Rumah Dijual di banjar baru utara, banjarbaru, kalimantan selatan

Properti yang Anda cari tidak ditemukan

Maksimalkan pencarian Anda dengan menggunakan filter baru kami, Batasan Wilayah.

arch-arrow

Prospek Rumah di Banjarbaru. Kota Idaman dengan Segudang Potensi

Wilayah Pulau Jawa memang menjadi primadona bagi banyak orang untuk dijadikan lokasi tempat tinggal. Padahal, kawasan lain seperti Kalimantan pun memiliki potensi wilayah yang tidak kalah baiknya untuk dijadikan sebagai lokasi hunian, seperti rumah di Banjarbaru. Meski sama-sama berada di Kalimantan Selatan, pamor kota yang satu ini mungkin tidak sebaik wilayah tetangganya, yaitu Banjarmasin. Tidak banyak orang yang mengetahui besarnya potensi yang dimiliki oleh Kota Banjarbaru, terutama pada sektor propertinya. Saat ini, santer terdengar kabar bahwa Ibu kota Indonesia akan dipindahkan ke luar Pulau Jawa, dan salah satu kota di Kalimantan digadang-gadang cocok untuk dijadikan sebagai lokasi ibu kota yang baru. Jika kabar yang satu ini benar terlaksana, maka potensi properti kota-kota di Kalimantan, termasuk Banjarbaru akan semakin prospektif untuk dijadikan lokasi tempat tinggal.

Dari wilayah Kabupaten Banjar menjadi “Kota Idaman”

Sebelum membahas lebih dalam mengenai potensi rumah di Banjarbaru, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu sejarah singkat terbentuknya kota dengan julukan “idaman” ini. Awalnya, kota Banjarbaru merupakan sebuah daerah di salah satu kabupaten di Kalimantan Selatan, yakni Kabupaten Banjar. Sejarah kota ini dimulai pada tahun 1950-an, ketika nama Banjarbaru diberikan kepada sebuah daerah yang tadinya akan dijadikan sebagai Ibu Kota dari kabupaten tersebut. Meski pada akhirnya rencana itu dibatalkan, namun nama Banjarbaru tetap dipakai sebagai nama dari daerah tersebut. Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1968, Banjarbaru resmi ditetapkan sebagai kota administratif. Dalam kurun waktu 31 tahun, status kota administratif tersebut beralih kembali menjadi kotamadya, yang juga ditetapkan melalui UU No. 9 tahun 1999. Menariknya, meski Banjarmasin merupakan Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan, namun ibu kota pemerintahan sendiri terletak di Kota Banjarbaru. Pada tahun 2011, berbagai kantor pemerintahan provinsi dipindahkan dari Kota Banjarmasin ke Kota Banjarbaru, termasuk kantor gubernur Kalimantan Selatan sendiri. Sejak saat itulah, segala kegiatan pemerintahan provinsi tak lagi berpusat di Banjarmasin, namun berpindah ke Banjarbaru.

Potensi wilayah Banjarbaru

Seperti dilansir Antara News, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengatakan, bahwa Banjarbaru memiliki potensi berkembang yang lebih cepat dibanding kabupaten dan kota lain di provinsi setempat. Pasalnya, sebagai pusat pemerintahan Kalimantan Selatan, Kota Banjarbaru tengah berbenah diri demi memantaskan namanya sebagai salah satu kota modern di Indonesia. Masifnya pembangunan infrastruktur dan berbagai fasilitas publik, membuat kota ini cukup prospektif bagi masyarakat yang ingin bermukim dan memiliki rumah di Banjarbaru. Pertumbuhan rumah di Banjarbaru juga terbilang sangat pesat, banyak sekali bermunculan kawasan pemukiman yang dapat dijadikan tolak ukur tumbuh dan berkembangnya suatu kota. Begitu pula dengan sektor perekonomian, pusat perbelanjaan modern seperti mall mulai banyak dibangun, diikuti dengan sektor lain seperti jasa dan industri juga mulai tampak bergairah di sana. Belum lagi jika membahas potensi wisata, berbagai lokasi wisata dapat ditemukan di kota ini, mulai dari danau, gunung, hutan, sampai dengan wisata religi. Tidak cuma sampai di situ, potensi wilayah Banjarbaru juga didukung oleh infrastruktur transportasi yang ada di dalamnya. Meski hanya berskala sekunder, adanya bandar udara Internasional Syamsudin Noor di kota tersebut menaikkan nilai jual wilayah dan rumah di Banjarbaru. Selain transportasi udara, Banjarbaru nantinya akan dilengkapi dengan moda transportasi darat seperti kereta api penumpang dan barang yang akan mempermudah mobilitas antar daerah di Kalimantan.

Banjarbaru sebagai ibu kota provinsi?

Dengan berbagai potensi yang dimiliki Kota Banjarbaru, bukan tidak mungkin bahwa kota yang satu ini dapat dijadikan ibu kota provinsi menggantikan Kota Banjarmasin. Faktanya, pertumbuhan penduduk di Kota Banjarmasin meningkat secara signifikan dari tahun ke tahun. Luas Banjarmasin yang hanya mengisi 0,19 persen atau sebesar 72,79 kilometer persegi dari total luas provinsi Kalsel, seakan tak mampu lagi untuk menahan laju pertumbuhan penduduk tersebut. Lain halnya dengan Banjarbaru, dengan persentase wilayah yang lebih besar, yaitu 0,88 persen atau 371,38 kilometer persegi dari keseluruhan provinsi, Banjarbaru sangat berpotensi dijadikan ibu kota provinsi selanjutnya jika urgensi pemindahan sudah sangat mendesak. Selain itu, ketersediaan lahan kosong di kota Kota Banjarbaru juga masih sangat banyak. Sehingga mampu menampung derasnya arus pertumbuhan pendudukan di provinsi Kalimantan Selatan. Setelah membaca ulasan di atas, apakah Anda tertarik untuk membeli rumah di Banjarbaru? Jika melihat berbagai potensi dan prospek wilayahnya, rasanya tidak salah jika Anda membeli rumah di Banjarbaru untuk dijadikan investasi properti.