Rumah Dijual di jambi | harga/meter terrendah

Properti yang Anda cari tidak ditemukan

Maksimalkan pencarian Anda dengan menggunakan filter baru kami, Batasan Wilayah.

arch-arrow

Pertumbuhan Properti Membaik. Rumah Murah di Jambi Jadi Incaran Pembeli

Bukan cuma unggul di bidang perkebunan kelapa sawit dan karetnya saja, kota berjuluk Bumi Melayu ini ternyata memiliki prospek properti yang cukup menjanjikan, terutama pada pasar rumah murah di Jambi. Seperti yang kita ketahui, masalah terbesar kota-kota yang ada di Indonesia saat ini adalah, kurangnya ketersediaan rumah murah, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Padahal, pada hakikatnya, pemenuhan akan papan atau tempat tinggal adalah kebutuhan primer yang harus bisa dipenuhi oleh setiap manusia. Lantas, bagaimana dengan Jambi? Apakah ketersediaan rumah murah di Jambi sudah dapat memenuhi permintaan masyarakat? Berikut penjelasan lengkapnya.

Pemenuhan rumah murah di Jambi

Ketua Real Estate Indonesia (REI) Jambi, Ramond Fauzan, mengungkapkan bahwa diperkirakan saat ini kekurangan pasokan rumah (backlog) secara kepemilikan di Jambi lebih dari 30 ribu rumah. Dari kebutuhan tersebut, secara keseluruhan REI Jambi menargetkan untuk dapat membangun 12 ribu rumah murah di Jambi, yang diprioritaskan bagi MBR. Menurut Ramond, realisasi pembangunan rumah di Jambi saat ini telah mencapai 4.400 rumah, di mana tersebar dari beberapa bank penyalur kredit perumahan. Ada yang direalisasikan oleh Bank BTN hingga 3.200 rumah, Bank Mandiri sebanyak 180 rumah, BRI Syariah sebanyak 700 rumah, Bank Jambi 250 rumah, dan Bank Artha Graha 70 rumah. Tahun ini sendiri, REI Jambi kembali menargetkan membangun 5.000 unit rumah, seraya mengulangi sukses di tahun 2018 dan 2017 kemarin.

Oleh karenanya, jika berbicara soal ketersediaan rumah murah di Jambi, rasanya warga kota tersebut sudah tidak perlu khawatir, karena pembangunannya terus dikebut.

Prospek rumah murah di Jambi

Jika berbicara soal prospek bisnis properti, khususnya rumah murah di Jambi, diramalkan tahun ini akan mengalami pertumbuhan yang baik. Hal ini disebabkan oleh adanya sentimen positif dari harga komoditas unggulan Provinsi Jambi, seperti kelapa sawit dan karet. Selain itu, menurut REI Jambi, membaiknya kondisi properti Jambi ini disebabkan oleh permintaan yang banyak, serta dapat diimbangi dengan ketersediaan rumah murah di Jambi. Bahkan, tren positif pada perumahan ini juga berdampak kepada pasar rumah properti komersial yang ada di Jambi. Sebab, masyarakat mulai berpikir bahwa Jambi merupakan lokasi yang baik untuk berbisnis. Memang, harga rumah murah di Jambi sendiri mengalami sedikit kenaikan tiap tahunnya. Jika pada 2017 harga rumah subsidi untuk MBR dihargai Rp123 juta per unit, pada 2018 naik menjadi Rp130 juta per unit. Kenaikan harga hunian bersubsidi di Jambi dikarenakan adanya penyesuaian harga tanah dan material yang terus merangkak naik, sehingga harus diimbangi dengan kenaikan harga rumah subsidi.

Jambi paling siap dijadikan ibukota negara?

Isu pemindahan ibukota Indonesia saat ini sedang santer terdengar, beberapa lokasi baru lantas menyeruak untuk dijadikan sebagai kandidat ibukota baru. Termasuk juga Jambi, meski tidak dijagokan dalam bursa ibukota baru, namun menurut Ramond Fauzan, Jambi sangat pantas untuk diperhitungkan untuk menggantikan Jakarta. Ia beralasan, ketersediaan lahan kosong di Jambi yang masih banyak dan luas, membuat kota tersebut siap untuk dilakukan pembangunan secara besar-besaran. Selain itu, menurutnya Jambi adalah daerah yang relatif stabil dan tidak ada gangguan bencana alam, sehingga relatif aman untuk dijadikan sebagai ibukota negara.

Terlebih, letak Jambi cukup strategis dan harga tanah di sana relatif masih murah, yakni berkisar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per meter perseginya, sehingga sangat memungkinkan untuk dikembangkan. Itu tadi beberapa alasan mengapa prospek properti, terutama pasar rumah murah di Jambi dikatakan semakin menjanjikan. Setelah membaca penjelasan di atas, apakah Anda berniat untuk membeli rumah murah di Jambi?