Tanah Dijual Tibubeneng

Properti yang Anda cari tidak ditemukan

Maksimalkan pencarian Anda dengan menggunakan filter baru kami, Batasan Wilayah.

arch-arrow

Beli Tanah Dijual di Bali Tidak Menguntungkan, Benarkah?

Melakukan investasi properti memang susah-susah gampang. Meski lokasinya berada di kawasan wisata, tak menjamin proses investasi tersebut berjalan dengan lancar, seperti beli tanah dijual di Bali.

Banyak orang beranggapan, bahwa membeli tanah dijual di Bali tidak menguntungkan. Harga lahan yang sudah terlampau tinggi di daerah tersebut membuat perputaran bisnis properti di sana semakin lambat.

Tak banyak orang yang dapat membeli lahan di Bali, sehingga tanah yang notabenenya merupakan barang eksklusif semakin sulit untuk diperjual-belikan.

Namun, benarkah asumsi yang selama ini kita dengar? Apakah masih ada kesempatan untuk melakukan investasi properti, berupa tanah di Bali secara menguntungkan?

Simak penjelasan mengenai prospek tanah dijual di Bali berikut ini.

Tren Harga Tanah Dijual di Bali 2019

Selayaknya kota-kota besar lainnya, harga tanah di berbagai daerah di Bali sempat mengalami lonjakan yang cukup signifikan pada beberapa tahun terakhir.

Hal tersebut bagaikan dua belah mata pisau bagi para pebisnis properti, sebab naiknya harga tanah dijual di Bali membuat nilai timbal balik atas penjualan lahan tersebut semakin tinggi.

Namun, di satu sisi kenaikan harga ini membuat daya beli masyarakat menurun, sehingga susah sekali untuk menjual lahan-lahan di sana.

Lantas, apakah ini semacam lampu merah untuk melakukan investasi properti di Bali? Tentu saja tidak. Bali sebagai tujuan wisata dunia selalu menarik bagi para investor sebagai tujuan investasi.

Oleh sebab itu, tak pernah ada kata rugi untuk membeli tanah dijual di Bali. Selain itu, harga tanah di sana pada 2019 ini mulai menunjukkan sebuah tren positif.

Harga lahan di Bali perlahan mulai menurun, seiring dengan beberapa event penting yang terjadi di Indonesia saat ini, seperti pemilu dan jenuhnya pertumbuhan pasar perumahan premier di sana.

Hal tersebut memicu perlambatan kenaikan harga lahan di Bali saat ini. Sehingga, menurut beberapa ahli investasi, sekarang adalah waktu yang tepat untuk membeli tanah dijual di Bali.

Sebagai informasi, median harga rumah dijual di Bali pada Q1, Q2, Q3 pada tahun 2017 terbilang cukup stabil, yakni mencapai Rp800.000 per meter persegi.

Ketahui 3 Hal Ini Sebelum Beli Tanah Dijual di Bali

Memang, melakukan jual beli lahan membutuhkan teknik tersendiri, agar proses bisnis tersebut dapat berjalan secara lancar dan menguntungkan.

Sama halnya melakukan beli tanah dijual di Bali untuk investasi. Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum melakukan hal tersebut, seperti:

  1. Ketahui Waktu yang Tepat untuk Membeli

Dari penjelasan sebelumnya, kita dapat mengetahui bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk membeli tanah dijual di Bali.

Selain itu, sedikitnya ada dua hal yang menjadi alasan mengapa para investor senang mencari tanah dan melakukan investasi di Bali, yakni faktor lokasi dan atmosfer bisnis yang bersahabat.

Bali sendiri merupakan lokasi yang dibuka secara luas untuk pengembangan bisnis pariwisata, sehingga tak heran jika sangat mudah mendapatkan izin membuka usaha hotel atau penginapan di sana.

  1. Cari Tahu Jumlah Permintaan Lahannya

Logikanya, Anda akan semakin mudah menjual suatu barang ketika barang tersebut diminati oleh banyak orang, bukan?

Sama halnya dengan menjual properti, ketika Anda menjual lahan dijual di Bali yang Anda beli, cobalah untuk mencari tahu terlebih dahulu jumlah permintaan tanah kosong di sana.

Agar lebih mudah melakukannya, Anda bisa meminta bantuan agen properti profesional, seperti agen properti 99.co Indonesia untuk menjual lahan tersebut.

  1. Hindari Beli saat Musim Liburan

Harga properti di kawasan pariwisata memang fluktuatif, artinya harga tanah di sana bisa naik ataupun turun sesuai tren dan situasi yang terjadi di sana.

Pada saat musim libur tiba, harga tanah dijual di Bali cenderung meningkat, seiring dengan melonjaknya harga sewa atau jual jenis properti lainnya, seperti rumah, ruko, hotel, dan lain-lain.

Sehingga, usahakan untuk melakukan wait and see ketika musim libur tiba. Tunggu saat tren harga kembali normal, yang biasanya terjadi pada saat musim libur usai.