya, pada retak juga ubinnya, catnya, semennya kurang,” ucap Wong.

Ia pun enggan menempati rumah kontrakannya itu karena alasan takut kebanjiran.

Untuk perawatan, Wong mengaku telah menghabiskan dana sekitar Rp50 juta.

Maka, keputusan jual rumah pun diambilnya.

“Mau menjual biar enggak pusing. Ya pusing lah, bayar ini itu, jual akhirnya,” terang Wong.

Luapan yang berasal dari Kali Ledug, yang melintas tepat di kediamannya, menjadi salah satu penyebab banjir.

Lain itu, permukiman tersebut juga dinilai buruk dari sisi drainase.

***

Semoga informasinya bermanfaat, Sahabat 99.

Simak terus artikel menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Jika kamu sedang mencari rumah nyaman di sekitar Depok, mungkin Citralake Sawangan adalah jawaban yang tepat.

Kunjungi saja www.99.co/id untuk informasi selengkapnya!




Hendi Abdurahman

Penulis 99.co Indonesia. Membahas sekaligus mengupas tentang berita properti, desain rumah, hingga tips & trik seputar hunian.

Related Posts