Tips Menjual Rumah Sendiri dengan Cepat

Tips Menjual Rumah Sendiri dengan Cepat

19 Okt 2016

Menjual sebuah rumah yang anda miliki bukanlah perkara yang mudah. Pemilik harus rela untuk menyiapkan banyak waktu, tenaga, dan pikiran untuk dapat menjual rumah dengan harga yang sesuai dengan harapan.

Biasanya, menjual rumah memang bukan proses yang bisa diselesaikan dengan cepat dalam waktu selama satu atau dua Minggu saja. Ada rumah yang dijual bahkan tidak kunjung laku hingga bertahun-tahun lamanya.

Bagi mereka yang menjual rumah dengan alasan klasik jual rumah cepat “butuh uang”, tentunya memiliki harapan agar rumah segera laku terjual. Alhasil, mereka yang menjual rumah tersebut harus rela banting harga rumah.

Namun, sebenarnya menjual rumah tidaklah terlalu sulit. Paling tidak, ada dua prinsip penting yang harus dipenuhi agar rumah dapat mudah terjual.

Prinsip jual rumah agar cepat laku adalah 1) menjual rumah berkualitas baik; 2) rumah terlihat luas.

Tidak bisa dipungkiri, para pembeli rumah tentunya ingin membeli rumah yang berkualitas. Mereka tentunya tidak ingin direpotkan dengan membeli rumah yang perlu direnovasi lagi.

Maka dari itu, Anda pun harus membeli rumah yang berkualitas pula. Dengan membeli rumah yang berkualitas baik, maka tidak akan ada banyak kerusakan ketika rumah dijual.

Tidak hanya sampai di sana, Anda juga tetap harus terus merawat rumah agar kondisi rumah lebih terawat  dan terjaga kualitasnya. Demam begitu harga rumah yang Anda miliki akan stabil pergerakannya.

Hal berikutnya, ketika Anda menjual rumah, pastikan bahwa ruangan dalam rumah Anda terlihat luas. Hal ini akan memberikan kesan yang baik bagi para calon pembeli.

Pastikan bahwa ruangan tertata rapi sehingga tidak terasa sumpek dan penuh. Singkirkan barang yang tidak perlu dan juga menumpuk.

Hanya saja, kedua prinsip tersebut belumlah cukup untuk dapat menjual rumah dengan maksimal. Masih ada beberapa tips yang dapat dilakukan agar rumah terjual dengan mahal.

Maka dari itu, simaklah tips-tips seputar saat yang tepat untuk menjual rumah, cara mengiklankan rumah dengan gratis, renovasi yang tidak perlu dilakukan ketika akan menjual rumah, hingga macam-macam biaya jual beli rumah yang biasanya harus dibayar.

Kapan Saat Terbaik Menjual Rumah?

Ada banyak orang yang sedang mencari dan juga ingin membeli rumah. walau begitu, belum tentu rumah yang kita jual dapat laku dengan cepat.

Menjual rumah memang perkara yang susah susah gampang. Ada yang dapat menjual rumah dengan cepat. Tidak sedikit pula yang perlu waktu bertahun-tahun untuk bisa menjual rumahnya.

Hal ini disebabkan oleh kurang tepatnya waktu menjual rumah. Karena, seperti menjual barang lainnya, menjual rumah juga perlu memperhatikan “timing” yang pas.

Selain itu, ada juga masalah kesiapan pribadi yang membuat rumah sulit terjual.

Misalnya saja, ada banyak orang yang sebetulnya belum yakin untuk menjual rumahnya. Sehingga usahanya untuk menjual rumah tidak fokus.

Atau, ada seseorang yang sebenarnya enggan untuk menjual rumahnya dengan alasan pribadi seperti terlalu banyak kenangan atau terlalu sayang dengan rumah impiannya. Padahal, ia mempunyai kebutuhan lain yang lebih mendesak.

Maka dari itu, penting untuk meyakinkan diri Anda terlebih dahulu sebelum menjual rumah. pastikan bahwa anda memang ingin menjual rumah, dan membeli rumah yang lebih baik sebelum memutuskan untuk membeli rumah.

Setelah itu, perhatikan beberapa tips berikut  mengenai waktu yang tepat untuk menjual rumah.

Saat Suku Bunga Turun 


(suarakarya.com)

Harga jual rumah di Jakarta akan berbeda dengan harga jual rumah di Bandung. Harga jual rumah di Bandung akan berbeda dengan harga jual rumah di Bali. Begitu pun dengan harga jual rumah di tap daerah.

Masing-masing daerah akan memiliki harga jual yang berbeda. Bahkan, dalam satu kota saja harga jual rumah bisa berbeda harganya.

Di Bandung misalnya, harga jual rumah di Antapani akan berbeda dengan harga jual rumah di Arcamanik. Karena, selain lokasi, tinggi rendahnya harga jual rumah juga dipengaruhi oleh fasilitas di kawasan sekitar.

Banyak orang yang memperhitungkan hal ini sebelum membeli rumah. Karena harga rumah berbeda setiap kawasan, maka orang-orang juga akan memperhitungkan cicilan rumah setiap bulannya melalui KPR.

Biasanya, mereka tidak ingin membeli rumah yang dapat membebankan mereka setiap bulannya. Mereka mencari rumah yang angsurannya rendah; dalam arti suku bunganya rendah.

Maka, juallah rumah ketika suku bunga perbankan sedang rendah. Karena akan ada banyak orang yang ingin membeli rumah ketika itu.

Saat Ada Kebutuhan Lain


(qureta.com)

Kebutuhan lain di sini bisa bermacam-macam alasannya. Mulai dari urusan material, hingga urusan kebutuhan rumah baru.

Misalnya, Anda membutuhkan uang untuk membantu kondisi finansial Anda. Maka juallah rumah Anda. Anda kemudian bisa membeli rumah baru yang lebih murah sehingga Anda memiliki dana tambahan untuk keuangan Anda dan keluarga.

Kebutuhan juga bisa berarti bertambahnya Anggota keluarga. Bila Anda memiliki anak yang sudah beranjak dewasa, tentunya Anda ingin untuk menambah kamar. Jika itu tidak memungkinkan, maka juallah rumah Anda.

Anda dapat membeli rumah baru yang lebih bisa menjawab kebutuhan Anda. rumah yang lebih memiliki lebih banyak ruangan, atau rumah yang lebih dekat dengan tempat Anda bekerja.

Saat Menemukan Rumah Idaman 


(rumahmasadepan.com)

Tentunya Anda memiliki rumah idaman bukan? Rumah yang Anda impikan sejak lama; baik bentuk, luas, maupun lokasinya.

Ketika Anda menemukan rumah tersebut dan memiliki dana yang cukup untuk membelinya, maka belilah.

Anda dapat menjual rumah yang lama dan dana penjualan rumah tersebut dapat dialihkan untuk biaya membeli rumah impian Anda.

Sebisa mungkin, jangan menunda membeli rumah Anda. Agar nantinya, harganya tidak terus merangkak naik.

Saat Memiliki Tetangga Menyebalkan 


Biasa terjadi, Anda memiliki tetangga yang selalu mengganggu kenyamanan. Misalnya, sering menyalakan musik dengan kencang, berteriak dan mengganggu pada saat jam istirahat malam hari.

Jika Anda memiliki tetangga yang seperti ini, ada baiknya menegur tetangga tersebut. Jika mereka tidak kunjung berubah, maka sebaiknya Anda segera menjual rumah Anda dan pindah.

Hal ini perlu dilakukan karena inti dari memiliki rumah adalah agar kita bisa memiliki tempat untuk beristirahat dengan tenang, aman , dan juga nyaman setelah kepenatan aktivitas sehari-hari.

Bagaimana Cara Jual Rumah dengan Gratis?

Banyak orang yang mengeluhkan sulitnya menjual rumah. Harus melalui agen, harus pasang iklan di koran, harus pasang banner dan spanduk.

Bahkan tidak hanya repot, menjual rumah juga harus mengeluarkan kocek yang tidak sedikit. Mulai dari membayar jasa agen, membuat spanduk dan banner, juga memasang iklan di media massa.

Lalu, bagaimana jika Anda ingin menjual rumah, namun tidak memiliki biaya untuk hal-hal di atas?

Anda tidak perlu khawatir karena ada cara lain untuk mudah menjual rumah. Cara-cara ini tidak akan membutuhkan banyak biaya untuk beriklan atau menyewa jasa agen.

Beberapa cara ini juga terbukti efektif dapat menjual rumah Anda, walau tanpa bantuan iklan dan agen.

Berikut adalah tips menjual rumah dengan gratis:

Konvensional – Mulut ke Mulut 


(localmedia.sg)

Cara ini adalah cara lama yang banyak dilakukan banyak orang. Walaupun terdengar kuno, cara ini dikenal efektif untuk dapat menjual rumah Anda.

Dengan mulut ke mulut, maka Anda tidak perlu untuk mengeluarkan biaya tambahan untuk menjual rumah. anda bisa memberikan informasi ini ke kerabat Anda.

Nantinya, kerabat Anda akan memberikan informasi ini ke kerabat yang lebih luas lagi. Informasi ini nantinya akan menyebar dengan sendirinya.

Cara ini terkenal efektif, hanya saja, memang tidak bisa menjamin rumah dapat terjual dengan cepat.

Media Sosial 


(rivaliq.com)

Banyaknya orang yang menggunakan media sosial dalam aktivitas sehari-hari dapat dimanfaatkan. Anda dapat juga mengiklankan rumah yang akan dijual melalui media sosial.

Dengan mengiklankan rumah kita di media sosial, akan ada banyak parang yang melihat iklan kita secara gratis. Apalagi, media sosial digunakan oleh jutaan orang di Indonesia.

Karena dilihat oleh jutaan orang, hal ini akan memperbesar peluang rumah Anda terjual. Anda bisa mengiklankan rumah Anda tidak hanya di satu platform media sosial saja.

Ada banyak pilihan sosial media yang bisa Anda manfaatkan. Facebook, Instagram, Twitter, hingga Pinterest dapat dimanfaatkan untuk menjual rumah.

Jangan lupa untuk mengoptimalkan pencarian dengan menggunakan hashtag atau tanda pagar (#) di iklan sosial media Anda. misalnya, Anda akan menjual rumah di Depok, cobalah untuk menggunakan tagar #rumahdijual #rumahmurahdijual #rumahdijualdidepok dan lainnya.

Situs Jual Beli Properti 


Anda dapat juga menggunakan fasilitas situs jual beli properti gratis yang kini sudah hadir di Internet. Salah satunya adalah www.urbanindo.com yang memang khusus untuk mengiklankan jual beli properti.

Manfaatkanlah situs ini untuk menjual rumah Anda. Anda hanya tinggal mendaftar, dan mengiklankan rumah Anda dengan gratis.

Anda dapat melengkapinya dengan foto, lokasi, dan informasi mengenai rumah yang akan dijual. Bahkan, terdapat banyak fitur lain yang dapat mempermudah orang menemukan iklan Anda.

Terdapat fitur pencarian pintar agar rumah Anda dapat dicari oleh calon pembeli yang tepat. Tidak hanya itu, dalam situs ini juga terdapat fasilitas informasi seperti ranting wilayah, harga sekitar, dan juga simulasi KPR.

Fasilitas-fasilitas tersebut akan mempermudah pembeli menentukan pilihan dan memperbesar peluang Anda untuk menjual rumah.

Bagaimana Agar Mudah Menjual Rumah Secara Online?

Menjual rumah dengan cara Online atau lewat Internet memang lebih irit dibanding dengan melalui media massa atau menyewa jasa agen. Hanya saja, cara ini juga kadang dinilai kurang bisa membuat rumah cepat terjual.

Padahal, segala fasilitas dan juga fitur yang ada sudah sangat membantu penjualan rumah.

Lalu, kenapa hal ini bisa terjadi?

Hal ini terjadi karena ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika mengiklankan rumah di Internet. Karena menjual rumah lewat Internet akan berbeda dengan menjual rumah lewat media Massa. Maka cara menjualnya pun berbeda.

Maka ikutilah tips berikut jika ingin memaksimalkan penjualan rumah lewat Internet.

Lengkapi Informasi Sedetail Mungkin 


Setiap orang yang ingin membeli rumah, tentu menginginkan untuk mengetahui informasi mengenai rumah dengan seksama.

Maka dari itu, pastikan bahwa Anda memberikan informasi yang lengkap dalam iklan tersebut. Gunakan seluruh fitur yang ada di situs jual beli properti gratis agar calon pembeli bisa menentukan apakah rumah yang Anda jual pantas untuk dibeli.

Pastikan juga Anda mengisi tentang keunggulan rumah, fasilitas rumah, lokasi rumah, sarana rumah, lingkungan rumah, dan sebagainya.

Gunakan Bahasa yang Mudah Dimengerti 


(cwdmedia.co.uk)

Dalam memberikan informasi mengenai rumah, Anda juga harus menggunakan bahasa yang mudah untuk dimengerti banyak orang.

Bahasa yang digunakan tidak harus sangat baku, karena Anda sedang menjual rumah, bukan menulis Skripsi.

Namun, bahasa yang digunakan juga tidak boleh terlalu nyeleneh, kasar, dan sulit dimengerti orang banyak.

Hindari menggunakan singkatan untuk meminimalisasi kesalahan informasi. Memang, jika mengiklankan di koran, Anda akan diminta untuk menyingkat kata, hal ini karena keterbatasan kolom koran.

Namun di Internet, tidak ada yang membatasi hal tersebut, hingga anda bisa memberikan informasi dengan lengkap.

Sertakan Foto Berkualitas Baik 


(freestockphotos.name)

Ketika menggunakan situs jual beli rumah Online gratis, Anda akan dapat menyertakan foto dalam iklan yang Anda buat. Maka, sertakanlah foto rumah Anda.

Hanya saja bukan sembarang foto yang harus Anda gunakan. Foto yang digunakan haruslah foto yang memiliki kualitas yang baik. Mengenai tips foto jual rumah, akan dibahas lebih mendalam di bagian berikutnya.

Penting pula untuk menggunakan foto untuk menggambarkan kondisi rumah Anda. Pastikan bahwa Anda menyertakan satu foto untuk satu ruangan di rumah Ana. Hal ini karena calon pembeli akan mempertimbangkan membeli rumah Anda hanya melalui foto.

Karena sebuah foto bisa berbicara lebih dari 1.000 kata.

Bagaimana Cara Membuat Foto Berkualitas untuk Iklan Rumah?

Tidak semua orang bisa menghasilkan foto yang berkualitas. Walaupun, kini sudah banyak kamera yang bisa digunakan oleh masyarakat.

Mulai dari kamera saku biasa, kamera handphone, hingga kamera profesional, semuanya terdapat di pasaran mulai dari harga yang terendah hingga yang termahal. Tidak hanya jenis dan harganya yang bervariasi, tur dan keunggulannya juga.

Namun, tidak semua orang bisa memaksimalkan kamera tersebut. Apalagi, dalam memotret rumah untuk dijual.

Banyak orang yang memotret rumah dengan asal. Memotret ruangan dengan cahaya yang kurang, tidak fokus, hingga kurang bisa menggambarkan kondisi rumah.

Hal ini bisa menyebabkan para calon pembeli rumah akan menilai bahwa rumah yang akan Anda jual tidak menarik. Dan dapat membuat rumah Anda sulit terjual.

Maka, simaklah tips tentang cara membuat foto yang berkualitas untuk iklan rumah Anda berikut ini.

Kamera yang Mumpuni 


(youtube.com)

Hal yang paling penting untuk menghasilkan gambar yang baik untuk rumah Anda adalah dengan menggunakan kamera yang baik. Tidak perlu canggih, tidak perlu terlalu mahal. Yang penting dapat menghasilkan gambar yang baik.

Ada baiknya untuk menggunakan kamera saku atau kamera profesional. Kamera-kamera tersebut sudah dapat dipastikan akan menghasilkan gambar sesuai harapan.

Jika Anda menggunakan kamera handphone, usahakan untuk menggunakan handphone yang dilengkapi dengan kamera lebih dari 5 Megapixel. Usahakan untuk tidak menggunakan kamera depan handphone karena biasanya kamera depan tidak lebih baik dari kamera belakang.

Jika Anda tidak memiliki perangkat ini, Anda bisa meminjam milik rekan, saudara, atau kerabat Anda. Setelah itu tinggal pindahkan file foto tersebut untuk bisa ditampilkan di iklan Anda.

Sudut Gambar (Angle) 


(blog.shootq.com)

Setelah Anda memiliki alat yang cocok, hal yang selanjutnya harus diperhatikan adalah soal sudut pengambilan gambar.

Sudut atau angle ini sangat penting untuk diperhitungkan dengan baik karena akan menentukan apakah rumah Anda akan terlihat  baik atau tidak.

Fotolah bagian depan rumah dan setiap ruang dengan jarak yang cukup lebar sehingga dapat menggambarkan keseluruhan rumah dan ruangan.

Jangan memfoto terlalu dekat dengan furnitur, karena Anda akan menjual rumah, bukan furnitur.

Ketika memfoto bagian luar rumah, fotolah dari sudut terbaik yang Anda ingin dilihat oleh banyak orang. Jangan lupa untuk memfoto bagian lain, karena calon pembeli ingin melihat rumah Anda secara keseluruhan dengan baik.

Foto Jelas dan Terang 


(linovaphotography.wordpress.com)

Jangan lupa untuk memastikan bahwa seluruh foto yang akan dana pasang di iklan rumah Anda memiliki kualitas yang baik, cahaya yang jelas, dan tidak balur atau fokus.

Karena tidak ada pembeli yang ingin untuk melihat foto rumah yang tidak fokus. Selain itu, jika Anda memasang foto rumah yang gelap, maka akan ada anggapan bahwa rumah Anda gelap.

Hal ini tentunya membuat calon pembeli kabur karena menginginkan rumah yang lebih terang. Dan bagus sirkulasi udara dan cahayanya.

Perlukah Renovasi Sebelum Menjual Rumah?

Pertanyaan yang sering terlontar dari pemilik rumah yang ingin menjual rumahnya adalah, perlukah renovasi sebelum menjual rumah? Hal ini wajar mengingat kita ingin menjual rumah dalam kondisi yang baik agar penjualan bisa maksimal.

Hal ini tentunya dianjurkan. Agar nantinya rumah akan terjual dengan harga tinggi setelah direnovasi.

Tidak hanya itu, renovasi juga bisa menarik banyak pembeli karena rumah terlihat rebih menarik dan tampak seperti baru.

Renovasi yang perlu dilakukan ketika ingin menjual rumah adalah renovasi minim bujet seperti mengecat ulang rumah, memperbaiki kusen pintu dan jendela, memperbaiki saluran air, memperbaiki sumber listrik, juga memperbaiki atap yang bocor.

Sementara, jika perlu, Anda bisa merenovasi rumah dengan mengeluarkan bujet lebih dengan membangun ulang rumah sehingga ruah yang terjual akan memiliki fisik bangunan yang baru pula.

Namun, ada juga renovasi yang tidak tepat untuk dilakukan sebelum menjual rumah. jadi sebaiknya renovasi jenis ini ditinggalkan dan tidak dilakukan.

Berikut adalah renovasi berlebihan yang tidak perlu dilakukan sebelum menjual rumah.

Menambah Luas 


(danislexaw.wordpress.com)

Memperluas rumah tidaklah dianjurkan sebelum menjual rumah. Apalagi, jika rumah Anda berada di perumahan.

Para calon pembeli biasanya ingin membeli rumah berdasarkan survei harga sekitar ketika membandingkan harga. Jika Anda menambah luas rumah, tentunya harga jual rumah Anda akan naik; lebih tinggi dari rumah di sekitar Anda.

Jika harga rumah Anda mahal lebih mahal sendiri daripada harga rumah di sekitar, maka pembeli akan mempertimbangkan opsi yang lebih murah.

Desain Spesifik 


(youtube.com)

Mendesain rumah secara spesifik juga akan menyulitkan Anda dalam menjual rumah. Karena, tidak semua orang ingin rumah yang terlalu spesifik.

Misalnya saja, Anda mendesain rumah Anda menjadi rumah etnik atau alam. Hal tersebut akan baik-baik saja jika calon pembeli rumah Anda adalah penggemar desain etnik dan alam.

Tapi, seberapa banyak sih orang yang juga menyukai hal serupa? Tentunya tidak banyak.

Hal ini malah akan membuat calon pembeli rumah Anda menjadi terbatas pada segmen tertentu saja. Tidak  terlalu luas.

Akan lebih baik jika Anda menjual rumah dalam kondisi rumah standar. Karena biasanya pembeli sudah memiliki konsep sendiri untuk mengubah rumah setelah membelinya.

Kolam Renang 


(wikipedia.com)

Membuat kolam renang di rumah Anda tentu akan meningkatkan harga jual rumah. karena, rumah dengan kolam renang identik dengan rumah mewah.

Namun, tidak semua orang ingin untuk memiliki kolam renang di rumahnya. Karena, memiliki kolam renang sendiri repot untuk diurus.

Ada baiknya Anda tidak langsung menambah kolam renang ketika akan menjual rumah.

Biaya Apa Saja yang Akan Muncul Dalam Proses Jual Beli Rumah?


(blog.urbanindo.com)

Tidak sedikit orang yang mengeluhkan biaya tambahan ketika akan membeli dan juga menjual rumah. Biaya ini muncul di luar dari harga rumah yang disepakati antara penjual dan pembeli.

Maka dari itu, banyak yang kebingungan atas adanya biaya ini. Memang biasanya biaya tersebut sebagian besar ditanggung oleh pembeli. Namun, penjual juga harus tahu jenis biaya apa saja yang mungkin muncul dari transaksi jual beli rumah.

Maka dari itu, ketahuilah 12 biaya tambahan saat jual beli rumah ini.

  • Pajak Penghasilan (PPh)
Pajak penghasilan adalah pajak yang harus dibayar oleh penjual. Pajak yang harus dibayarkan adalah 5% dari total harga jual rumah. Jika harga jual rumah yang disepakati adalah Rp 1 miliar, maka penghitungan PPh-nya adalah 5% x Rp 1 miliar = Rp 50 juta. Proses pembayaran PPh ini biasanya dilakukan ketika telah tanda tangan akta jual beli antara penjual dan pembeli.
  • Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)
Berbeda dengan PPh, biaya BPHTB dibayarkan oleh pembeli. Nilai yang harus dibayarkan adalah 5% dari harga jual beli rumah dikurangi Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP). Besaran NJOPTKP sendiri berbeda-beda di setiap daerahnya. Maka, sebaiknya Anda menanyakan langsung biaya tersebut ke Badan Pertanahan Nasional setempat; tempat rumah dijual.
  • Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
Pajak ini juga dibayar oleh pembeli. Namun, pajak In hanya dibayar ketika rumah yang dijual memiliki harga di atas Rp 300 juta, dan merupakan rumah baru. Besarannya adalah 10% dari harga rumah.
  • Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM)
Pajak ini hanya dikenai untuk rumah yang memiliki luas bangunan lebih dari 150 meter persegi. Namun, besaran pajak 20% dari harga jual rumah ini hanya perlu dibayar ketika membeli dari developer, bukan antar perorangan.
  • Pengecekan Sertifikat
Pengecekan sertifikat apakah asli atau tidaknya harus dilakukan di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat. Pengecekan ini membutuhkan biaya juga. Besarannya adalah Rp 50 – 300 ribu. Ini penting dilakukan agar sertifikat dipastikan asli dan tidak terjadi sengketa di kemudian hari.
  • Akta Jual Beli (AJB)
Akta Jual Beli harus harus ditandatangani oleh penjual dan juga pembeli. Namun, AJB sendiri baru bisa ditandatangani ketika seluruh kewajiban pajak yang sebelumnya disebutkan sudah dilunasi. Biaya pengurusan AJB sendiri biasanya sebesar 0,5 hingga 1 persen dari harga jual rumah. Baik pembeli atau penjual dapat dibebankan biaya dalam pengurusan AJB ini; tergantung kesepakatan sebelumnya.
  • Bea Balik Nama (BBN)
Pengurusan BBN sendiri diurus bersamaan dengan penandatanganan AJB. Besarannya adalah (1/1.000 x NJOP)+Rp 50.000. biaya ini bisa ditanggung oleh pembeli atau penjual.
  • Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
Sama seperti dua biaya sebelumnya, biaya ini juga dapat dibayarkan oleh pembeli atau penjual. Besarannya adalah (1/1.000 x harga jual rumah)+Rp 50.000.
  • Biaya Notaris
Dalam jual beli rumah, notaris sangatlah penting. Maka dari itu, kita perlu untuk menggunakan jasa notaris. Biaya notaris sendiri bisa dilunaskan oleh pembeli juga penjual. Besarnya sekitar Rp 5 juta rupa, atau tergantung dengan tarif yang ditetapkan notaris dan juga sulit atau mudahnya proses yang harus diurus.
  • Asuransi
Biaya ini akan ada ketika rumah dibeli dari developer secara kredit. Biayanya ditanggung oleh pembeli.
  • Broker
Jika Anda menggunakan perantara ketika menjual rumah, biasanya perlu untuk membayar jasa perantara atau broker tersebut. Besarannya adalah minimal 2% dari harga jual rumah. Biaya ini biasanya ditanggung oleh pembeli dan penjual, atau tergantung kesepakatan.
  • Biaya KPR
Biaya KPR akan muncul ketika membeli rumah secara KPR. Biayanya ditetapkan oleh masing-masing bank. Pembeli yang akan dibebankan biaya ini.

***

Itulah tips menjual rumah sendiri Dengan mengaplikasikan seluruh tips yang ada, Anda akan dapat menjual rumah secara  cepat dan juga lebih murah. Anda bisa langsung mengaplikasikan cara-cara mudah menjual rumah melalui internet, sosial media dan cara lainnya. Dengan begitu, Anda akan dapat menjual rumah dengan harga yang tinggi.