Hukum

Yuk, Kenali Satuan Rumah Susun dan Hak Kepemilikannya!

2 Maret 2016
1 menit

Urbanites, tentu sudah tidak asing dengan Satuan Rumah Susun (Sarusun) bukan? Ya, benar sekali. Sarusun adalah unit rumah susun yang digunakan secara terpisah dengan fungsi utama sebagai tempat hunian dan mempunyai sarana penghubung ke jalan umum. Nah, untuk lebih mengenalinya, simaklah penjelasan berikut!

Idealnya setiap bangunan memiliki sertifikat, begitu pula dengan Sarusun. Sertifikat Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS) dapat dimiliki oleh perorangan atau badan hukum. Secara umum, SHMSRS sama dengan sertifikat tanah dan bangunan, perbedaannya hanya terletak pada warnanya dan terdapat persentase kepemilikan atas tanah bersama.

Tidak hanya itu, proses peralihan juga sama dengan hak sertifikat tanah dan bangunan. Prosesnya harus dilengkapi dengan data otentik yang dibuat di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Selain itu, SHMSRS juga dapat dijadikan sebagai jaminan atas pinjaman kepada lembaga keuangan. Prosesnya pun sama dengan menjaminkan sertifikat pada umumnya.

Pemilikan Rumah Susun:

  1. Sarusun dimiliki oleh perseorangan atau badan hukum yang memenuhi syarat sebagai pemegang hak atas tanah.
  2. Hak milik Sarusun adalah hak milik atas satuan yang bersifat perseorangan dan terpisah. Hak milik ini meliputi hak atas kesatuan bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama.
  3. Hak atas bagian bersama, benda bersama, dan hak atas tanah bersama sesuai dengan atas luas atau nilai Sarusun yang bersangkutan. Satuan tersebut diperoleh saat pemilik yang pertama.

Tanda Bukti Sarusun:

  1. Salinan Buku Tanah dan Surat Ukur atas Hak Tanah Bersama menurut ketentuan Peraturan Pemerintah, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960.
  2. Gambar denah tingkat rumah susun yang menunjukkan Sarusun yang dimiliki.
  3. Rincian besarnya bagian hak atas bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama yang bersangkutan.

Masa berlaku SHMSRS sama dengan masa berlaku hak tanah (HGB dan Hak Pakai). Dengan kata lain, jika hak atas tanah berakhir, maka SHMSRS pun ikut berakhir. Untuk pengalihan, SHMSRS dilakukan dengan cara pemindahan hak sesuai dengan hukum yang berlaku. Pemindahan hak ini harus dilakukan dengan Akta PPAT dan didaftarkan pada kantor agrarian.

Nah, semoga informasi tersebut dapat menambah wawasan Anda mengenai Sarusun dan hak kepemilikannya, ya! Kunjungi terus blog UrbanIndo untuk mengetahui informasi seputar dunia properti lainnya.

You Might Also Like